Resilient Show – Re-United: The Past, Present & The Future akan digelar Burgerkill untuk merayakan tonggak sejarah penting dalam karier panjangnya.
Konser istimewa tersebut bakal dilampiaskan oleh unit metal legendaris asal Bandung, Jawab Barat ini di kampung halamannya. Tepatnya di Graha Manggala Siliwangi, Bandung, pada Sabtu, 13 September 2025 mendatang.
Acara monumental tersebut menjadi penanda 30 tahun perjalanan Burgerkill dalam dunia musik, yang sarat perjuangan, dedikasi, dan semangat tanpa henti.
Tidak hanya menampilkan formasi saat ini – yang diperkuat gitaris Agung ‘Hellfrog’ Ridho Widhiatmoko, bassis Ramdan Agustiana, dramer Putra Pra Ramadhan serta vokalis Ronald A. Radja Haba – namun di Resilient Show juga akan mempertemukan kembali para mantan personel yang berjasa dalam perjalanan band ini.
Yang pertama adalah Yupi Yupiki atau yang lebih dikenal dengan nama Vicky Mono (kini tergabung di Deadsquad). Vicky mengawal Burgerkill selama periode 2007 hingga 2021 dan terlibat di album “Venomous” (14 Juni 2011), “Adamantine” (20 April 2018) dan album mini (EP) “Killchestra” yang dirilis pada 19 April 2020.
Lalu ada Abdul Kandris aka Abah Andris yang mengawali kariernya di Burgerkill sebagai bassis (2000 – 2005) di album “Berkarat” (19 Desember 2003). Saat penggarapan rekaman album “Beyond Coma And Despair” (16 Agustus 2006), Andris mengisi porsi bass dan dram sekaligus. Ia lantas hengkang dari formasi band ini, beberapa tahun setelah perilisan album “Venomous”.
Barisan musisi berikutnya adalah dramer Toto Supriatin dan bassis Iman Rahman Anggawiria Kusumah (Kimung), dua musisi yang berkontribusi menggerakkan Burgerkill di era awal. Khususnya saat penggarapan rekaman album debut “Dua Sisi”, Juni 2000 silam.
Lebih detail tentang kisah seru di balik penggarapan “Dua Sisi”, mendiang gitaris dan pendiri Burgerkill, Aries ‘Ebenz’ Tanto menceritakan selengkapnya secara eksklusif kepada MUSIKERAS di tautan artikel ini.
Musisi lainnya yang juga bakal hadir di perayaan Resilient Show adalah gitaris Ugum yang sempat memperkuat Burgerkill di periode 1998 hingga 2002. Bergabung seusai perilisan album “Dua Sisi”, namun mengundurkan diri menjelang penggarapan album “Berkarat”.
Terakhir, dan tak kalah penting adalah penyanyi A. Fadly Arifuddin, (vokalis Padi Reborn) sebagai bintang tamu untuk kolaborasi unik dalam sejarah Burgerkill.
Fadly tercatat pernah menyumbangkan suara vokalnya di lagu “Tiga Titik Hitam” yang termuat di album studio kedua Burgerkill, “Berkarat”. Lalu sempat direkam ulang untuk kebutuhan EP “Killchestra”.

Kerikil Tajam
Momen Resilient Show ini, dimanfaatkan Burgerkill tak hanya dalam format pertunjukan musik, namun juga menghadirkan pameran eksklusif yang akan memamerkan berbagai arsip, memorabilia, dan perjalanan karier Burgerkill selama tiga dekade.
Dimulai dari masa-masa bergerilya di kubangan ‘bawah tanah’ hingga menjadi salah satu band metal paling berpengaruh di Indonesia dan Asia.
“Bagi kami, konser ini bukan sekadar perayaan, tetapi wujud rasa syukur dan penghormatan untuk para pendengar, komunitas, dan semua pihak yang telah bersama Burgerkill selama 30 tahun. Inilah momen untuk mengenang masa lalu, menikmati masa kini, dan menatap masa depan bersama,” seru pihak band menegaskan.
Geliat Burgerkill sendiri dimulai pada Mei 1995 silam, dengan formasi pertama yang digerakkan oleh gitaris Ebenz, Kimung, vokalis Ivan ‘Scumbag’ Firmansyah serta dramer Kudung dari Forgotten. Dalam perjalanannya, sempat terjadi beberapa kali pergantian personel.
Selama tiga dekade, Burgerkill telah melalui berbagai tantangan, perubahan, dan pencapaian, menjadikan mereka inspirasi bagi generasi musisi dan penggemar musik keras di Tanah Air.
Walau kerikil tajam pernah melukai perjalanannya, ketika dua personelnya yang sangat ikonik, yakni Ebenz dan Ivan Scumbag meninggal dunia. Ivan pamit lebih dulu pada 27 Juli 2006, disusul Ebenz pada 3 September 2021.
Pencapaian terbaik Burgerkill, diantaranya dari ajang penghargaan Metal Hammer Golden Gods Awards 2013 di Inggris, dimana mereka dinobatkan trofi kategori Metal as F*ck.
Mereka juga lantas terpilih sebagai salah satu dari 50 band metal terbaik dunia versi majalah Metal Hammer pada 2020, sekaligus menegaskan supremasi mereka sebagai satu-satunya band Indonesia yang masuk ke dalam daftar tersebut.
Dengan formasi terkini, Burgerkill telah menghasilkan tiga lagu rilisan tunggal, yaitu “Roar of Chaos” (18 Desember 2021), “Resilient Blood” (14 Januari 2023) dan “Hollow” (26 Maret 2023). (mudya/MK01)
(Uraian detail di balik penggarapan “Resilient Blood” diungkapkan Agung Hellfrog kepada MUSIKERAS bisa dibaca selengkapnya di tautan ini).