EIRA Menghujat Pengguna Media Sosial yang ‘Berantakan’

Hampir tiga tahun sejak terbentuk, akhirnya kuartet punk/metal asal Bandung ini berhasil menumpahkan sumpah serapahnya lewat single debut bertajuk “Berantakan”. Dirilis tepat awal Januari 2021 lalu via berbagai penyedia jasa dengar musik digital (streaming) seperti Spotify, Apple Music, iTunes, Tidal, Amazon Music, YouTube Music hingga Deezer.

Terbentuk pada 27 April 2018, EIRA diperkuat oleh empat musisi dengan latar belakang genre musik berbeda, namun punya satu kesamaan visi. Mereka – Weganaldi ‘Egaw’ Dimyai (dram), Jondry ‘Ijon’ Sinurat (bass/vokal), Rafly Pratama (gitar) dan Abi ‘Acil’ Rafdi (gitar/vokal) – mengombinasikan terapan lead rock dengan ketukan dram cepat sebagai ciri khas musiknya.

“Kami bisa membuahkan sebuah karya ‘Berantakan’ karena terinspirasi dari (band-band seperti) From Ashes Rise, Motorhead, Toxic Holocaust, Municipal Waste, Disfear, dan lain-lain,” seru EIRA kepada MUSIKERAS menegaskan.

Dalam raungan liriknya, “Berantakan” ditujukan untuk kaum remaja yang tak bisa mengendalikan dirinya di media sosial, yang mengeritik sesuka hati, mengedukasi namun dengan tujuan yang berbeda, membuat kontroversi agar menjadi eksis  dan hilang arti dirinya.

“Sebetulnya sah-sah saja bebas melakukan apa saja di media sosial, hak semua orang. Adanya lagu ‘Berantakan’ ini hanya untuk mengingatkan bahwa media sosial itu tidak hanya untuk menghujat, menggiring opini, dan mencari muka untuk mendapatkan sosok idamannya.”

Proses kreatif penggarapan “Berantakan” sendiri dibuat di rumah Rafly, gitaris EIRA, untuk keseluruhan instrumentasi dan vokal. Pada hari eksekusinya, mereka melakukan workshop untuk pembuatan lagu. Tidak butuh waktu lama, hanya sehari, lantaran lirik sudah dibuat sebelumnya. Khusus untuk pemolesan mixing dan mastering, EIRA merampungkannya di Conscience Record.

Setelah perilisan “Berantakan”, rencana terdekat EIRA berikutnya adalah menyiapkan pembuatan EP atau album penuh. Sampai saat ini persiapannya sudah masuk ke tahapan penggodokan demo musik. Tapi sebelumnya, akan ada rencana untuk meluncurkan single kedua terlebih dahulu. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
rascal
Read More

RASCAL: Unjuk Gigi di EP “Heaven Shall Burn”

Usai perkenalan dan pemanasan di lagu “In Mourning”, Rascal melesatkan album mini (EP) debutnya, “Heaven Shall Burn” yang sarat kekerasan metallic hardcore.
pitfall
Read More

PITFALL: Nyawa Baru Usai Hibernasi

Usai masa hiatus yang berlangsung lebih dari satu dekade, Pitfall akhirnya meraung lagi lewat rilisan maxi-single, pemanasan menuju perilisan album mini (EP).
klacht
Read More

KLACHT: Sedang Memproduksi Dendam

Rilisan tunggal “Tak Logis” menandai persiapan Klacht menuju peluncuran album mini (EP) terbarunya yang sarat racikan hardcore punk, post-punk hingga shoegaze.
gutter cvlt
Read More

GUTTER CVLT: Kebrutalan yang Tertunda

Tertunda sejak 2020 lalu, akhirnya album debut Gutter Cvlt berhasil dirilis resmi, yang gabungkan agresivitas death grind dengan atmosfer kelam black metal.