Unit rock asal Yogyakarta, Jawa Tengah ini merupakan kelompok eksperimen imajinasi, yang baru saja merilis single keduanya, berjudul “Possessing The Witch” melalui label independen mereka sendiri, Boneless Records.
Sebelumnya, band yang tercipta dari ketidakaturan yang teratur pada 2020 lalu, oleh vokalis dan gitaris Slinky Bones, gitaris Ahmad Tubagus, multi-instrumentalis Dhandy Satria, bassis Restu Prabawa, synth/singer Yafet Yerubyan serta duet dramer Christian Gratia dan Wawa Kzk ini telah menandai eksistensinya lewat single debut bertajuk “The Snake” pada awal 2021 lalu. Mencengangkan, “The Snake” mencatatkan 10.000 kali didengarkan (streaming) dengan jumlah pendengar sebanyak 2000, hanya dalam jangka waktu satu bulan setelah rilis.
“Possessing The Witch” sendiri adalah hasil proses kreatif The Melting Minds dalam mengasimilasikan akar dari musik rock dengan esensi kultur budaya Jawa. Merupakan hasil eksperimen mengolah pengalaman legenda kepercayaan kejawen yang diceritakan dari generasi ke generasi yaitu hawa nepsu lan pamrih (hawa nafsu dan pamrih).
Dalam ajaran kejawen, terdapat dua bentuk ancaman besar yang mendasari sikap kewaspadaan (eling lan waspada), yang dapat menghancurkan kaidah-kaidah kemanusiaan, yakni; hawa nepsu lan pamrih. Manusia harus mampu meredam hawa nafsu atau nutupi babahan hawa sanga. “Possessing The Witch” menceritakan tentang representasi dari hawa nepsu lan pamrih tadi, yang dikarakterkan menjadi sosok ‘The Witch’, sosok beringas dan kejam.
Diceritakan, seorang manusia mendatangi sosok tersebut untuk berperang dan mengalahkannya. The Witch memiliki kekuatan besar untuk merasuki pikiran manusia serta merusak kaidah-kaidah kemanusiaan dan meracuninya dengan hawa nafsu serta rasa pamrih. Pada awalnya, manusia tersebut dirasuki oleh sosok The Witch. Namun, dengan sikap eling lan waspada yang tertanam kuat dalam dirinya, ia berhasil keluar dari jeratan The Witch dan berbalik merasuki sosok tersebut dengan kaidah-kaidah murni dari kemanusiaan sehingga justru The Witch-lah yang kerasukan (possessed). Dalam istilah awamnya, “Possessing The Witch” adalah perjalanan manusia dalam menemukan kebajikan kemanusiaan dalam proses kehidupannya.
“Possessing The Witch” merupakan satu penggalan cerita sekuel pertama dari tiga sekuel yang terbagi dalam album yang nantinya akan dirilis tahun ini.
.
.
Berikut tuturan singkat Slinky Bones kepada MUSIKERAS, sosok utama di balik lahirnya The Melting Minds beserta pemikiran-pemikiran di baliknya:
Dari segi musikal, dari mana saja referensi musik untuk mewujudkan “Possessing The Witch”?
Pada awalnya, aku mengambil referensi dari band-band psychedelic rock dari Australia, influence yang paling besar adalah King Gizzard & The Lizard Wizard lalu ada Pink Floyd, sedikit mengambil esensi dari Jimi Hendrix. Ya kalau bisa dibilang klise, kami banyak mengambil energi dari gelombang musik psychedelic tahun 1970an. Namun, pada akhirnya yang membuat kami berbeda adalah kami bertujuh berasal dari lingkaran musik yang sangat berbeda, eksekusi akhir dan aransemen dibuat atas sinergi influence dari kami bertujuh, karena kami juga ingin menemukan karakter musik kami sendiri. Bagaimana jika nantinya kami tidak lagi mengambil influence dari western music? Ya, siapa yang tahu? Namun itu juga salah satu impian kami.
Dibanding single sebelumnya, adakah hal baru yang kalian hadirkan secara konsep (musikal)? Jelaskan.
Jika hal baru mungkin bisa jadi iya maupun tidak. Karena dalam energinya masih dalam satu cerita yang bersambung. Aku lempar satu clue, ‘The Snake’ adalah seri II/VI, ‘Possessing The Witch’ adalah seri I/IV. Seri-seri tersebut yang nantinya akan berada dalam satu kesatuan cerita yang utuh. Namun perbedaan yang signifikan adalah dari segi energi lagunya. ‘The Snake’ merupakan lagu yang aransemennya cukup bisa dibilang aneh karena menggabungkan beat bossa nova yang biasanya disajikan dengan konsep musik yang eksklusif untuk kelas atas namun dikombinasikan dengan esensi psychedelic rock dengan king nya adalah sound synthesizer yang cukup menyebalkan namun terkunci di dalam otak.
‘Possessing The Witch’ menggunakan esensi roots musik rock dengan nuansa upbeat yang raw, dengan sound gitar yang kotor dimana gitar adalah ‘raja’nya di sini, serta energi yang meledak-ledak menggambarkan cerita peperangan manusia dengan The Witch. Secara keseluruhan, aransemen yang dibuat menghasilkan nuansa yang heroik, dengan eskalasi dalam bentuk episode yang memperkuat lirik.
Setelah perilisan “Possessing The Witch”, apa rencana TMM berikutnya? Jika ada rencana pembuatan EP/album, sudah sejauh mana progresnya?
Rencana selanjutnya adalah antara kami menghadirkan satu single lanjutan dari cerita ‘Possessing The Witch’ dan ‘The Snake’ atau kami akan langsung merilis album yang berisi satu kesatuan cerita besar tersebut. Tergantung energi kesepakatan kami nantinya. Namun di balik itu, kami selalu merilis karya secara tidak terduga. Ya, kami bertujuh sepakat untuk melakukannya secara diam-diam karena kembali ke karakter kami bertujuh kami bukan teasers junkie yang apa-apa harus di-posting.
Untuk progres albumnya, ya bisa dibilang 80% selesai. Beberapa hal harus kami matangkan kembali, setelah itu tinggal gass pol los doll. Oh iya, kami juga menggodok prototype untuk album kedua yang masih rahasia. Tease dikit nggak apa-apalah ya. Hahaha…. (mdy/MK01)