SABBRA CADABBRA Kehilangan Dramer

Unit metalcore asal Yogyakarta, Sabbra Cadabbra telah mengabarkan baru saja kehilangan penggebuk dramnya, Dwi Agung, lewat sebuah sebaran siaran pers resmi ke media. Tak ada informasi lebih jauh mengenai alasan mundurnya Agung, namun yang jelas ia sudah sempat merampungkan tugasnya mengisi porsi dram di album debut bertajuk “Pandora” yang diedarkan via Demajors.

“Pandora” sendiri digarap sejak tahun lalu oleh Bobby Satria (vokal), Yudhistira Gangga (gitar), Thabrani Andhari atau Tephy (gitar) dan Agung, yang disuguhkan dengan tebaran tema harapan, semangat dan kemarahan dalam lirik-liriknya. Pemilihan tajuk “Pandora” sendiri dirasa cocok dengan makna dari materi lagu-lagunya. Berasal dari kata “Pandora Box”, kotak yang dilarang dibuka dan jika dibuka akan berhamburan segala macam keburukan, seperti penyakit, wabah kesedihan, dan keputusasaan. Para personel pun meyakini bahwa materi lagu di album debut akan menimbukan pengaruh yang sama (tentunya dalam makna positif). Seperti yang diungkapkan Gangga, “Karena di balik dampak-dampak tersebut muncul harapan.”

Gangga dan Tephy sekaligus menjabani peran sebagai produser di album ini, dan mereka memanjakan penikmat musik metal dengan balutan materi metalcore bergaya death metal. Sementara untuk divisi lirik, Bobby bergelut dengan tema-tema seputar lingkungan, kritik yang membangun serta chaos yang banyak terjadi di dunia. “Saya sengaja memadukan tema-tema yang berat tapi mudah untuk dimengerti, agar penikmat mampu membaca dan berimajinasi tentang apa yang saya tulis,” cetusnya.

Sabbra Cadabbra dibentuk pada 31 Oktober 2013 lalu, yang mendapatkan ide nama band dari salah satu judul lagu milik band rock legendaris dunia, Black Sabbath. Inspirasi musikalnya sendiri banyak mengacu pada band-band seperti Lamb of God, Parkway Drive, Killswitch Engage, Chthonic, Slipknot, Trivium hingga The Black Dahlia Murder. Geliat liar Sabra Cadabra lantas mulai dikenal publik metalhead lewat single “Agony of War” dan “Rage”. Versi digital album “Pandora” bisa didapatkan via pasar musik digital seperti iTunes, Spotify, Dezzer dan lain-lain.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
karam
Read More

KARAM: Kepekatan Black dan Doom Metal

Sebelum menuju album, sejauh ini Karam telah memperdengarkan dua lagu rilisan tunggal. Termasuk yang terbaru, “Rekah” yang diformulasikan lebih gelap.
danz
Read More

DANZ: Trio Nekat Pindah Sekte?

Personel ADA Band, Lyla dan Govinda menyatu dalam formasi DANZ, yang menggeber formula modern rock yang lebih gelap, agresif serta eksploratif.
jivamaya
Read More

JIVAMAYA: Kisah Nyata di Balik Post-Rock

Pengalaman nyata menuntun Jivamaya untuk meneguhkan niat mewujudkan karya lagu rilisan tunggal debutnya, dan keluar dari zona nyaman.