Tiga Kepala D’ARK LEGAL SOCIETY Menghajar “Spektator”

Ada yang berbeda di internal band alternative metal asal Jakarta ini. Akhirnya, lewat single terbarunya yang bertajuk “Spektator”, D’Ark Legal Society (DLS) memutuskan untuk mempertegas formasi tiga kepala, yakni Mattheus Aditirtono (vokal/bass), Aldo Kosim (gitar/vokal latar) dan Casey Renaldy (gitar), tanpa penggebuk dram.

Apa yang terjadi?

“Tidak ada drama atau apa-apa sih, hahaha… cuma proses kreatif kami memang dari dulu bertiga sebenernya, dan akhirnya sekarang memutuskan untuk menjadikan posisi dramer sebagai additional. Karena memang dari rilisan pertama pun sebenarnya otak kreatifnya hanya bertiga, dan para dramer jagoan yang sedang atau pernah main dengan kami semua lebih ke arah sekadar memberi input untuk isian drumnya, atau bahkan ada yang simply cuma sekadar main apa yang sudah ditulis atau direkam di trek demo,” ungkap pihak band kepada MUSIKERAS, mengklarifikasi.

Selain formasi, pendekatan yang dilakukan dalam mengolah komposisi dan aransemen di lagu baru DLS ini juga ada yang berbeda. Meski tetap mengusung etos kerja do it yourself (D.I.Y), namun “Spektator” juga mulai melibatkan pihak luar, seperti Jesslyn Juniata (kibordis Jeslla & Goodnight Electric) di kursi engineer untuk teknis rekaman vokal serta Adria Sarvianto untuk urusan pemolesan mixing.

Selain itu, warna musik “Spektator” juga dikemas dengan komposisi instrumen yang powerful, namun masih straight forward. Di lagu itu, DLS juga menggunakan lirik berbahasa Indonesia yang mengacungkan kritikan untuk para netizen di sosial media yang sering melempar komentar seenaknya, sehingga kerap menimbulkan perdebatan, drama dan kontroversi.

“Yang pasti, kalau dibilang berbeda, kami kebetulan pasti berbeda di setiap rilisan, cuma benang merahnya tetap mengarah ke alternative metal. Secara karakter pun berbeda, yang kali ini lebih cenderung urakan dan nyeleneh dibanding rilisan kami sebelum-sebelumnya, yang cenderung lebih dark, baik secara musik atau liriknya. Perbedaan lainnya, ‘Spektator’ merupakan lagu kedua kami yang liriknya menggunakan bahasa Indonesia setelah ‘Darah’.”

Demo “Spektator” sendiri sebenarnya sudah mulai digarap sekitar November tahun lalu. Diawali Mattheus yang mengirim demo via WhatsApp, dimana isinya sudah terisi permainan instrumen, termasuk vokal buat kebutuhan demo dan guide. Namun pada awal 2020, setelah sempat terhadang banjir, baru mulai merekam ulang semua instrumen di studio rumahan masing-masing personel. Sekitar pertengahan Februari, tracking untuk vokal dieksekusi di Jessphillia, studio milik Jesslyn Juniata. Lalu pada akhir Februari, hasil rekaman memasuki tahapan mixing di 31dB studio, yang pengolahannya dipercayakan pada Adria Sarvianto, sound engineer Blackandje Records, Down For Life dan Inlander. Kurang lebih, mulai dari pembuatan demo hingga menjadi single final menghabiskan waktu selama sekitar empat bulan.

Sejauh ini, DLS yang terbentuk pada 2007 silam dan pernah mewakili Indonesia di ajang Festival Envol et Macadam, Quebec, Kanada pada 2017 telah merilis sebuah album penuh berjudul “Fruit of Chaos” (2015), album mini (EP) “Simulacra” (2017) serta single “Delusional” pada Juli 2019.

“Spektator” sendiri kini sudah bisa didengarkan via berbagai layanan jasa dengar musik digital (streaming) seperti Spotify, Apple Music, Deezer, Amazon Music dan lain-lainnya. (mdy/MK01)

Baca juga: https://musikeras.com/2019/07/27/dark-legal-society-eksploratif-di-delusional/

.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
jamsky
Read More

JAMSKY: Tahun Ini Siapkan Album Debut

Lewat lagu baru, “Taklukkan Dunia”, Jamsky mantap berkiprah secara lebih serius di skena rock Indonesia. Bahkan sisa tahun ini, diniatkan rampungkan album.
burning impact
Read More

BURNING IMPACT: Didihkan EP Debut

Bersama Cute Papa, gitaris barunya yang misterius, Burning Impact mulai panaskan lagu-lagu rekaman terbarunya yang bakal disatukan dalam sebuah album mini (EP).
cyrocist
Read More

CYROCIST: Demo Abstrak nan Beringas

Sambil menyiapkan materi album perdananya, Cyrocist melepas tiga lagu dalam kemasan demo bertajuk “Dossier MMXXVI” yang abstrak, gelap dan beringas.