Lewat “It’s Over”, THIRD FLOOR Sudahi Mimpi Buruk

Januari 2021 menjadi babak kedua dalam perjalanan karir unit emo/post-hardcore asal Bandung, Jawa Barat ini. Mulai menancapkan keeksisannya di skena pada 2006 dan menggeliat hingga 2015. Setelah itu, sempat tertidur lama. Untungnya, kekosongan itu tidak berlarut-larut, dan akhirnya Third Floor berhasil bangkit lagi dan menghasilkan karya rekaman.

Usai lepas “Menghindar untuk Terpejam”, kini Third Floor merilis single kedua bertajuk “It’s Over”. Sebuah karya lagu yang menceritakan tentang mimpi buruk yang berulang, kisah nyata yang pernah terjadi juga pada salah satu personel mereka.

“Pada single baru ini, (kami) membahas soal perjuangan seorang laki-laki yang memperjuangkan wanitanya, namun dia tidak dianggap oleh wanita tersebut. Pada suatu waktu, dia tak sengaja memergoki wanita yang ia sayangi sedang bercumbu dengan lelaki lain. Lalu sang lelakinya merasa letih, kecewa, dibalut kesedihan yang meluap, ia berusaha terus untuk berhenti, sampai akhirnya dia menyatakan pada dirinya sendiri, ‘Aku sudah selesai, ini semua harus sudah berakhir’,” beber pihak band kepada MUSIKERAS, menjelaskan.

.

.

Dari segi musikal, hampir tak ada perbedaan konsep antara “It’s Over” dengan single “Menghindar untuk Terpejam”. Tapi kali ini lebih tajam meluapkan emosi dari kekesalan dan patah hati yang sangat dalam.

“(Perasaan itu) lalu dituangkan ke dalam karya musik ini, dengan tambahan referensi musik yang berasal dari influence masing-masing personel dan diracik menjadi satu kesatuan di dalam karya ini.”


Oh ya, “It’s Over” sendiri digarap oleh formasi baru Third Floor, yakni Radityo Ramadhan (vokal), Rujhan Fihifdillah (dram), Agung Gunawan (bass), Muhamad Luthfi Ghifary (gitar) dan Hamzah (gitar). Kini, sambil mempromosikan single tersebut, Third Floor juga sudah memulai penggarapan materi-materi lagu lainnya untuk kebutuhan perilisan album. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
killer of gods
Read More

KILLER OF GODS: Tusukan Kebrutalan Demagogi

Album brutal death metal yang mengangkat kritik atas demagogi dan ketimpangan sosial disemburkan Killer Of Gods lewat sembilan amunisi lagu beringas.
metyr
Read More

METYR: Paduan Post-Black dan Blackgaze

Tiga lagu diguyurkan Metyr sekaligus lewat album debut (EP) self-titled yang sarat paduan elemen post-black metal, shoegaze dan post-rock yang atmosferik.
side.b
Read More

SIDE.B: Mendaur Ulang Semangat THIRTEEN

Sebuah ajang nostalgia diwujudkan band baru, SIDE.B lewat reinterpretasi lagu lama band Thirteen, dengan aransemen, energi dan perspektif yang berbeda.