BUFXCTER Geber Skramz Eksperimental di Single “Cold Hands”

Pengalaman menggarap album mini (EP) pertama mereka, “Pale and Sleepless” (Mei 2020) membuat para personel unit screamo/skramz/post-hardcore asal Yogyakarta ini kini lebih percaya diri dalam menggarap single terbarunya, yang bertajuk “Cold Hands”. Lagu ini, menjadi gerbang pembuka untuk materi lainnya yang akan mereka rilis dalam EP berikutnya.

Bufxcter yang masih diperkuat formasi Mokhammad ‘Rifin’ Arifin (vokal/gitar), Mokhammad Agil Maulana (dram), Muhamad Slamet Triwijayanto (gitar) dan Fadel ‘Avel’ Muhammad (bass) kali ini tidak hanya melakukan eksperimentasi dengan melebur semua preferensi musik kesukaan setiap personelnya, namun dalam segi rekaman pun terdengar lebih representatif jika dibandingkan dengan EP debutnya. 

“Cold Hands” sendiri pertama kali dikerjakan oleh gitaris Slamet, lalu seterusnya ia dididampingi Avel, khususnya dalam pengolahan aransemen. Sementara untuk lirik, Slamet dan Avel meramunya berdasarkan kisah nyata yang dialami Slamet sendiri. Tahun lalu, ia telah kehilangan orang yang paling dicintainya,  yaitu sang ibunda.

“Setelah guide musik dan lirik sudah matang, barulah kami semua masuk ke studio dalam proses penyempurnaan. Lagu ‘Cold Hands’ ini proses penggarapannya sekitar setahun dikarenakan jadwal para personel yang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Di tanggal 18 April , kami merekam ‘Cold Hands’ di Watchtower Studio dengan engineered Yuda ‘Bable’ Sagala. (Single ini) Kami produced bersama,” papar Bufxcter kepada MUSIKERAS, merinci.

.

.

Dalam meracik aransemen “Cold Hands”, Bufxcter banyak menyerap inspirasi dari band-band indie, alternative dan eksperimental mancanegara seperti Respire (Kanada), Ostraca (AS), Sannhet (AS) dan semacamnya. “Kami juga menambahkan unsur (pola pukulan) drum blasbeat dan nuansa post-rock yang lebih kental dibanding sebelumnya.”

Sedikit menengok ke belakang, saat pertama kali menggeliat pada akhir 2015 lalu, Bufxcter awalnya hanya diperkuat dua personel saja, yaitu Rivin dan Agil. Sementara untuk penampilan panggung mereka mengisi kekosongan di bass dan gitar dengan menggunakan musisi cabutan. Bufxcter lalu resmi dinyatakan terbentuk pada Oktober 2016 setelah mengeluarkan single yang berjudul “Di Titik Ini” yang mereka sebarkan lewat kanal Soundcloud. Setelah itu, pada akhir 2017, Rifin bertemu Slamet di sebuah acara panggungan di Yogyakarta. Lalu pada awal 2018, Slamet mengajak Avel untuk bergabung melengkapi formasi Bufxcter.

Setelah “Cold Hands”, Bufxcter kini sedang mengerjakan materi EP terbaru dan sejauh ini sudah berhasil menyelesaikan dua materi. Jika tak ada halangan, rencananya materi tadi bakal mulai direkam bulan depan. “Cold Hands” yang didistribusikan via Sailboat Records kini sudah tersedia di semua kanal digital streaming seperti Spotify, Apple Music, Bandcamp hingga Soundcloud. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *