ARKHANOVA: ‘Story Telling’ dalam Konteks Progressive Metal

Rilis karya lagu perdananya yang membakar bertajuk “Aku”, Arkhanova tunjukkan sebuah ledakan kesadaran di tengah dunia penuh topeng.
arkhanova

Arkhanova adalah unit musik metal progresif kontemplatif dari Bandung, Jawa Barat yang baru saja melesatkan karya lagu rekaman rilisan tunggal debutnya yang bertajuk “Aku”.

Tiga sosok yang menggerakkan band ini; Ardianto aka ArdSumargono (gitar/vokal), U. Kartiwa aka Pipa Zei (gitar/vokal) dan Agriansyah Ramadhan aka Agree (bass) membawa semangat pembebasan diri melalui frekuensi suara yang menghentak dan lirik yang membakar.

Lagu “Aku”, mereka sebut sarat akan muatan kesadaran. Dengan lirik dan komposisi musik hasil karya Pipa Zei & ArdSumargono, “Aku” menjadi sebuah deklarasi perlawanan terhadap narasi identitas palsu yang dipaksakan oleh dunia luar.

Di tengah realitas sosial yang penuh ilusi dan ekspektasi, lagu ini mengajak pendengarnya untuk berani menolak menjadi versi orang lain—dan memilih menjadi diri sendiri.

Arkhanova sendiri bukanlah sekadar proyek musik semata. “Aku” merupakan nyala pertama dari serangkaian karya yang disiapkan untuk mengajak para pendengarnya masuk ke dalam pusaran refleksi untuk penemuan jati diri, dan juga untuk bisa membangkitkan kesadaran khalayak akan eksistensi mereka di dunia musik Tanah Air ini.

Proses kreatif penciptaan “Aku”, menurut tuturan Arkhanova kepada MUSIKERAS, dimulai dari inisiasi Zei yang memang mau menyampaikan keluh kesahnya tentang kehidupan. Khususnya tentang masalah ‘ke-autentik-an’ diri yang ditolak oleh lingkungan sekitar.

“Istilahnya kita tuh harus ‘seragam’ supaya bisa diterima oleh sebuah kelompok atau lingkungan. Harus sesuai dengan harapan atau ekspektasi-ekspektasi mereka. Kalau kita beda sendiri itu dianggapnya aneh,” urai mereka.

Berangkat dari keresahan itu, Zei lantas bertemu dengan Ards dan Agree, yang rupanya berada di frekuensi yang sama setelah berdiskusi panjang lebar.

“Mulai deh progres compose dan pembuatan lirik berjalan begitu cepat bagaikan curhatan hati,” seru Zei sambil tertawa.

Butuh sekitar dua minggu untuk merampungkan “Aku”, yang dimulai dari proses rekaman yang dieksekusi di studio pribadi milik Ards hingga pemolesan mixing dan mastering.

Dalam konteks progresif yang menjadi benang merah musiknya, Arkhanova menjelaskan bahwa tak ada alur di komposisinya yang menerapkan repetisi yang umumnya banyak diterapkan di format lagu-lagu lain.

“Kami juga menguatkan konsep story telling, bagaikan menonton sebuah film sih. Di setiap barnya mengedepankan rasa emosional yang ingin disampaikan di setiap baitnya, yang terasa dinamis emosinya dan dan tidak terlalu kompleks.”

Pada momen penggarapan “Aku”, para personel Arkhanova mengakui kerap mendengarkan musik dari band-band mancanegara macam Sleep Token, Gojira, Periphery, Dream Theater serta nama yang terbilang jauh dari ranah metal, yaitu pianis jazz dan komposer berdarah Armenia, Tigran Hamasyan.

Setelah mengawalinya lewat “Aku”, selanjutnya Arkhanova telah menyiapkan peluru-peluru susulan, yang bakal diabadikan dalam sebuah kemasan album mini (EP).

“Sejauh ini (kami) masih terus menggodok materinya, persentase (produksi) sudah 70%-80%.”

Sejak 28 Mei 2025, “Aku” telah didistribusikan di berbagai gerai digital streaming via Hypogene Records. Untuk video musiknya, bisa ditonton via tautan kanal YouTube ini. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.