Hampir tiga tahun setelah kepergian vokalis Raziv a.k.a Jek yang tutup usia pada pertengahan April 2014 silam, unit Groove Death Metal asal Bandung Selatan, Devormity akhirnya kembali menggeram lewat karya musik terbarunya. Tepatnya pada 28 Februari 2017 lalu, band jebolan Bandung Death Fest #5 tersebut merilis dua single demo bertajuk “Darah” dan “Entangled” yang dikemas dalam format cakram padat (CD) dengan jumlah terbatas bertajuk “Satir”.

Demo? Ya, para personel Devormity sekarang, yakni Rizkia (vokal), Vey (gitar), Ekky (bass) dan Redda (dram) menyebutnya begitu, namun mereka menggarap kedua lagu tersebut dengan kualitas yang bagus, dicetak profesional seperti album, bukan di-burn biasa. “Sebenarnya (CD) ini tuh promo sih, cuman karena mungkin kami ngegaet label, terus promo ini kami kasih titel ‘Satir’, jadi terkesan kaya album, hehehe…. Padahal ini tuh promo,” ungkap Vey kepada MUSIKERAS.
Vey lalu menambahkan lagi, bahwa alasannya merilis materi promo seperti itu untuk menumpahkan sindiran pada skena metal saat ini. “Ketika ironi sekarang di underground ada pengotak-kotakan. Jadi tujuan kami (adalah) ngelawan arus pake materinya Devormity yang baru.”
Sebenarnya, proses penggarapan demo “Satir” yang bekerja sama dengan label Jakarta Brutal Mind sudah dikonsep sejak lama. Namun menurut Vey, baru bisa dikerjakan serius pada awal 2016, dan berlangsung selama lima bulan karena sering terhadang kesibukan para personel di luar urusan band. Rekamannya sendiri – untuk dram – dimulai pada pertengahan Agustus 2016 di MasterPlan Recording Chamber dengan bantuan Oteng ‘Forgotten’ sebagai engineer. Sebulan kemudian giliran rekaman untuk sesi bass dan gitar di Sanwa Recording dengan bantuan Aandi sebagai engineer. Lalu pada Oktober, Devormity merekam part vokal di Yeah Music Studio dengan bantuan engineer Donovan Stigmatuary. Lalu tahap terakhir, yakni proses mixing dan mastering yang dieksekusi oleh Sandy Simon. Desember 2016, keseluruhan proses produksi kedua single tersebut pun rampung.
Untuk album sendiri, Devormity sudah mencanangkan akan memuntahkannya tahun depan. Dan tahun ini, mereka akan fokus mengolah materi lagu baru yang sejauh ini masih sangat mentah, dan merekamnya pada akhir 2017 mendatang.
Devormity dibentuk oleh mendiang Jek dan Redda pada 20 Desember 2009 dan sempat menghasilkan dua buah lagu promo. Dua tahun setelahnya, bergabung Vey dan Ekky melengkapi formasi Devormity. Formasi ini melahirkan album mini (EP) bertajuk “Suffering Inhuman The Impalement” (2011), lalu split album bersama Humilation berjudul “Apophis” (2012) serta album kompilasi “Death Metal Army” (2013). Album debut “Revolusi dan Agresi” dimana vokal diisi oleh Jek dirilis pada Agustus 2014 via label Extreme Souls Production, memuat 10 lagu plus lagu milik Jasad yang berjudul “Urine Campur Nanah”. (Mdy)