AMUKREDAM Gaungkan Sepasang Lagu di “The First Phase”

Usai mengenalkan eksistensinya lewat beberapa rilisan, yakni sebuah album mini (EP) pada 2012, lalu karya album berbagi (split) dengan Individual Distortion (2015) serta single “Everything Is Either Dystopic or Merely Just A Daydream” (2017), akhirnya unit post-hardcore asal Jakarta ini melanjutkan gebrakannya. Kali ini lewat peluncuran dua lagu bertajuk “Arrival” dan “Shots in The Dark” untuk mengantisipasi rencana perilisan album penuh yang ditargetkan bisa dirilis pada akhir Maret atau awal April 2021 mendatang. 

Kedua lagu yang diedarkan via Sailboat Records tersebut digabung ke dalam sebuah album mini berjudul “The First Phase” yang kini sudah bisa didengarkan di Spotify, Apple Music dan platform digital streaming lainnya. Juga ada di akun Bandcamp resmi Amukredam, dimana segala profit penjualan akan digunakan untuk memproduksi album fisik mereka.

“Shots in The Dark” digarap Amukredam pada akhir 2019, lalu menyusul “Arrival” pada pertengahan 2020. Proses pembuatannya terbilang cepat, hanya baru benar-benar direkam pada Agustus 2020. Proses rekaman dieksekusi para personelnya, yakni Avinnala Yunus (vokal), P.S Jati (dram), Mardiansyah Odi (bass/vokal latar), Toro Elmar (gitar/vokal latar) secara mandiri atau Do It Yourself. Direkam di waktu yang terpisah. Isian dram dan bass direkam pada Agustus 2020, sementara gitar dan vokal masing-masing direkam pada September dan Desember 2020. Untuk pemolesan tata suara mixing dan mastering keseluruhan materi dipercayakan kepada Rangga Corda (Dumbriders).

Dari segi musikal, Amukredam menyebut “Arrival” dan “Shots in The Dark” paling pas didengarkan oleh audiens yang menyukai musik dari band-band seperti Envy, Loma Prieta, The Saddest Landscape hingga La Dispute.

“‘Arrival’ sendiri dibuat sebagai prequel dari lagu ‘Shots in the Dark’, yang memang ditulis untuk membangun mood dari lagu ‘Shots in the Dark’, dan referensi yang diambil untuk musik ‘Arrival’ justru dari lagu ‘Welcome to The Black Parade’-nya My Chemical Romance. Kami suka cara lagu itu bangun mood-nya hingga lagu full band dimulai,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, mengungkapkan ide di balik proses kreatifnya.

Sementara untuk lirik, “Arrival” dan “Shots in The Dark” mengambil tema relationship. Makanya dirilis bertepatan dengan perayaan Hari Valentine. “Shots in the Dark” mengambil tema perjuangan terhadap sebuah hubungan. Bisa tentang bagaiman berjuang mendapatkan seseorang yang dicintai, atau tentang mempertahankan sebuah hubungan. Sementara “Arrival” sebagai pembuka, lebih ke harapan seseorang terhadap orang yang ia dambakan. 

Sejauh ini, penggarapan materi album penuh Amukredam yang bakal beramunisikan 10 lagu sudah mencapai tahapan 75% dari keseluruhan proses. (aug/MK02)

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
gabrielle
Read More

GABRIELLE: “Metal Menarik dan Seru!”

Usai terapkan elemen alternative/gothic rock di lagu debutnya, kini Gabrielle ‘pindah alam’ ke ranah metal ekstrem lewat album mini (EP) “Animals”.
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!