Kini, Ledakan Protes HELLBURGER Sudah Tersedia di Platform Digital

Rangkuman sikap antipati unit old school hardcore punk asal Bandung ini, terhadap pemerintahan yang bobrok, kekerasan militer dan anti fasis, serta dukungan untuk para petani yang mempertahankan lahannya dari gempuran para pemodal tamak untuk keperluan tambang dan kisah kelam kacaunya situasi politik pada 1998 akhirnya termuntahkan. Terlampiaskan lewat sebuah album mini (EP) bertajuk “Menolak”, rilisan Rooftopsound Recs.

Ada lima amunisi meledak-ledak yang mencerminkan kemarahan itu. Setelah dibuka dengan komposisi “Intro”, Hellburger langsung menerjang ganas lewat lagu “Berontak” yang menghadirkan Baron (vokalis Fade Out Again), “Perampasan”, “Keyakinan Semu” (featuring Lookass, vokalis Tcukimay), “Hak Asasi Basi” serta single “Menolak” yang sudah lebih dulu dirilis pada Januari 2019 lalu.

Hampir seluruh materi di EP “Menolak” diciptakan oleh Uninugraha ‘Unay’, gitaris Hellburger. Termasuk pengolahan musik dan lirik lagu. Sempat dibantu pula oleh Bill (Anonymous) untuk pengerjaan isian dram. Keseluruhan proses menghabiskan waktu selama kurang lebih empat bulan untuk eksekusi rekaman, mixing serta mastering. Untuk teknis rekaman, semua digarap di 40124 Rebuilt Studio oleh Avedis Mutter.

Menurut penuturan Hellburger kepada MUSIKERAS, konsep musik yang mereka terapkan di EP “Menolak” masih tetap berkubang di seputaran hardcore punk. “Referensi musik kami dari beberapa band luar dan lokal seperti Biohazard, Backfire!, Agnostic Front, Bad Religion, Homicide dan Runtah.”

.

.

Sejak terbentuk pada pada 1991 silam, hingga hari ini, susunan formasi Hellburger selalu mengalami perubahan. Bahkan setelah melahirkan karya rekaman EP “Absolutelly Depressed Against Process” (1997), lalu vakum mulai 1999 hingga 2011, Hellburger hanya menyisakan satu personel, yakni dramer Rully. Unay sendiri mulai bergabung di periode ini, bersama vokalis Moh. Fabian. Pada 2014, Rully akhirnya juga memutuskan hengkang, dan posisinya sempat digantikan oleh Bill (Anonymous), sebelum berpindah lagi ke Ardi Kurnia dari Valka. Sementara di posisi bass ada Andri ‘Tyle’ Rustandi.

Sebenarnya apa masalah utama Hellburger sehingga sering terjadi perombakan formasi?

“Mungkin lebih ke masalah kurang beruntung aja kali ya… hahaha. Dan yang sering terjadi perubahan formasi itu di posisi dram, kurang lebih hampir delapan kali kami memakai pemain dram yang berbeda. Ada yang menurut kami cocok tapi tidak pernah lama karena kebanyakan mereka juga (sudah) mempunyai band tetap. Hingga akhirnya sering terjadi perombakan formasi,” ujar Hellburger lagi, beralasan.

Oh ya, sebenarnya EP “Menolak” sudah pernah dirilis pada 17 September 2019 lalu, namun hanya dalam format kaset pita dengan jumlah yang terbatas. Pada Juli 2021 ini, pihak Rooftopsound Recs kembali ‘menghidupkannya’, kali ini dalam format digital dengan kualitas sound mastering yang telah mengalami penyuntingan ulang. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
grimlock
Read More

GRIMLOCK: Jubah Baru dalam “Deathbringer”

Usai melepas jubah lamanya, Grimlock lepas “Deathbringer” sebagai penegasan identitas visual baru, plus penegasan karakter musikal yang lebih solid.
threatened
Read More

THREATENED: Kini Lebih Agresif dan Liar

Di lagu rilisan terbarunya, “Nirasa”, Threatened memutuskan merancang ulang identitasnya, termasuk formula musiknya yang kini lebih berat dan gelap.