DEVASTROSITY: “Who Needs Solos When You Have Insane Riffs?”

Sekitar dua bulan ke depan, Devastrosity bakal melampiaskan kebrutalan terbarunya, lewat perilisan album penuh bertajuk “Eviscerating Desolation”.
devastrosity
DEVASTROSITY

Devastrosity muncul dari kedalaman skena brutal death metal Indonesia. Sebuah entitas buas yang dibentuk oleh personel dari band-band kawakan seperti Deserter, Gorification dan Killharmonic.

Vokalis dan penulis lirik A. Ardiansyah, gitaris/bassis M. Agus Robi dan dramer Bellyas Pontiardi menggabungkan pengalaman dan keahlian mereka yang beragam, dan hadir dengan misi menciptakan salah satu suara paling brutal dan menghancurkan yang pernah ada.

Nama Devastrosity sendiri pertama kali diperkenalkan ke publik tahun lalu melalui demo edisi terbatas berjudul “Human Depravation”. Kemunculannya langsung mengguncang skena metal ekstrem.

Namun itu baru permulaan. Kini mereka siap menembakkan kekuatan penuh lewat peluncuran album debut yang siap mematahkan tulang belakang, yang bertajuk “Eviscerating Desolation”!

Kali ini diklaim tidak ada jeda dalam serangan kebengisan yang dibawa lewat “Eviscerating Desolation”. Di lagu “Sadistic Purge Of Society Manifest” memburu target kematian dengan efisiensi tanpa ampun, menyapu segalanya dengan gelombang double bass yang menggila.

Lalu “Devastate Atrocity” memperlambat laju secara perlahan, menyeretmu semakin dalam ke genangan jasad manusia sebelum mencabik tubuhmu hidup-hidup dalam ledakan kekerasan yang tak terkendali.

Lanjut ke “Decay Collapse” yang memberondongkan tembakan secepat senapan mesin ke daging terbuka, merobek tubuh menjadi serpihan tak beraturan – seperti teka-teki mustahil dari potongan tubuh yang tercabik.

Dari intro menyeramkan yang membuka tur ke neraka ini, hingga gema akhir dari trek penghujung, “Cadaveric Feast” yang memuakkan, Devastrosity tetap buas hingga detik terakhir yang beracun.

Keseluruhan dibangun dari riff-riff mematikan dan gebukan dram super intens, “Eviscerating Desolation” adalah serangan tak terhentikan dari nafsu membunuh yang mengerikan.

Dari sisi produksi mixing dan mastering, album tersebut diracik dengan cermat di Texas Sicklab Studio, menghasilkan kejernihan dan pemisahan suara yang tak biasa.

Setiap elemen keji dari arsenal menjijikkan tersebut bisa terdengar jelas, menampilkan kekejaman individual dan imajinasi penyiksaan yang begitu mengganggu.

devastrosity

Lebih jauh tentang proses kreatif di balik penggarapan “Eviscerating Desolation”, berikut beberan Devastrosity yang disampaikan kepada MUSIKERAS:

Ceritakan tentang proses kreatif saat merekam album “Eviscerating Desolation”….

Prosesnya cukup beragam, dimulai sekitar tahun 2022–2023 saat kejenuhan akibat pandemi perlahan mereda, dan mendorong kami untuk memusatkan energi menciptakan sesuatu yang berbeda dari biasanya.

Awalnya kami merekam demo secara mandiri di kamar pribadi, menulis beberapa track di (software) Guitar Pro, lalu membawanya ke studio untuk latihan. Kami sempat merekam dram, namun akhirnya dibuang dan ditulis ulang hingga akhirnya berkembang menjadi materi untuk sebuah album penuh berisi sembilan track.

Pada Oktober 2024, proses rekaman selesai. Kurang lebih selama tiga bulan kami merekam semua instrumen hingga vokal. Setelah itu dilanjutkan ke tahap mixing dan mastering yang dimulai Desember 2024, dan baru selesai di akhir Juni 2025.

