Walau tempat kelahiran Rape Me terpaut sekitar 8 ribu mil jauhnya dari Seattle, AS, kota kelahiran aliran musik grunge, namun racikan distorsi salah satu band yang mereka panuti, Nirvana (pasca album “Bleach”) rupanya telah menancap tajam di sanubari unit alternative rock asal Depok ini. Single “Koruptor” yang telah mereka rilis via ripstore.asia kuat memancarkan pengaruh itu.
Kenapa harus pasca album “Bleach”?
“Nirvana adalah salah satu inspirasi kami dalam bermusik. Kenapa kami memilih genre grunge dan era pasca ‘Bleach’, karena di situ tercermin jelas kemuakan dan pemberontakan dalam jiwa para generasi muda yang merasa membutuhkan perhatian, mulai dari keluarga, lingkungan luar maupun teman terdekat. Dan itu yang kami rasakan,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, beralasan.
Namun tentu saja, Rape Me yang dihuni formasi Kiki Maulana (vokal/gitar), Alex Wallece (gitar), Bobby Kalasuso (bass) dan Reza Nugroho (dram) tidak menelan mentah-mentah apa yang mereka dapat dari Nirvana. Ada perbedaan besar yang melatar-belakangi gerakan keduanya. Bila nuansa kemarahan generasi yang lahir pada pasca Perang Dunia II di era ‘90an dipicu oleh Vietnam Pop Culture yang kasar serta kemuakan pada suguhan musik di MTV, Rape Me justru lahir sebagai perwakilan millenialis dari kota yang seharusnya intelektual – karena banyak kampus berdiri di sana – namun terkenal korup yang membuat mereka muak.
Tak bertujuan menjadi epigo, lewat single “Koruptor” yang kental warna sound ‘90an, plus jurus empat kord, Rape Me sukses menyulap teriakan kemarahan khas Gen-X dengan gaya Kurt Cobain menjadi kemarahan generasi internet hari ini yang sedang bangkrut secara politik. Namun berbeda dibanding lirik-lirik lagu Nirvana yang cenderung gelap dan sarat analogi bersayap, Rape Me justru menulis lirik-lirik yang sarkastik, terang-terangan tanpa tedeng aling-aling.
“Lagu ‘Koruptor’ kami buat pada 2015 akhir, yang menceritakan ketimpangan hukum dan keadilan di negara ini, direkam setahun setelahnya, tepatnya 12 Desember 2016 lalu di salah satu tempat rekaman rumahan, yaitu Play Recod di daerah Jakarta Timur,” ungkap pihak band lagi.
Rape Me sebenarnya mulai menggeliat pada 2005 silam. Sepanjang perjalanannya kerap berganti nama dan personel dan bahkan vakum selama dua tahun. Pada 19 April 2008, Rape Me bangkit kembali dan mulai menapaki panggung underground Tanah Air. Nama ‘Rape Me’ diambil dari sebuah judul lagu Nirvana yang berarti ‘Perkosa Aku’. Namun bagi para personel Rape Me, nama tersebut tidak bermaksud porno, melainkan lebih dimaknai sebagai pelajaran hidup dari sudut padang berbeda. “Mau nggak mau ya harus mau, suka nggak suka ya harus suka, enak nggak enak ya harus enak, karena hidup bagaikan ‘diperkosa’!” (MK01)
.