MARYATIE: Menuju Death Metal yang Melodius dan Teknikal

Lewat lagu terbarunya yang berjudul “Eksekusi Massa”, Maryatie siap maksimalkan formasi terkininya yang lebih padat, harmonis dan modern.
maryatie
MARYATIE

Maryatie semakin bergairah memaksimalkan formasi terbarunya, serta arah musikal yang telah mereka rintis di daur ulang lagu “Konfrontasi” yang diluncurkan 24 Mei tahun lalu.

Dua gitaris baru yang memperkuat barisan unit death metal asal Tangerang ini, yakni Nikolas Vito dan Micky Anggara, mereka yakini telah memberi suntikan segar, melengkapi gairah vokalis Aji Permadi, bassis Alfiansyah (Fian) serta dramer Ragil Try Satria.

Lewat lagu rilisan tunggal terbaru bertajuk “Eksekusi Massa”, Maryatie menandai arah baru musikal mereka, yang kini lebih padat dan harmonis.

Mereka mengedepankan riff gitar yang lebih masif dan terstruktur, dengan menyuguhkan nuansa old school dengan sentuhan sound yang lebih modern.

Materi ini juga merupakan hasil penulisan lagu pertama Maryatie dengan Vito dan Micky sebagai gitaris yang membawa warna baru dalam proses penulisan lagu.

“Konsep gaya musik kami dalam singleEksekusi Massa’ bisa dibilang cukup berbeda dengan penulisan Maryatie di lagu-lagu sebelumnya. Masuknya Vito dan Micky sebagai gitaris baru kami pada 2024, membuat pengaruh warna lain dalam Maryatie, “ ujar pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan.

“Gaya penulisan musik pun di single ini terasa lebih mengedepankan unsur death metal yang melodis dan harmonis. Ada sedikit sentuhan teknikal, dan tentunya kami mencoba membuat death metal yang lebih easy listening untuk dikonsumsi para pendengar,” lanjut mereka.

Ke depannya, Maryatie yang mengakui sedikit banyak menyerap inspirasi dari beberapa band mancanegara seperti The Black Dahlia Murder, Aborted dan Decapitated serta pejuang lokal macam Deadsquad dan Carnivored ini, juga telah mempertimbangkan untuk mempertahankan sentuhan-sentuhan musikal tadi di lagu-lagu mereka mendatang.

Cancel Culture

Peracikan komposisi lagu “Eksekusi Massa” sendiri dimulai dari Vito yang menulis bagan riff yang sudah menjadi kesatuan lagu. Ia lantas membawa lagu tersebut ke studio dan mencoba memainkannya dengan Ragil untuk mematenkan bagan lagunya. Setelah itu, barulah beralih ke penulisan lirik yang diserahkan kepada Aji dan Fian.

Proses rekamannya berlangsung selama kurang lebih dua hari di MD Studio, Tangerang untuk keseluruhan isian instrumen dan vokal. Sementara untuk pemolesan mixing dan mastering dipercayakan kepada Nicko Prabowo di Kupink Recordings.

Pesan di lirik “Eksekusi Massa”, disuarakan oleh Maryatie untuk menggambarkan fenomena sosial dimana seseorang dihancurkan secara reputasi dan kehidupan oleh amarah publik. Tanpa proses yang adil.

Sekaligus, juga merupakan sebuah analogi terhadap budaya cancel culture yang kini marak terjadi.

Lewat “Eksekusi Massa”, Maryatie menegaskan komitmennya untuk terus berkembang dan mengeksplorasi batas-batas baru dalam musik ekstrem. Harapannya, rilisan ini bisa menjadi jembatan menuju materi-materi berikutnya yang lebih matang, brutal, namun tetap menyentuh sisi melodius dan emosional dari death metal itu sendiri.

Usai perilisan “Eksekusi Massa”, para personel Maryatie telah merencanakan untuk mendaur ulang lagu mereka dari era 2010 lalu, yang niatnya diaransemen ulang ke arah yang lebih segar dengan formasi terkini.

Selain itu, band bentukan 2010 silam ini juga sudah memulai proses pengumpulan materi lagu untuk kebutuhan album mini (EP) atau album penuh. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
hazar
Read More

HAZAR: Bukan Sekadar ‘Menghajar Keras’

Menandai pergantian tahun, Hazar letupkan rilisan album debut bertajuk “Minor Dramatic”, yang sarat gaya hardcore dengan irisan metal dan punk.