CASTRACTION: “Kami Siap Tunjukkan Taring Kembali!”

Enam tahun berlalu, kini Castraction bangkit dari kematian, dengan wajah dan lagu baru serta amunisi album mini (EP) yang siap rilis awal tahun depan.
castraction
CASTRACTION

Usai berhibernasi, vakum dari kancah musik ‘bawah tanah’ selama enam tahun, Castraction akhirnya bangkit dan kembali menyatukan kekuatan.

Lewat rilisan lagu terbarunya yang bertajuk “Fight For Hope”, unit metalcore asal Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) ini memperkenalkan formasi terbarunya.

Diperkuat oleh vokalis baru, Alinea Lucips, melengkapi gitaris Aqil Fahmi, bassis Hasbullah Hadi dan dramer Bibin, serta kibordis baru, Vani Syahdana.

Lirik di “Fight For Hope” sendiri, menurut Alinea, menjelaskan makna di balik keteguhan hati, kepercayaan, dan keyakinan. “Bahwa pertolongan akan datang dari jiwa-jiwa yang berdiri tegak memperjuangkan,” katanya.

Saat proses pengerjaan “Fight For Hope” – diungkapkan para personel Castraction kepada MUSIKERAS – terbilang cukup rumit. Mereka harus menyatukan opini menjadi satu, dan berharap masing-masing personel bisa terwakili secara instrumentasi.

Sebenarnya, penulisan lagu yang dibuat oleh Aqil pada 2015 silam ini sudah sempat dikerjakan bersamaaan dengan pengerjaan album dua tahun setelahnya.

Namun sayangnya, data lagu yang telah dikerjakan bersama lagu-lagu lainnya raib setelah studio mereka dibobol oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Namun pada akhirnya, tahun ini, Castraction memutuskan kembali ke permukaan. Mereka mengeksekusi produksi rekamannya di Qilsmusic Record Studio, Medan.

Dengan hadirnya vokalis baru, mereka menyempurnakan lagu yang perekaman isian dram-nya telah dilakukan sebanyak lima kali semenjak 2017. Melibatkan hingga tiga orang dramer berbeda.

castraction

Dalam menjalani proses kreatifnya, banyak diskusi dan perdebatan yang dilalukan band ini, dengan tujuan mutlak menciptakan warna baru yang fresh. Namun, tanpa meninggalkan elemen klasik, culture, serta menjaga identitas Castraction.

“Maka dari itu, jujur kami tidak pernah menjadikan band manapun sebagai patokan atau panutan, karena dari semua personel tidak ada yang mempunyai referensi yang sama.”

Maka jalan keluarnya, lanjut mereka, adalah bagaimana cara menyatukan semua ide dari berbagai opini dan gaya masing-masing personel.

“Dengan kata lain, harapannya kami ingin menciptakan ruang kami sendiri untuk para pendengar kami dan menjadi panutan bagi pelaku musik di generasi mendatang.”

Lebih jauh tentang konsep musiknya, Castraction berusaha mempertahankan tradisi lama. Tetap membawa warna musik metalcore dengan rhythm dan melodi klasik awal era 2000-an.

Bukan sekadar genre, tapi sebuah identitas yang tak ingin kami hilangkan. Menyesuaikan pasar tanpa meninggalkan elemen-elemen tertentu.

“Namun, dengan adanya modernisasi di beberapa instrumentasi, seperti permainan synth yang elegan, serta vokal clean yang fresh, menjadikannya sebuah karya yang dibungkus secara modern tapi tidak meninggalkan jati dirinya.”

Prestasi Senyap

Sepak terjang Castraction (sebelumnya menggunakan nama Castra) dimulai pada 2010 silam, dan langsung melesat menjadi band potensial yang muncul ke permukaan membawa keunikannya.

Bahkan pada 2018, mereka berhasil terpilih tampil di panggung bergengsi Hellprint 2018 mewakili Sumut, bersaing dengan ratusan band yang mengikuti audisi.

Pada saat itu, bisa terhitung jari band asal Medan atau Sumut yang berhasil mencatatkan namanya di panggung festival yang digelar di Bandung tersebut.

Sayangnya, ketika mereka kembali ke Medan, tak ada sambutan pujian atau ucapan selamat. Bahkan tidak ada media lokal yang mengangkat atau mengulas prestasi mereka. Senyap.

Alhasil, cetakan sejarah itu hilang disamarkan waktu. Lalu semakin dipudarkan oleh situasi pandemi, yang memicu Castraction melakukan hibernasi dari kancah musik metal.

Untungnya, kerinduan untuk bangkit dari tidur perlahan menguat. Personel yang tersisa, yakni Aqil, Hadi dan Bibin mulai saling menguatkan, memupuk semangat untuk kembali mengibarkan Castraction.

“Belajar dari pengalaman hidup, kami akan mencintai musik kami, mencintai perjalanan kami, tanpa memikirkan omongan, sikap, bahkan perlakuan negatif orang lain,” cetus pihak band optimistis.

Tentu saja, kobaran semangat itu tidak hanya sampai di perilisan “Fight For Hope”. Karena rencana selanjutnya, mereka telah menargetkan perilisan sebuah EP bertajuk “Revival” berisi lima lagu, yang bakal diluncurkan awal tahun depan. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
hazar
Read More

HAZAR: Bukan Sekadar ‘Menghajar Keras’

Menandai pergantian tahun, Hazar letupkan rilisan album debut bertajuk “Minor Dramatic”, yang sarat gaya hardcore dengan irisan metal dan punk.