SPITHATNORE Serukan Kegelisahan “Udara Demokrasi” Berbalut Grunge/Stoner

Band indie beraliran alternative rock asal Kota Bandung, Jawa Barat ini hadir di skena rock Tanah Air dengan ramuan musikal yang sarat ‘udara demokrasi’. Seperti judul single debut mereka yang telah diluncurkan sejak bulan lalu. 

Perbedaan latar belakang musik dari para personel Spithatnore; Yogie ‘Ogie’ Prana Tan (vokal/gitar), Faisal Nugraha dan Robi ‘Obi’ Trianda (dram) rupanya tidak menjadi penghalang untuk melebur satu sama lain. Terbukti, jamming yang mereka lakukan untuk berdialog bisa mengalir begitu saja secara natural, hingga menghasilkan single “Udara Demokrasi”.

Sedikit mengupas referensi cita rasa bermusik masing-masing. Obi sangat menyukai keliaran grunge dari band-band dunia seperti Nirvana, Stone Temple Pilots, Pearl Jam hingga Soundgarden. Lalu Faisal yang lebih cenderung ke warna blues, berdasarkan musisi favoritnya macam Stevie Ray Vaughn, Jimi Hendrix hingga BB King. Dan terakhir Ogie, yang memiliki peran tak kalah penting dalam penulisan lirik dan aransemen musik. Dia datang membawa pengaruh rock lawas yang legendaris seperti Deep Purple, Led Zeppelin, Black Sabbath dan Pink Floyd.

“Dari kesukaan musik yang berbeda-beda antara kami bertiga ini, kami memiliki benang merah yang cukup kuat, yaitu kami bertiga memiliki kecintaan terhadap musik rock. Maka dari itu, di single ‘Udara Demokrasi’ ini terasa adanya campuran blues, grunge, stoner dan secara garis besar kami menyebutnya alternative rock. Hal ini bisa terjadi karena adanya campuran konsep dan ide yang kami bertiga tuangkan,” urai Spithatnore kepada MUSIKERAS, menjabarkan.

.

.

Satu hal unik dan menarik saat Spithatnore menjalani proses penggarapan “Udara Demokrasi”, adalah saat band bentukan 2020 lalu ini harus mengeksekusi rekaman vokalnya di dalam mobil. Cara itu terpaksa mereka lakukan untuk mengakali pembatasan akibat pandemi dan PSBB saat itu.

“Yang istimewa buat kami, single ini kami rilis di saat banyak band rock Tanah Air yang memilih untuk vakum di situasi pandemi seperti ini. Menurut kami bertiga, situasi ini tidak akan menjadi hambatan buat kami dalam berkarya, asalkan masing-masing dari kami memiliki niat dan semangat yang kuat untuk tetap menciptakan karya.”

Oh ya, lirik “Udara Demokrasi” sendiri menceritakan tentang konflik batin seseorang yang dialaminya terhadap situasi saat ini. Ide liriknya didasari pengalaman dan cerita dari teman, dalam menyikapi semua permasalahan. “Ingin bersuara tapi tidak bisa, dari situ saya buat lirik lagu ini. Gejolak batin yang resah tergambar jelas dari tempo cepat di lagu ini, dan teriakan sang vokalis di bagian reff  memperkuat seolah membawa kita ikut bergejolak,” seru Ogie menambahkan.

Saat ini, Spithatnore telah mengantongi sejumlah rencana. Salah satunya dalam waktu dekat ini adalah meluncurkan single kedua yang kini sudah memasuki tahapan mixing dan mastering. “Untuk rencana pembuatan album juga sudah kami rundingkan. Kemungkinan setelah kami merilis single ketiga dan keempat. Ya semoga dapat berjalan dengan lancar dan mendapat respon yang baik. Baik itu dari rekan-rekan media, maupun teman-teman musisi di skena rock Indonesia.”

Simak “Udara Demokrasi” via berbagai platform musik digital seperti Spotify, iTunes, Deezer, Joox dan berbagai layanan streaming lainnya. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.