Selamat Tinggal CHRIS CORNELL!
Salah satu vokalis rock berpengaruh di dunia, Chris Cornell ditemukan telah meninggal dunia usai manggung bersama bandnya, Soundgarden di Fox Theatre, Detroit, AS pada Rabu malam (17/5) waktu setempat. Chris menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 52, meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak. “Kematiannya sangat mendadak dan tak terduga,” cetus Brian Bumbery, perwakilan keluarga Chris. Sampai saat ini, penyebab kematian Chris masih simapng-siur. Belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga.
Namun, menurut beberapa siaran media, Chris yang ditemukan tak bernyawa lagi diduga bunuh diri di dalam kamar mandi, di kamar hotelnya di MGM Grand Hotel. “Sesuatu melilit kencang di lehernya,” ungkap seorang sumber.
Soundgarden sendiri saat ini sedang tahap jeda menjalani proses penggarapan rekaman album studio ketujuh, yang lantas dimanfaatkan Chris untuk melakukan tur solo mempromosikan album “Higher Truth”, sementara dramer Soundgarden, Matt Cameron bergabung dalam formasi tur Pearl Jam. Pada 2010 silam, Soundgarden melakukan reuni setelah 13 tahun vakum, yang kemudian berhasil menelurkan album “King Animal”, setelah 16 tahun absen merilis album. Saat Chris meninggal, ia dan Soundgraden tengah menjalani tur di kawasan Amerika Utara yang dimulai pada 3 mei di Atlanta, dan direncanakan berakhir pada 27 Mei di Rocklahoma Festival, Oklahoma.
Sejumlah musisi rock seperti Alex Skolnick (Testament), Scott Ian (Anthrax), Dave Navarro (Jane’s Addiction), Danny Worsnop (Asking Alexandria), Glenn Hughes (Deep Purple), Dino Cazarez (Fear Factory), Sebastian Bach hingga Mark Tremonti (Alter Bridge) mengungkapkan kesedihan mendalam lewat lini masa di media sosial masing-masing.
“Chris adalah penyanyi yang paling berpengaruh buat saya sebagai penulis lagu. Saya baru saja menyaksikan penampilannya beberapa hari lalu, sungguh menyesakkan,” tulis Mark Tremonti via Twitter.
“Salah satu pengaruh terbesar saya. Seorang vokalis dan penulis lagu terbaik besar sepanjang masa,” ungkap Danny Worsnop.
Chris Cornell yang terlahir dengan nama Christopher John Boyle pada 20 Juli 1964 mengukir nama besarnya lewat Soundgarden, salah satu raksasa rock alternatif yang muncul di saat grunge menginvasi kancah rock dunia pada era ‘90an. Kelahiran Soundgarden yang terbentuk di Seattle, Washington AS pada 1984 silam itu sendiri digagas oleh Chris Cornell, gitaris Kim Thayil serta bassis Hiro Yamamoto. Dua tahun kemudian dramer Matt Cameron bergabung. Pada 1990, bassis Ben Shepherd lantas direkrut untuk menggantikan Hiro. Kesuksesan dunia Soundgarden tercipta saat mereka merilis album “Superunknown” (A&M Records). Album yang antara lain melejitkan single “Black Hole Sun” dan “Spoonman” tersebut melesat menjadi yang terlaris di Amerika versi Billboard charts. Sepanjang karirnya, angka penjualan seluruh album Soundgarden, yaitu “Ultramega OK” (1988), “Louder Than Love” (1989), “Badmotorfinger” (1991), “Superunknown” (1994), “Down on the Upside” (1996) dan “King Animal” (2012) mencapai lebih dari 22 juta keping di seluruh dunia.
Di luar Soundgarden, Chris Cornell pernah memprakarsai lahirnya Temple of the Dog, sebuah band tribute yang dipersembahkan untuk mendiang sahabatnya, Andrew Wood, vokalis Mother Love Bone. Band ini dihuni perpaduan personel Soundgarden, Mother Love Bone dan Pearl Jam, yakni Chris sendiri, Stone Gossard (gitar), Jeff Ament (bass), Mike McCready (gitar), Matt Cameron (dram) dan vokalis tamu, Eddie Vedder. Saat Soundgarden vakum, Chris merangkai karir solonya dan sudah merilis lima album. Pada 2001, Chris berkolaborasi dengan tiga personel Rage Against the Machine, yakni gitaris Tom Morello, bassis Tim Commerford dan dramer Brad Wilk dan membentuk band bernama Audioslave. Kolaborasi ini menghasilkan “Audioslave” (2002), “Out of Exile” (2005) dan “Revelations” (2006).
Buku tentang perjalanan karir Chris Cornell saat ini tengah digarap oleh Banger Film, namun belum ada info detail mengenai jadwal penerbitannya. (MK01)
Kredit foto: Don Van Cleave
.