Proses yang panjang dan melelahkan, namun kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami selama proses ini.

Jika dibandingkan dengan band-band sejenis, menurut kalian apa yang membuat Devastrosity berbeda secara musikal? Khususnya materi di “Eviscerating Desolation”….

Devastrosity: Sulit untuk menemukan personality dalam genre yang begitu padat. Selama ada passion, kami yakin bisa memberikan hal yang terbaik. Brutal death metal (BDM) tidak harus super-unik untuk menjadi bagus, bahkan hebat, atau memiliki personality sendiri. Yang penting punya ciri khasnya sendiri dan digarap dengan solid.

Kami membawa elemen di luar pakem BDM itu sendiri untuk sebuah racikan album, berlatar belakang experience kami memainkan technical/progressive death metal, tentunya cukup berpengaruh dalam proses penulisan materi.

Tempo shifting, complex riffs, pinch harmonics, constant blasbeats hingga gravity, semua dilebur dalam intensitas, agresif dan komposisi kebrutalan total! Meskipun tidak ada solo gitar di sini. Who needs solos when you have insane riffs? This is brutal death metal, bro!

Jika ada referensi yang dijadikan acuan saat peracikan komposisi serta aransemen album “Eviscerating Desolation”, dari mana sajakah?

Devastrosity: Cerebral Effusion, Suffocation, Inveracity, hingga Disgorge. Cerebral Effusion menarik perhatian kami karena cukup mirip komposisinya dengan Suffocation. Kami menyukai keseimbangan antara technical dan brutal, complex dan catchy.

Keseluruhan album memuat sembilan komposisi mengerikan. Manakah yang paling menantang secara teknis saat mengeksekusinya di rekaman?

Devastrosity: Tentunya trek pertama, ‘Human Depravation’. Karena lagu ini paling sering mengalami perubahan komposisi hingga akhirnya membentuk karakter Devastrosity itu sendiri.

Kemudian ada ‘Morbid Desires’ dan ‘Cadaveric Feast’ yang proses penulisannya dimulai dari merangkai riff, lalu dituangkan ke dalam Guitar Pro sebelum direkam secara penuh. Sementara ‘Decay Collapse’ jadi salah satu trek tercepat dan paling intens di album ini.

Hampir semua lagu kami tulis terlebih dahulu di Guitar Pro, dan tantangannya adalah butuh waktu lebih panjang untuk menyelesaikan proses rekaman karena struktur materinya sangat kompleks.

Kami juga merekam ulang keseluruhan track demo ‘Human Depravation’ dan termasuk trackDevastate Atrocity’ dengan banyaknya perubahan tempo dan sedikit menantang pada fill-in, terutama pattern vokal karena tempo yang berubah-ubah. Jadi kami melakukan sedikit penyesuaian pada kedua track tersebut agar berbeda dari demo dan agar lebih nyaman dimainkan.

Ok, sejauh ini, proses apa yang masih tersisa sehingga memutuskan baru akan merilis album “Eviscerating Desolation” di 24 Oktober mendatang?

Devastrosity: Comatose Music adalah label yang dikenal cukup disiplin. Mereka memiliki timeline dan jadwal rilis yang sudah terstruktur. Untuk saat ini, kami fokus menggencarkan promosi hingga album dirilis sesuai jadwal dari label.

Ini juga memberi waktu yang cukup untuk membuka sesi pre-order sebelum tanggal rilis resmi. Beberapa premiere video juga akan menyusul dalam waktu dekat. Stay tuned! (mdy/MK01)

Susunan lagu di album “Eviscerating Desolation”: (1) Human Depravation, (2) Morbid Desires, (3) The Dealer Of Death, (4) Sadistic Purge Of Society Manifest, (5) Hellish Consumption, (6) Devastate Atrocity, (7) Decay Collapse, (8) Parasitic Epidemic, (9) Cadaveric Feast

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts