Innerbeauty menunda perilisan album terbarunya yang bertajuk “Secretsky”, dan memilih melepas “Symphonic Warrior” yang memuat kumpulan daur ulang lagu-lagu terbaik mereka, sebagai gantinya.
Ada 11 lagu yang disuguhkan, yakni “Nurani Kehidupan” dan “Darah Juang” (dari album “The Unity Of God” – September 2002), “Terlupakan”, “Terbakar Ilusi”, “Hasad Dengki” (dari album “For Our Souls” – 2006) dan “Berharap Kembali” dan “Hitam” (dari album “Deep Ocean” – Juli 2012).
Juga beberapa lagu lepas untuk album baru, yakni “Secretsky”, “Strains Of Tone”, “Deep Silence” dan “Falling Down”.
Masing-masing lagu tersebut diaransemen ulang dengan pendekatan konsep yang lebih groove, lengkap dengan balutan nuansa orkestra.
Seperti yang disebutkan tadi, seharusnya Innerbeauty yang dihuni formasi vokalis Viola Santi, gitaris Irvan ‘Ivnursix’ Noormansyah, kibordis/pianis Andhika Panca, bassis Andreawan dan dramer Gustav Wijaya merilis album penuh keempat yang berjudul “Secretsky”.
Namun karena banyak kendala teknis dalam produksi materinya, maka unit symphonic metal/gothic metal asal Jakarta ini memutuskan untuk merilis “Symphonic Warrior” yang mereka sebut sebagai album kompilasi ‘best of’.
“(Tapi) Kami tetap segera merampungkan album terbaru yang sebelumnya kami posting bertitel ‘Secretsky’. Seharusnya album tersebut saat ini lebih dulu dirilis, tapi karena ada kendala teknis pada internal kami sehingga membuat produksi rekamannya menjadi tertunda. Maka kami memutuskan untuk merilis album ‘Symphonic Warrior’ untuk mengobati janji kami,” urai Ivnursix kepada MUSIKERAS, mempertegas.

Aransemen ulang lagu-lagu tadi, diformulasi sedemikian rupa agar mendapatkan nuansa epik di komposisinya. Epik di sini, menurut Ivnursix, adalah sebuah perasaan. Perasaan yang besar, kuat, megah dan menyeluruh. Terlepas apakah itu membahas genre atau gaya musiknya.
“Genre atau gaya musik apa pun dapat memberikan perasaan epik, mulai dari heavy metal hingga EDM hingga piano solo. Seharusnya yang bersifat epik itu ‘grand dan emotional’. Hal utama yang saya pertimbangkan adalah bagaimana musik tersebut membuat kami merasa semuanya menjadi ‘grand dan emotional’!”
Di luar itu, keputusan untuk melakukan aransemen ulang terhadap lagu-lagu di “Symphonic Warrior” yang berdurasi 44:57 menit itu juga didasari alasan bahwa kini ada perubahan personel di tubuh Innerbeauty.
“Lagu-lagu ini berkali-kali kami mainkan di atas panggung. Semenjak ada perubahan personel, saya memutuskan untuk aransemen ulang lagu-lagu tersebut dengan kemampuan yang dimiliki personel yang ada saat ini,” seru Ivnursix beralasan.
Selama menjalani proses produksi yang dilakukan di Lawhand Music, Ivnursix mengaku ada beberapa lagu yang memberikan tantangan tersendiri dalam mengeksekusi rekamannya. Misalnya di lagu “Secretsky”, dimana terlalu banyak data trek yang harus mereka rekam.
Lalu di lagu “Terlupakan”, “Terbakar Ilusi”, “Hasad Dengki” dan “Berharap Kembali”, Ivnursix mengakui harus melakukan banyak perubahan di beberapa terapan beat dan penambahan kord.
“Jadi seperti membuat lagu baru,” cetusnya.
“Symphonic Warrior” sendiri diproduksi dalam format fisik cakram padat (CD) dan digital. Dalam produksi dan peredarannya, Innerbeauty yang telah menggeliat di skena ‘bawah tanah’ sejak Oktober 1998 silam menggandeng label rekaman indie Extreme Noise Indonesia untuk berkolaborasi. (mdy/MK01)