Profil JIKUNSPRAIN, dari Album Kompilasi “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL. 2”

“Gelap Tak Berujung” adalah salah satu single berdistorsi yang benar-benar fresh from the oven, yang tersaji secara eksklusif di album kompilasi digital “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL. 2” yang telah dirilis kemarin. Lagu tersebut dipersembahkan oleh Jikunsprain, unit rock cadas yang ditiupkan nyawanya oleh Jiks, yang juga dikenal sebagai gitaris band rock senior asal Bandung, /rif.

Single terbaru tersebut melengkapi lagu-lagu lepas yang sebelumnya diluncurkan Jikunsprain sebagai persiapan menuju album baru. Sejak Mei 2016 lalu, band yang kini dihuni formasi Jiks (gitar), Sasongko (vokal), Oktav (bass) dan Reza (dram) sudah merilis single bertajuk “Malaikat Hitam”. Lalu pada September di tahun yang sama, Jikusnprain kembali melepas “Rock di Udara”, sebuah single daur ulang milik band rock legendaris God Bless. Semuanya dirilis dalam format digital.

Sebenarnya, cikal bakal lagu “Gelap Tak Berujung” yang masih berupa intro tersebut, menurut Jiks, sudah sering ia mainkan saat melakukan soundcheck, sejak sekitar 2010 silam. Ia mengawalinya sebagai sebuah komposisi gitar instrumental dengan kord dasar di G minor. “Tapi entah kenapa kalau saya kembali mendengar sendiri instrumental ini, rasanya kayak orang pegel perasaan, mandek, buntu, kesel-kesel,” ungkap Jiks kepada MUSIKERAS.

Namun evolusi lagu tersebut ternyata terus berkembang. Ketika memutuskan untuk menghidupkan Jikunsprain kembali pada awal 2016 lalu, bersama Oktav, Jiks lalu kembali mengotak-atik lagu “Gelap Tak Berujung” dengan memadukan lirik dan vokal yang heavy metal ala era awal Black Sabbath dan Judas Priest.

“Saya coba kembali mengarangsemen lagu itu, dan memindahkan intro kord ke F#minor sehingga terasa lebih heavy, dan dengan mudah tema lirik pun dibuat ke arah situ tadi, yaa kesel kesel, bete-bete, pegel pegel perasaan dan amarah. Saya mulai membuat lirik sendiri yang sangat berbeda temanya dibanding (album) ‘Sprained’ yang terdahulu.”

Tema itu pula yang menurut Jiks, bakal mendominasi enam lagu yang akan termuat di album mini kedua Jikunsprain, yang rencananya rilis tahun ini via label Greendland Records. “Hampir semua lirik dan tema dari lagu-lagunya berkesan gelap, korban kesesatan, kemarahan, pembodohan dan keyakinan yang dipertaruhkan,” cetus Jiks menegaskan.

Karir Jikunsprain mulai bergulir sejak awal 2007, dan pada April 2008 merilis album debut bertajuk “jikuNspraiN” yang memuat enam komposisi instrumental plus dua lagu berlirik, yakni berjudul “Untuk Dirimu” dan “Throwing Life”.  Di proyek awal ini, Jiks dibantu oleh bassis Oktav, vokalis Pongky (Jikustik/The Dance Company) serta mendiang Andre Chilling (dram). Album tersebut hanya diproduksi terbatas, hanya sekitar 1000 keping. Pada Juli 2008, terjadi perubahan formasi band, dimana Bima (dram) dan Megadalle/Oggie (vokal) masuk menggantikan Andre dan Pongky. Formasi ini lantas tampil pertama kali di panggung “Jakarta Rock Parade” pada 13 Juli 2008. Setelah sempat menelurkan single bertajuk “Ngetop” via “NuBuzz Compilation Album” pada Desember 2008, Jikunsprain lantas merilis album berikutnya, yakni “Sprained” pada 16 Maret 2009.

Album kompilasi “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL. 2” sendiri sudah bisa dibeli via berbagai gerai digital seperti iTunes, Spotify, Joox dan lain-lainnya. Dan tidak kalah dibanding ‘volume 1’ yang sudah beredar di pasaran digital sejak 22 Maret 2017 lalu, formasi band yang dilibatkan kali ini tetap sangar, dan bahkan semakin berbahaya. Selain Raksasa, Jikunsprain, Bissing dan Wolfpak yang sudah kami ulas profilnya, ada pula dua pentolan legendaris di ranah rock dan metal Tanah Air, yakni Edane dan Sucker Head.

Oh ya, penjualan “MUSIKERAS CRACKED IT! VOL 1” sendiri saat ini juga masih berjalan, dan bisa dibeli atau didengarkan via kanal-kanal digital seperti iTunes, Spotify, Joox dan lain-lainnya. Sekadar mengingatkan, album tersebut juga melibatkan para pejuang musik cadas berbahaya, seperti band rock legendaris Roxx (Jakarta), Tremor (Jakarta), Arkenstoned (Jakarta), Aftercoma (Bandung), Holykillers (Tangerang) dan Godless Symptoms (Bandung). Lebih jauh tentang rilisan ini, silakan langsung intip di microsite “CRACKED IT!” di portal ini juga.

Dengan rilisan “Cracked It!” ini, MUSIKERAS (yang bekerja sama dengan Locker Media untuk proyek album kompilasi tersebut) semakin memantapkan posisi sebagai media penyaluran idealisme musik penggetar kuping. Kami tak hanya hadir sebagai penebar berita-berita bertensi tinggi, tapi juga telah memuntahkan album kompilasi digital beringas yang merangkum band-band independen di Tanah Air.

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *