EVOLVED Tancapkan Eksistensi Lewat EP Self-Tittled

Sesuai namanya, unit rock alternatif asal Jakarta, Evolved benar-benar berhasil mengembangkan karirnya ke arah yang lebih serius. Belum lama ini, band yang dihuni Mario (vokal), Ardi (gitar) dan Anto (dram) tersebut merilis album mini (EP) debut self-tittled, yang kini sudah diedarkan dalam format digital di gerai iTunes, Joox dan Spotify.

Para personel Evolved sendiri mulai menggarap rekaman album berisi lima lagu tersebut sekitar September 2016 lalu, dan selesai sampai dengan proses mastering pada Februari hingga Maret 2017. Eksekusi rekamannya dilakukan di Thens Studio, di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. “Dosa” adalah single pertama yang telah digelindingkan ke publik rock Tanah Air sebagai penyingkap tirai perkenalan. Menurut pihak band, “Dosa” dipilih sebagai single pemanasan karena memiliki cerita dan pesan yang jelas, bahwa manusia sering kali tidak luput dari kesalahan, bahkan bisa berulang kali.

Menyinggung soal konsep musik, Mario yang dihubungi MUSIKERAS menuturkan bahwa sebagian besar ide di balik penggarapan lagunya mengalir begitu saja, yang akhirnya bermuara menjadi lagu. Semuanya terjadi saat ketiga personelnya berkolaborasi di studio.

“Tiga kepala masing-masing punya ide dan materi yang ‘dimasak’ bersama-sama. Tapi memang tidak bisa dipungkiri, referensi musik juga mempengaruhi warna dan ciri khas dari musik Evolved itu sendiri. Dengan memantapkan musik di jalur rock, banyak sekali band-band (era) ‘90an yang menjadi referensi. Mulai dari Nirvana, Soundgarden, Stone Temple Pilots, Perfect Circle, Smashing Pumpkins, Pearl Jam, bahkan sampai The Police yang eranya lebih lama lagi,” ulas Mario panjang lebar.

Dan secara keseluruhan, Evolved puas dengan hasil akhir kreativitas mereka di album. Dan mereka bahkan tidak bisa memilih, lagu manakah yang paling membanggakan mereka sebagai musisi. “Semua lagu punya bobotnya masing-masing. Memiliki pesan dan makna yang berdiri sendiri,” cetus Mario menegaskan.

Lantas, Mario menyebut single “Dosa” yang disebutnya sangat kuat pada porsi liriknya serta porsi isian gitar yang juga sepadan dengan komposisi band dengan tiga personil. Kemudian ada lagu “Abaikan”, dimana temponya sedikit cepat dan bersemangat. Sementara di lagu “Bisikan Puisi Hampa” mereka sedikit mengimbuhi elemen string yang ‘dalam’ serta permainan gitar clean yang mengawal vokal.

Geliat karir Evolved dimulai oleh Mario, mantan vokalis Popcorn, band musik cadas di era ‘90an yang kemudian hijrah ke Friends of Mine sejak 2003 hingga 2014. Didasari keinginan mencoba sesuatu yang baru dalam bermusik, yakni tetap dengan semangat rock namun lebih minimalis. Rock ‘90an yang merangkul sub-genre seperti alternative, grunge dan indie rock pun ia pilih sebagai cetak biru musik band barunya. Mario lantas mengajak Ardi yang pada waktu itu baru menyelesaikan studinya di Semarang untuk mengisi posisi gitar. Ardi yang juga pernah tergabung di band metal asal Semarang bernama FourBleed lalu mengajak Anto untuk memperkuat lini dram. September 2016 Evolved resmi terbentuk dan langsung memutuskan mengumpulkan materi lagu ciptaan sendiri. Kini, lewat album self-tittled, Evolved ingin lagunya bisa didenger oleh khalayak ramai, dan bisa menambah jam terbang mereka di panggung. Selain itu, Mario, Ardi dan anto juga berharap bisa segera merilis albumnya ke dalam format cakram padat (CD).  (MK01)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.