Sweet Pvrt menghadirkan lirik yang menggugah dan aransemen musik yang dinamis di “Titik Koma”. Menyuguhkan suara vokal yang sarat ekspresi, dentuman dram yang intens, serta riff gitar dan efek keyboard yang menghanyutkan.
Lagu tersebut, dimainkan Christian (vokal), Arlita Firdha (gitar), Falah Setiana (bass), Andre Septiansyah (dram) dan Richy Umbowo (synthesizer), membawa pendengar ke dalam perjalanan perasaan yang mendalam.
“Lagu ini menggambarkan momen-momen dimana kita merasa berada di persimpangan jalan. Titik bisa menjadi akhir, tetapi koma memberi kita kesempatan untuk melanjutkan. Itulah filosofi yang ingin kami sampaikan melalui lagu ini,” seru pihak band kepada MUSIKERAS.
Sementara untuk musiknya, Sweet Pvrt menerapkan nuansa rock yang eksperimental, plus sentuhan emosional. Dibanding karya rekaman mereka sebelumnya, “Saat Ku Mulai Hari Ini” yang dirilis 9 September 2023 lalu, kali ini ada perbedaan formula yang diterapkan.
Kali ini, lanjut mereka, para personel band asal Bekasi ini mencoba keluar dari pakem yang biasa mereka terapkan.
“Sebelumnya kami pop punk, sekarang jadi ke alt-rock nyerempet modern metal. Sound-nya lebih gelap, struktur lagunya juga nggak terlalu ‘radio friendly’ kayak sebelumnya. Kami mainin banyak lapisan sound, efek-efek, temponya juga berubah-ubah. Eksperimen bangetlah. Kalo kata orang-orang mah ‘nyebrang’… hehehe.”
Dalam proses peracikan komposisi serta aransemennya, Sweet Pvrt menyerap banyak sumber inspirasi. Antara lain datang dari band-band seperti Bring Me the Horizon, Saosin, Fear and Loathing in Las Vegas serta pejuang-pejuang lokal macam 510 dan for Revenge.
“Kami ambil mood dan tekstur dari mereka, tapi tetap diolah lagi biar pas sama karakter kami sendiri. Intinya, nyari balance antara yang eksperimental tapi masih relate buat pendengar.”
Sweet Pvrt menggarap “Titik Koma” selama kurang lebih sebulan karena harus beberapa kali mengotak-atik sound, aransemen serta vibe-nya. Mereka mengungkapkan, prosesnya lumayan naik-turun, tapi seru!
“Awalnya lagu ini cuma ide kecil—riff gitar sama potongan lirik yang numpang lewat di kepala si Andre (dramer). Pas jamming bareng, ternyata dapet feel-nya, dan dari situ kami mulai garap serius.”
Sweet Pvrt menegaskan, “Titik Koma” menjadi bagian dari eksplorasi musikal mereka yang terus berkembang, tanpa meninggalkan ciri khas mereka.
Paralel dengan perilisan “Titik Koma”, para personel Sweet Pvrt menargetkan bisa menjajal berbagai panggung, sambil menyiapkan album mini (EP) pertamanya.
“Beberapa lagu udah tinggal rekaman, tapi ada juga yang masih sketch. Targetnya sih bisa rilis akhir tahun ini. Di EP ini, kami pengen lebih banyak cerita, lebih eksplorasi, tapi tetap grounded sama identitas kami.”
“Titik Koma” sudah tersedia di berbagai digital streaming platform sejak 11 April 2025 lalu. Termasuk video liriknya, yang dapat disaksikan di kanal YouTube resmi Sweet Pvrt. (mdy/MK01)