The Seekers yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah ini menyebut “Paper Bullets” menyuarakan perlawanan dan eksplorasi terhadap identitas diri. Dihadirkan sebagai bentuk ekspresi perlawanan terhadap kritik dan cemoohan yang seringkali menghujani mereka yang berani bermimpi besar.
Lagu ini, kata unit rock yang terbentuk pada Juni 2023 lalu, bercerita tentang seseorang yang tetap teguh berdiri, meski dikelilingi oleh pandangan skeptis dan anggapan remeh. Melalui lirik yang kuat dan penuh metafora, “Paper Bullets” menggambarkan bagaimana hinaan dan anggapan remeh hanyalah ‘peluru kertas’ – serangan yang terlihat tajam, tetapi kosong dan tak mampu melukai.
The Seekers yang diperkuat vokalis Arvad Hamal Siraj, gitaris Ilham Akbar Widyatama dan Dava Wira Zenna, bassis Felix Junhan dan dramer Indrasta Alif Yudistira menjadikan “Paper Bullets” sebagai simbol ketangguhan dan perlawanan.
“Tentang bagaimana kita mampu mengubah sebuah hinaan menjadi motivasi dan terus bangkit menuju tujuan. Buktiin bahwa lo bukan sekadar manusia,” seru Arvad bersemangat.
Suara Solid
“Paper Bullets” sendiri pertama kali ditulis pada 2020, lahir dari kegelisahan Arvad, yang sering mendapat kritik, hinaan dan diremehkan karena memiliki mimpi besar. Masa-masa sulit itu hampir membuat Arvad menyerah, namun ia memilih untuk bangkit dan membuktikan kepada semua orang bahwa dirinya mampu meraih mimpi-mimpi besarnya.
Pengalaman ini menjadi inspirasi utama di balik lirik “Paper Bullets”. Ketika The Seekers terbentuk, Arvad menyadari bahwa keresahan yang ia alami juga dirasakan oleh anggota band lainnya. Dengan semangat yang sama, lagu itu akhirnya kembali ditulis dan diaransemen bersama.
Setelah melalui proses produksi selama kurang lebih empat bulan, “Paper Bullets” lahir menjadi sebuah rock anthem yang eksplosif dan energik.
Proses rekamannya sendiri dieksekusi di Semarang, dimana sesi vokal dilakukan di GBT Kristus Alfa Omega, lalu di Tembaga Studio untuk isian dram, dan perekaman gitar dan bass di Jali Studio.
Sementara untuk mixing dan mastering lagu dipercayakan kepada Abdi Satria Majus, yang berhasil mengemas “Paper Bullets” menjadi suara yang solid dan penuh energi.
“Paper Bullets” sendiri disebut The seekers berhasil memadukan elemen classic rock dengan nuansa modern rock yang energik. Mereka menuturkankan kepada MUSIKERAS, bahwa konsepnya memadukan ‘riff-based’ rock ala 70-an yang mudah dicerna dengan rock modern yang sangat anthemic.

Untuk komposisi musik dan gitar, mereka mengakui mengacu pada band-band seperti Black Sabbath dan unit rock lokal, .Feast. Lalu alur bass-nya mengambil rasa ‘groove’ dari Muse. Sementara untuk vokal mereka mengombinasikan beberapa gaya. Terinspirasi mulai dari The Rolling Stones, The Clash, Arctic Monkeys hingga pahlawan rock lokal, Slank.
Dari situ, mereka mengolah semuanya, membuatnya sesuai rasa dan gaya khas mereka sendiri, tanpa harus menyontek.
“Beat dram kami bikin simpel tapi solid, ditambah bassline yang groovy abis, tapi tetap tight. Solo gitarnya? Beuh… ikonik abieszz! Ditambah sentuhan blues dikit. Vokalnya juga nggak kalah keren…. Vibe jalanan kami gabungin antara laid-back, drawling, dan raw street vocal style biar dapet banget kesan pemberontakannya,” papar mereka lagi mempertegas.
Dari konsep tersebut, lanjut The Seekers, bukan hanya tentang makna lagu yang mereka ciptakan. Tetapi dari keseluruhan komposisi musik pada “Paper Bullets”, mereka menggambarkan keresahan dan bagaimana geramnya mereka terhadap kritikan, cacian dan cemoohan kosong yang, “Cuma keluar dari mulut-mulut sampah!”
Berharap Waras
Walau melabeli dirinya sebagai band rock, namun para personel The Seekers tak ingin secara spesifik mengotak-kotakkan sub-genre yang mereka anut. Sebab alasannya, secara garis besar rock itu luas, dan mereka menegaskan senang mengombinasikan berbagai pengaruh.
“Karena dari kami sendiri masing-masing punya ciri khas dan selera rock yang beda-beda juga. Ada yang arahnya ke classic rock, blues rock , garage rock, bahkan alternative rock,” cetus mereka.
Justru dengan perbedaan yang ada, di situlah mereka bisa mencoba menggabungkan beragam selera tersebut menjadi sebuah karya, yang pada akhirnya bisa membuat ciri khas tersendiri untuk The Seekers.
“Justru hal ini yang membuat band kami unik dan cukup berbeda dengan band-band sejenis lainnya.”
“Paper Bullets” sendiri, yang telah dirilis resmi sejak 20 Desember 2024 lalu, merupakan nomor pemanasan. Juga, sekaligus bakal menjadi acuan The Seekers untuk terus berkaya.
Bahkan kini, sudah tercetus rencana untuk menggarap album mini (EP) dengan konsep yang sedang dirancang. Mereka menargetkan, kemungkinan pertengahan awal tahun depan bisa segera menyelesaikan EP tersebut.
“Ya, doain aja otak kami masih tetep waras, hahaha. Kami cuma mau terus bikin karya dan ngasih warna baru buat musik rock di Indonesia. Pokoknya, stay tuned buat kabar terbaru dari kami. Thanks buat rekan-rekan semua yang udah support. Kalian ‘Warrrbiasahh!!!’” (mdy/MK01)