‘Pelarian’ SUMMERLANE Semakin Dinamis dengan Formasi Baru

“Sweet Escape” menjadi single ketiga formasi terbaru Summerlane, setelah sebelumnya memperdengarkan single “Frenemy” dan “Move Along”. Walaupun sebenarnya konsep yang mereka terapkan memberikan nuansa yang sedikit berbeda, namun rupanya respon para penggemar band yang sempat beberapa kali mengalami pergantian personel ini sangat positif.

Seperti di “Sweet Escape” ini. Masih dengan kedinamisan pop-punk yang kental, namun kini dipadukan dengan tempo dan melodi yang catchy sehingga membuat siapa pun yang mendengarkan lagu tersebut akan mudah untuk mengingat liriknya. 

“Konsep dari ‘Sweet Escape’ pada dasarnya Summerlane masih berada di jalur pop-punk, seperti lagu-lagu yang dirilis sebelumnya. Tapi untuk yang kali ini dibuat agak sedikit fun dengan tempo yang sedikit lebih lambat dari biasanya,” tutur pihak band kepada MUSIKERAS, memperjelas.

Sebagai tambahan informasi, ternyata lagu “Sweet Escape” ini sebelumnya tidak terpilih untuk dijadikan single ketiga, karena sudah ada single lain yang siap rilis. “Tetapi setelah beberapa kali berdiskusi dan berbagai pertimbangan, akhirnya kami memutuskan untuk merilis ‘Sweet Escape’ terlebih dahulu.”

.

.

Tentang adanya perubahan-perubahan yang dijelaskan tadi, diakui oleh Summerlane, sedikit banyak terkait adanya perbedaan formasi yang menopang band saat ini. Ditambah lagi, formasi Rizki Prayosi (vokal), Johan (gitar), Vicky Rivaldi (gitar), Alexander Bryan (bass) dan Bounty Ramdhan (dram) berbekal referensi musikal yang berbeda-beda pula, yang coba dituangkan di “Sweet Escape”. Jadi bukan sekadar pop punk yang menjadi pengaruh utamanya.

“Dengan adanya perubahan personel, tentu ada perubahan pada konsep musik. Menyatukan lima selera musik yang beda tentunya nggak gampang. Tapi hal ini yang justru menjadi challenge untuk Summerlane. Karena dari awal (kami) memang memutuskan untuk bermusik di jalur pop-punk. Maka sebanyak apa pun perbedaan di antara lima personel, tetap akan kembali ke basic pop punk itu sendiri,” cetus Summerlane lagi, menegaskan.

Dengan kembali mempercayakan Fahrizal ‘Jal’ Achmad (Last Goal) untuk menangani mixing dan mastering, proses pembuatan “Sweet Escape” sebagian besar dilakukan secara daring. Karena masa pandemi yang belum berakhir dan adanya larangan untuk berkumpul dalam jumlah banyak, maka seluruh proses pembuatan lagu tersebut dilakukan dengan saling berkirim data, revisi serta tahapan trial and error

Sambil mempromosikan “Sweet Escape”, Summerlane yang telah menggeliat di skena sejak 2015 silam juga telah memulai pembuatan album, yang kini masih dalam proses penulisan lagu serta workshop. Diharapkan targetnya akan selesai di kuartal ketiga atau keempat tahun ini. Lalu setelah “Sweet Escape”, Summerlane kemungkinan masih akan merilis beberapa single serta beberapa proyek yang masih dirahasiakan. 

“Sweet Escape” sudah bisa didengarkan via berbagai platform digital seperti Spotify, Apple Music, Deezer, Joox, dan lainnya. (aug/MK02) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *