Dajjal terbentuk pada 10 Oktober 1995 silam dengan semangat perlawanan. Sebuah entitas musik yang mengobarkan paham death metal tanpa kompromi.
Mereka berusaha konsisten menyuarakan anomali sisi gelap dari sifat manusia melalui musik yang ekstrem.
Antara lain ditumpahkan lewat album debut “Amarah” (2000) yang dirilis via label Bandung Sound Productions serta album kedua, “Human Dark Side” (1 Februari 2014), rilisan Heretic Records.
Kini, unit agresif asal Bandung, Jawa Barat ini dibangunkan dari tidur panjang. Setelah sekian lama bersemayam dalam kegelapan, mereka meluncurkan lagu rilisan tunggal terbaru yang memekakkan telinga, bertajuk “Obtuse”.
Dirilis tepat pada pertengahan Juni 2026, lagu yang menjadi pembuka menuju perilisan album penuh ketiga tersebut menjadi serangan frontal bagi mereka yang terjebak dalam dogma dan ketidaktahuan.
“Obtuse” membawa pendengar ke dalam atmosfer kehancuran murni. Muntahan liriknya merupakan tamparan keras bagi fenomena sosial, dimana kebodohan dipelihara dan dipuja secara buta.
Lagu yang diproduseri Dendy ‘Benduh’ Diana dan diedarkan via Coexist Music tersebut adalah cerminan dari realita saat ini. Bukan sekadar lagu, tapi “Obtuse” menjadi ekspresi amukan terhadap sistem yang merayakan ketidaktahuan.

Siklus, Tuntas
Setelah merilis album “Human Dark Side”, sebenarnya para personel Dajjal yang diperkuat vokalis Didi Kurniadi (Barock), dramer Lahir Latiful Sarip, gitaris Asep Ginanjar Novrizal (Asginov) dan Dendy Benduh sudah meniatkan untuk penggarapan materi baru.
Namun saat itu, tutur Dajjal kepada MUSIKERAS, banyak sekali siklus yang harus dilalui sehingga menghambat proses kreatif mereka untuk merampungkan materi album ketiga.
“Bahkan sebetulnya proses rekamannya dilakukan pada pertengahan 2018 silam, tapi belum sempat dirilis karena kesibukan dari masing-masing personel,” kata mereka mengungkap prosesnya.
Materi untuk album itu, digarap selama kurang lebih dua mingguan, yang dieksekusi secara mandiri di dua tempat, yakni di Devota Rock Studio serta Demigod13 Studio.
Setelah melalui era kegelapan Covid19, Dajjal tidak melakukan kegiatan sama sekali sampai bulan lalu. “Akhirnya ada pembicaraan untuk kembali aktif melanjutkan karya yang belum tuntas, yaitu album ketiga.”
Walau melewati masa jeda yang cukup lama, namun dalam urusan penerapan konsep musik, bisa dibilang formula Dajjal tidak beranjak jauh. Tetap di jalur death metal.
“Masih di jalur death metal seperti album sebelumnya, (namun) justru lebih cenderung pelan. Untuk referensi, kami sering dengerin (band) Decapitated, Obscura, Necrophagist, Black Dahlia Murder dan Dying Fetus.”
Sebelum melangkah ke album sepenuhnya, Dajjal berencana melepas lagu demi lagu terlebih dahulu. Lagu lepas kedua akan diluncurkan pada September 2026 mendatang, lalu disusul yang ketiga pada akhir tahun.
Sementara untuk materi album keseluruhan, proses produksinya sudah mencapai 80%.
“Obtuse” kini sudah tersedia di gerai digital Spotify serta video musik resminya yang bernuansa hitam-putih di kanal YouTube. (@mudya_mustamin/MK01)