“Samenwerken”, Kolaborasi CLOSE ME CLOSET dengan Empat Vokalis Emo

Kehilangan ujung tombak di lini vokal bukan penghalang bagi unit screamo/post-hardcore asal Jakarta ini untuk terus menajamkan kreativitas bermusiknya. Buah dari tekad mereka untuk terus maju terlampiaskan di “Samenwerken”, sebuah album kolaborasi dimana Close Me Closet menggandeng empat frontman dari empat band pejuang emo berbeda untuk menyumbangkan vokalnya.

Di karya rekaman tersebut, empat personel Close Me Closet yang tersisa, yakni Angga Azdiesast (gitar), Egie Septio Hadi (gitar), Aditheo Okta (dram) dan Syahrul Rizki R (bass) bersinergi dengan Boniex Noerwaga (For Revenge), Chandra Erin (Sunrise), Ferdinand Sharoon (Sweet As Revenge) serta Danindra Kamil (Divide). Kolaborasi bersama Boniex dan Chandra sudah dirilis pada 28 Januari 2021 lalu, sedangkan yang bersama Dinand dan Danindra diluncurkan sepekan kemudian, tepatnya pada 4 Februari 2021. 

Ide kreatif pengerjaan “Samenwerken” sendiri mengemuka pada September 2020 lalu, yang dicetuskan oleh Angga Azdiesast, saat mantan vokalis Close Me Closet mengumumkan pengunduran dirinya di media sosial. Menurut mereka, proses penggarapannya berlangsung selama kurang lebih tiga bulan untuk perekaman vokal, serta mixing dan mastering

“Karena pada dasarnya, lagu-lagu di ‘Samenwerken’ ini adalah lagu-lagu yang sudah kami rilis sebelumnya. Hanya, ada sedikit perubahan karakter sound dan lain-lain,” tutur Close Me Closet kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.

.

.

Nah, awal mula terpikirkan untuk mengeksekusi kolaborasi dengan empat vokalis tamu, semata-mata didasari keinginan untuk tidak terburu-buru memutuskan vokalis baru. Karena band bentukan 2007 silam ini sadar betul, proses pencarian sosok untuk mengemban tugas di garis depan tidaklah mudah.

“Makanya kami berinisiatif untuk melakukan kolaborasi terlebih dahulu dengan beberapa vokalis yang tidak lain memang teman-teman di satu skena. Paling tidak kami juga membuktikan bahwa tidak ada vokalis tidak membatasi kami untuk mengeluarkan sesuatu.”

Untuk mewujudkan gagasan itu, Close Me Closet juga tidak menerapkan kriteria khusus. Karena saat mereka meminta bantuan keempat vokalis tadi, Close Me Closet telah berbekal pengetahuan mengenai karakter Boniex, Chandra, Dinand dan Danindra. “Kami sudah tahu karakter mereka masing-masing, dan kami meminta mereka memilih sendiri lagu apa yang paling cocok dengan karakter mereka, dan benar saja hasilnya keren banget,” seru pihak band semangat.

Sambil mempromosikan “Samenwerken”, Close Me Closet juga mengaku sedang melakukan proses pencarian vokalis baru, namun tanpa proses audisi. Nah untuk urusan satu ini, seperti apa kriteria yang mereka cari?

“Ya, kami tidak membuka audisi terbuka. Kami mencari vokalis baru dengan cara belusukan… hahaha. Nggak ada kriteria khusus sih, yang pasti harus satu visi dan misi, kreativitas tinggi dan attitude yang baik pastinya. Karena Close Me Closet bukan hanya sekadar rekan kerja di band, tapi juga seperti keluarga.”

Selain via tautan YouTube di artikel ini, “Samenwerken” kini juga bisa didengarkan di berbagai gerai layanan jasa dengar musik secara digital seperti Spotify, Joox, Apple Music, Deezer dan bahkan TikTok. Close Me Closet sendiri, sejauh ini sudah mengoleksi dua album studio yang berjudul “New Life, New Hope, New Experience” (2011) dan “Labyrinth” (2016). (mdy/MK01)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *