ERUPSY: “Kami Ingin Buktikan Skena Metal di Bali Masih Aktif”

Erupsy kembali menggaungkan amunisi terbaru, bertajuk “Amarah” yang juga mereka sebut menjadi bukti bahwa mereka masih terus berkarya.
erupsy

Erupsy merasa, Bali sedang tidak baik-baik saja. Tentunya dalam konteks skena musik permetalan. Kepada MUSIKERAS, unit metal asal Gianyar, Bali ini menegaskan bahwa skena metal di Pulau Dewata tersebut sedang tidak berada di masa primanya.

“Karena banyak generasi muda di Bali lebih mengikuti musik sesuai zaman dan sesuai keviralan sebuah musik yang sering berseliweran di sosial media,” seru band ini, beralasan.

Belum lagi, lanjut mereka, mungkin musik metal sendiri susah untuk dipelajari, khususnya bagi generasi muda Bali. Karena musik metal butuh aransemen yang kompleks, mengandalkan riff gitar yang bervariasi, ketukan dram yang ekstrim serta vokal growl bahkan scream yang lebih padat.

“Acara-acara musik di Bali juga jarang sekali menghadirkan band dengan genre metal, walaupun katanya ada acara dengan embel-embel all genre tapi tetap saja band metal juga jarang dihadirkan.”

Kenyataan itulah yang menjadikan komunitas musik metal yang terbatas harus pintar-pintar dan mandiri untuk membuat acara sendiri demi membuktikan eksistensinya.

“Maka dari itu kami di sini tetap berkarya untuk membuktikan skena metal masih aktif dan masih ada!”

Megah dan Padat

Tentang lagu “Amarah” sendiri sebenarnya bukan karya yang benar-benar baru. Komposisinya sudah lama diciptakan, yang lahir dari riff iseng tapi akhirnya diaransemen lebih baik.

Namun band yang dihuni vokalis Gede Kencana, gitaris I Ketut Ari Saputra dan I Gusti Bagus Alit Widiarta, bassis I Kadek Sudiana serta dramer Ida Bagus Ananda Adi Swabawa ini baru merekam “Amarah” pada Maret lalu yang lantas menghabiskan waktu selama dua bulan.

Termasuk perampungan tahapan mixing dan mastering. Rekaman sebagian besar mereka lakukan di rumah dengan memaksimalkan perangkat rekaman rumahan.

Sementara untuk liriknya, Erupsy terinspirasi dari situasi politik yang sempat memanas di Indonesia. Mereka menggambarkan kemarahan
dari sosok seorang perempuan berkuasa yang berada dalam kehidupan arogan di sebuah lingkaran pengatur kekuasaan.

Metal gaya lama yang ‘mentah’ menjadi benang merah musik Erupsy saat menggarap komposisi “Amarah”. Tapi menurut ungkapan mereka, keseluruhan lagunya tetap terdengar modern lantaran dikombinasikan dengan nuansa dramatis. Juga, ada isian vokal rap yang menjadi ikonik di lagu tersebut.

“Selain suara gitar yang lebih kasar, kami (juga) tambahkan dengan unsur instrumen string, choir dan suara harmonis dari ambience guitar. Referensi dari komposisi dan aransemennya lebih mengarah ke orkestra, karena kami ingin lagu ini terasa lebih megah dan padat dibanding karya-karya kami sebelumnya,” urai pihak band lebih rinci.

Setelah “Amarah” yang musiknya sedikit banyak mengacu ke band-band seperti Rivers of Nihil, Whitechapel serta sedikit inspirasi dari band pop 90-an, Erupsy juga telah merencanakan penggarapan album kedua serta melakukan tur ke wilayah Bali dan Jawa.

Sejauh ini, Erupsy juga telah meluncurkan album debut bertitel “Kaum Muak” (30 Desember 2020) serta dua lagu rilisan tunggal bertajuk “Black Martyr” (19 November 2022) dan “Psychopath Diary” (25 Oktober 2023).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.
hellcrust
Read More

Ini Perbedaan HELLCRUST dan DARKSOVLS

Bangun dari hibernasi, Hellcrust rilis lagu terbaru, “Rekonstruksi Kerak Neraka”. Tapi yang mengejutkan, kali ini formasinya sama persis dengan Darksovls!
splitfire
Read More

SPLITFIRE: Dari Club/Cafe ke Panggung Rekaman

Kenyang manggung di berbagai cafe dan club di Indonesia, bahkan hingga ke kawasan Asia Tenggara, kini Splitfire makin mantap selami industri musik rekaman.