SSIS: Bukan Sekadar Teriak dan Distorsi

Awalnya dikenal memainkan pop punk, tapi kini SSIS bergerak menuju modern rock dengan sentuhan emosional di lagu terbarunya, “Luka”.
ssis
SSIS

Sad Story in Sunday kini bertransformasi menjadi SSIS dengan energi baru, sekaligus sebagai pengukuhan babak baru perjalanan musikalnya. Bukan sekadar singkatan, melainkan bentuk rebranding. Penegasan arah musik yang lebih dewasa dan penuh energi.

“Perubahan dari Sad Story In Sunday menjadi SSIS adalah langkah besar buat kami. Bukan sekadar ganti nama, tapi bentuk evolusi identitas. Nama ‘SSIS tetap membawa sejarah dari 2010, tapi kini jadi simbol pembaruan arah, energi, dan visi kami sebagai band,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, memperjelas.

Lewat lagu rilisan tunggal terbarunya, “Luka” yang telah diluncurkan pada 5 September 2025 lalu, SSIS bergerak menuju modern rock dengan sentuhan emosional yang lebih kuat dan lirik yang lebih reflektif.

“Perubahan ini adalah hasil dari perjalanan panjang kami yang tumbuh, jatuh, bereksperimen, dan akhirnya menemukan bentuk musik yang paling mewakili siapa kami hari ini. SSIS bukan band baru, tapi versi terbaik dari perjalanan yang sudah kami mulai 15 tahun lalu.”

ssis

Nuansa Melankolis

“Luka” sendiri bercerita tentang pengkhianatan dalam cinta, pertentangan ego dan luka emosional yang tak terlihat namun begitu dalam. Menurut Duden Jaenudin, vokalis/gitaris sekaligus pendiri SSIS, di sini luka bukan selalu soal darah, melainkan luka di hati, yang ia anggap lebih berat.

Duden, gitaris Hilman Adi Prima, dramer Rizal Subakri serta personel baru, basis Ramdhan Nugraha menggarap produksi “Luka” selama kurang lebih dua bulan. Mulai dari pra-produksi hingga selesai mixing dan mastering, yang dipercayakan kepada Hilman.

Semua direkam oleh para personel band asal Bandung, Jawa Barat ini secara mandiri di FWL Record. Kecuali vokal yang dilakukan di Bandung Creative Hub, dengan keterlibatan penuh dari seluruh personel.

Lahirnya lagu “Luka” berawal dari ide yang datang dari Duden dan Ramdhan, yang menulis lirik serta membangun dasar musiknya. Setelah itu, Hilman masuk dengan ide kreatif yang memperkuat nuansa emosional lagu dan mengarahkan warna musiknya agar lebih modern serta matang.

“Hasil akhirnya adalah karya yang jujur, emosional, dan tetap punya energi khas SSIS,” seru band ini meyakinkan.

Dari sisi musikal, “Luka” benar-benar menggambarkan arah baru SSIS yang lebih modern, emosional, dan dinamis. Mereka tetap menjaga identitas band yang bertenaga, tapi kini dibalut dengan pengolahan aransemen dan sound yang lebih matang.

“Arah musik yang lebih dewasa berarti kami lebih memperhatikan detail: keseimbangan antara melodi, emosi, dan energi. Musiknya tak hanya soal teriak dan distorsi, tapi juga bagaimana rasa dan dinamika bisa menyampaikan makna dari lagu itu sendiri.”

Mereka mengakui, antara lain inspirasi peracikan komposisinya berasal dari band-band mancanegara yang punya karakter kuat secara emosi dan sound. Di antaranya macam Plini, Issues, Simple Plan, Sleep Theory serta band lokal Bandung, Alone At Last.

Dari Plini, mereka belajar tentang eksplorasi melodi dan ambience yang berlapis. Sementara Issues dan Sleep Theory memberi pengaruh dalam penataan groove dan dinamika modern rock yang powerful tapi tetap clean.

Lalu Simple Plan, yang mengingatkan mereka akan energi dan kejujuran khas era awal SSIS. Dari Alone At Last, band bentukan 17 Agustus 2010 silam ini mengambil inspirasi dari nuansa melankolis dan kejujuran lirik-liriknya.

“Gabungan dari semua itu melahirkan karakter baru SSIS yang emosional tapi tetap terasa enerjik dan berkarakter.”

Sambil mempromosikan “Luka”, SSIS juga kini tengah menyiapkan materi-materi baru untuk kebutuhan album mini (EP).

Saat ini, mereka telah memasuki tahap pra-produksi dan penulisan lagu, dimana setiap personel kembali berkontribusi aktif dalam menciptakan warna musik baru yang tetap sejiwa dengan “Luka”.

“Secara konsep, kami ingin mengembangkan sisi emosional dan sound modern rock yang lebih luas dan tetap berenergi, tapi dengan dinamika yang lebih eksploratif.”

“Luka” kini bisa didengarkan di berbagai platform digital streaming. Sementara video musiknya bisa ditonton via tautan kanal YouTube ini. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts