RUANG KOSONG Lawan Kekejian dengan Distorsi Kumuh

Unit alternative rock/grunge asal Surabaya ini mencoba mencari perhatian lewat komposisi lagu yang terdengar kumuh, lusuh, namun dinamis dan bergemuruh. Seperti yang tertuang di single ketiga Ruang Kosong, “Lawan Mereka”, yang telah rilis sejak 9 Desember lalu, tepat di peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia. Single ini juga sekaligus menjadi jembatan menuju perilisan album mini (EP) yang saat ini tengah digarap.

Jika melihat konsep musiknya lebih jauh, Ruang Kosong mendeskripsikannya sebagai paduan tone yang berat, cepat, spirit menggebu-gebu, dengan lirik yang lugas dan simpel. “Hanya memiliki dua verse dan reff yang diulang-ulang. Terinspirasi dari gaya cepat lagu Nirvana, territorial pressings dan riff gitar berat ala Jerry Cantrell (Alice in Chains),” urai pihak band kepada MUSIKERAS.

“Lawan Mereka” sendiri mulai digarap oleh vokalis dan gitaris Dicky R. Dhermawan pada 2016 lalu. Lalu diperkenalkan ke Ruang Kosong pada awal 2019. Seluruh lagu untuk EP, termasuk “Lawan Mereka” direkam pada akhir Juli di studio legendaris Nada Musika dengan bantuan Edi Hazt, seorang musisi ternama di dunia pengolahan suara rekaman di Surabaya.

Beberapa kejadian tak terduga sempat menunda perampungan “Lawan Mereka”. Seminggu setelah perekamannya, dramer Adhitya mendadak hengkang dari band. Kini posisinya telah digantikan oleh Muhammad Fariz Alfarieza Udi. Selain itu, perdebatan dalam pemilihan tone distorsi juga sempat mewarnai prosesnya. Dan yang paling menyesakkan, ketika proses produksi “Lawan Mereka” rampung dan siap disebarluaskan, mendadak datanya tersimpan ulang pada bagian finishing, sehingga menyebabkan kemunduran jadwal hingga akhir November lalu.

Oh ya, tentang lirik dengan tema perlawanan di lagu “Lawan Mereka” sendiri dilatari kegeraman Ruang Kosong akan sikap otoriter yang keji terhadap kaum kelas bawah, serta atas nama keadilan dan solidaritas. “Lagu ini menceritakan tentang penindasan, perlawanan dan kemerosotan moral. Dengan tempo menggebu-gebu sejak awal lagu, menggambarkan diskontraksi kesalahan hidup yang stagnan dan membosankan. Seakan terpenjara, lalu mencoba berpikir melawan dunia dengan konfrontasi doktrin palsu atas pengelola negara yang semakin absurd.”

Selain Dicky dan Fariz, Ruang Kosong yang terbentuk sejak 2015 lalu ini juga diperkuat oleh gitaris Novan Maulana Ishak serta bassis Enggar Tiastos. (aug/MK02)

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
cloudcry
Read More

CLOUDCRY: Pendekatan Tajam dalam Metalcore

Sebuah ‘surat dari luka yang dalam’ kini disuarakan Cloudcry lewat berondongan metalcore yang lebih padat, tajam, agresif sekaligus emosional.
infusion
Read More

INFUSION: Lebih Brutal di “Carmine”

Melanjutkan perjalanannya di pentas musik ekstrem, kali ini Infusion hadirkan kobaran musik yang lebih agresif, gelap dan mengancam di lagu terbarunya.
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.