KRAS Kembali Menghujam Keras Lewat “One Shot One Kill”

Tidak puas dengan dua album mini (EP) sebelumnya: “Patriam Fur” (2105) dan “Heavy Metal Punk Machine” (2017), unit heavy metal berbasis Jakarta, KRAS merilis single terbaru, “One Shot One Kill” via kanal resmi mereka di YouTube sejak 3 September 2017. Seperti lagu-lagu sebelumnya, “One Shot One Kill” ditampilkan dengan keras dan berselimutkan elemen-elemen thrash dan heavy metal seutuhnya.

Video musiknya sendiri dikemas dalam balutan tema kebahagiaan para personel KRAS, yakni Bobby (vokal/bass), Eben (gitar), Brio (gitar) dan Eq (dram) saat tampil di hadapan teman-teman sejiwa mereka. Juga gambaran anak band yang berlatih di garasi, melakukan rekaman, berharap mendapatkan deal dengan label rekaman dan meraih kesuksesan.

Konsepnya sangat sederhana. Hanya berupa penampilan KRAS di dalam garasi (garage band), dimana idenya terpantik dari celotehan Eben dan Bobby yang lantas digelembungkan oleh Adi Wirantoko, sebagai sutradara dan sinematografer video musik ini, hingga tercipta sebuah gagasan untuk menonjolkan nuansa oldschool thrash metal era ’90-an.

Eben mangaku puas dengan hasil akhir video musik garapan Adi. Karena visualisasi yang ditampilkan selaras dengan tema lirik yang disampaikan KRAS. “Meskipun di situ tidak ada crowd, tapi KRAS tetap semangat dan enerjik, karena ingin membagikan chemistry dan energi kepada para penonton. Kami benar-benar hanya mengandalkan performa dan lagu kami secara total agar penonton merasa kicked ass, fokus kepada kami dan materi lagu kami,” kata Eben kepada MUSIKERAS.

Dari sisi musik, lagu yang didapuk sebagai gerbang pembuka sebelum diluncurkannya  album penuh mereka tahun depan ini lebih padat dan pengolahan sound-nya lebih detail dibandingkan dengan karya-karya KRAS sebelumnya. “(Album) ‘Patriam Fur’ itu emang diset biar berasa raw and vintage. Itulah kenapa rekamannya barengan (jamming) dan kotor-kotor gitu (sound-nya). Di ‘Heavy Metal Punk Machine’ kami mulai ilangin kotornya, dan udah mulai agak tight semenjak Eben menjadi supervisi proses rekaman bersama Karis (DeasSquad). Tapi “One Shot One Kill” ini beda. Meskipun tetap keras,” ujar Bobby.

Yang tidak kalah penting, melalui video musik ini, KRAS ingin memerkenalkan dramer baru mereka, Erlangga “Eq” – eks dramer Divine yang menggantikan Dimas Fajar. “Kami ingin perkenalkan energi baru KRAS bersama Eq kepada khalayak. Dan lagu “One Shot One Kill” adalah pilihan yang tepat karena kami memberikan ruang kepada Eq untuk berkontribusi penuh menjadi partner gue dalam mengomposisi musik KRAS di album penuh kami,” urai Eben melanjutkan.

“Selain itu, KRAS juga ingin membuktikan kepada khalayak metal Tanah AIr bahwa kami ngeband dengan roots heavy metal dan thrash metal itu nggak fake. Kami bahagia dan menikmati eksis di jalur ini,” timpal Bobby, yang bertanggung jawab atas barisan lirik dan notasi vokal “One Shot One Kill”.

KRAS, awal mulanya bernama B.A.D. yang merupakan akronim dari nama para personelnya; Bobby Rizkyawan, Audi Cabrio dan Dimas Fajar. Setelah mantan gitaris band GRIBS, Eben Andreas bergabung, mereka lantas mengganti nama menjadi KRAS, yang memiliki filosofi ‘keras’. Pada 2015, KRAS merilis album mini perdananya, “Patriam Fur” dalam format kaset yang dirilis ulang dalam format cakram padat berbarengan dengan EP kedua “Heavy Metal Punk Machine” via Undying Music. (Riki Noviana)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
cloudcry
Read More

CLOUDCRY: Pendekatan Tajam dalam Metalcore

Sebuah ‘surat dari luka yang dalam’ kini disuarakan Cloudcry lewat berondongan metalcore yang lebih padat, tajam, agresif sekaligus emosional.
infusion
Read More

INFUSION: Lebih Brutal di “Carmine”

Melanjutkan perjalanannya di pentas musik ekstrem, kali ini Infusion hadirkan kobaran musik yang lebih agresif, gelap dan mengancam di lagu terbarunya.
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.