WAWANCARA EKSKLUSIF dengan BEARTOOTH: “Saya Ingin ‘Below’ Menjadi Album yang Heavy!”

Oleh @mudya_mustamin

Album studio keempat milik unit heavy rock asal Columbus, Ohio (AS) yang bertajuk “Below” (Red Bull Records), hari ini terlampiaskan ke publik. Memuat 12 amunisi lagu yang disebut-sebut Caleb Shomo – vokalis sekaligus otak utama di balik konsep musik Beartooth – sebagai karya rekaman yang benar-benar sesuai dengan yang ia harapkan secara keseluruhan. 

“Album terfavorit saya sejauh ini,” ujar Shomo menegaskan, via siaran pers resminya. Baginya, “Below” mencakup sisi gelap dari ketegangan mental yang ia alami selama setahun terakhir, memberikan semua yang ia miliki, baik secara musik maupun lirik. “Apakah terlalu gelap? Mungkin, tapi (itu ungkapan) sejujur mungkin tentang apa yang saya rasakan. Saya harap semua orang siap untuk melakukan perjalanan liar dengan mengayunkan kepala dan nge-rock.”

Lirik gelap yang mendominasi “Below” juga dipertegas Shomo kepada MUSIKERAS lewat wawancara tertulis, bahwa olahan komposisi lagu-lagunya kali ini banyak terpengaruh karakteristik stoner rock yang berat. 

“Ya memang benar-benar (stoner rock) itu pengaruhnya. You nailed it! Saya sangat menikmati karakter suara gitar dan sound keseluruhan di banyak album stoner rock, dan itu sungguh pengaruh yang sangat kuat. Melebihi segalanya, (terutama sound) gitar dan bass,” serunya semangat.   

Penggarapan “Below” sendiri dimulai pada November 2019 lalu, sebelum pandemi menghajar. Kebanyakan ide lagu-lagunya muncul atau ditulis Caleb Shomo saat Beartooth – yang juga dihuni Zach Huston (gitar), Will Deely (gitar), Oshie Bichar (bass) dan Connor Denis (dram) – menjalani tur bersama A Day To Remember, pada Agustus 2019, dan setelahnya. Lalu ketika pandemi datang dan memaksa orang-orang untuk berdiam di rumah, Shomo lantas merampungkan ide-ide lagu tersebut di studionya di rumah. 

“Sebuah proses yang sulit dan panjang, tapi saya sangat senang menjalaninya, dan setelah sekitar satu tahun kerja keras, hasilnya benar-benar sangat bagus.”

Sebelum “Below”, Beartooth yang terbentuk pada 2012 silam ini telah merilis album “Disgusting” (2014), “Aggressive” (2016) dan “Disease” (2018).

Lebih jauh tentang “Below”, berikut transkrip tanya jawab MUSIKERAS dengan Caleb Shomo:

Dari segi sound, apa tantangannya saat merekam keseluruhan album “Below”?

Ketika saya membuatnya, saya hanya mencoba membuatnya terdengar semegah mungkin dan hanya bereksperimen dengan membuat sebanyak mungkin jenis dan lapisan suara yang berbeda, dan saya tidak tahu apakah ada tantangan di situ. Benar-benar hanya proses yang menarik dan eksperimen yang menyenangkan.

Apakah kalian sudah meniatkan untuk ‘menjadi jauh lebih berat’ sebelum Anda memulai merekam “Below” atau proses itu berkembang secara natural?

Saya benar-benar sudah tahu di kepala saya bahwa saya ingin itu menjadi rekaman yang lebih berat sebelum menulisnya, tetapi begitu saya menemukan nada dan suaranya, itu benar-benar terbentuk dan menjadi jauh lebih berat saat proses penulisan berlangsung. Tetapi terlepas dari itu, memang dimaksudkan untuk menjadi album yang lebih berat dan saya senang hasilnya sesuai yang diinginkan.

Berbicara tentang heavy, apakah ada band atau artis yang sangat mempengaruhi Anda akhir-akhir ini?

Sulit untuk mengatakan secara spesifik. Maksud saya, AC/DC adalah band favorit saya sepanjang masa sehingga mereka akan selalu menjadi pengaruh terbesar terhadap Beartooth. Tapi itu sekadar jenis musik yang berbeda yang saya suka dengarkan, apa pun yang keras, cepat, berat dan menyenangkan! Dan itulah yang benar-benar mempengaruhi kami hari ini.

Apa ide di balik penulisan lagu instrumental “The Last Riff”?

“The Last Riff” menjadi lagu terakhir yang direkam. Biasanya untuk lagu terakhir di album Beartooth, adalah jenis lagu yang berlirik gelap dan jenis (lagu yang) tidak biasa. Saya hanya berpikir untuk mengambil “The Last Riff” ke arah yang berbeda menjadi (format) instrumental untuk menangkap emosinya, dan bagi saya ini mungkin lagu terfavorit saya di album dan paling emosional, meskipun tidak ada lirik.

Seberapa bangga Anda terhadap album “Below” saat prosesnya rampung?

Saya tidak bisa lebih bangga dari itu, pastinya! Saya sangat senang dengan album ini, setiap bagiannya ternyata persis seperti yang saya inginkan dan saya sangat bahagia.

.

.

***

Di bawah ini adalah transkrip tanya jawab MUSIKERAS dengan Caleb Shomo dalam Bahasa Inggris:

What do you guys recall of the writing “Below” album, how did you approach getting it started, has it taken a long time to get the infrastructure in place?

You know, it really started in November of 2019, There were a few ideas here and there and that was when the writing process really happened during the A Day To Remember tour and after that, with the lockdown being what it was, it was all finished at home in my studio, it was a long and kind of difficult process but I’m really happy with it and after about a year of hard work, it came out really, really well.

You’ve mentioned somewhere that this is the record influenced dark stoner rock a lot. Can you tell us more about it?

I mean that’s really what was it as influence, you nailed it! I really enjoy the guitar tones and the sounds on a lot of stoner rock records and that was a huge, huge influence. More than anything, the guitar and bass sounds.

Soundwise, what was the challenge when recording the whole “Below”? 

When I was making it, I was just trying to make it sound as big as possible and to just experiment and make as many different types of sounds and layers as I possibly could and I don’t know if there were challenges within it, it was more just really exciting and fun to experiment. 

Do you guys have the overall feel “to be much more heavy” in mind for “Below” before you start recording it or does it evolve more naturally?

I definitely knew in my head that I wanted it to be a heavier record before writing but once I discovered the tones and the sounds it really took shape and it really became a lot heavier as the writing process went on, but out of the gate, it was intended to be a heavier album and I’m glad it came out that way.

Speaking about heavy, any bands or artists influence the band the most these days?

It’s hard to say specifically, I mean, AC/DC is my favorite band of all time so they will always be the biggest influence on Beartooth, I think, but it’s more just kind of different types of music I love listening to, anything loud, fast, heavy and fun! And that’s what really influences the band these days.

What was the idea behind “The Last Riff”?

With “The Last Riff” being the last song on the record, usually for the last song on the album on a Beartooth album, it’s a lyrically driven dark kind of off-the-beaten path type of a song and I just thought about taking it in a different direction going with an instrumental to capture the emotion and to me it’s probably my most favorite song on the record and the most emotional, even though there’s no lyrics. 

How proud are you of the album at the end of that process?

I could not be more proud, there’s no chance! I am so happy with the album, every piece turned out exactly how I wanted and I couldn’t be happier. 

Kredit foto: Johann Ramos

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *