PHAZR Ajak “Bangkit” Lewat Kegairahan Rock ‘90an

Sudah menggeliat sejak 1997 silam dengan nama Phaser dan kerap menjajal berbagai musik di Tanah Air. Namun unit rock asal Malang, Jawa Timur ini lantas vakum pada tahun 2000 dan beberapa personelnya pun disibukkan menggarap proyek musik masing-masing. Hingga pada awal 2019, mereka memutuskan berkumpul kembali dengan formasi baru dan sepakat melanjutkan eksistensi, merilis karya single baru bertajuk “Bangkit”, dan sekaligus memproklamirkan nama baru menjadi Phazr.

Karya rekaman terbaru band yang kini dihuni Ishak Hisyam Thalib (vokal/kibord), Duriat Permono (bass) dan Eko Hari Suwito (gitar) ini sangat sesuai dengan semangat Phazr sekarang, bangkit untuk kembali berkiprah di skena rock Tanah Air. Dan selain itu, lirik lagu “Bangkit” itu juga dibuat berdasarkan sebuah keresahan, dimana Phazr ingin menggugah kesadaran tentang semangat persatuan dan nasionalisme yang menurut mereka, saat ini mulai luntur dan terkikis. Apalagi ditambah dengan situasi pandemi Covid-19 yang melumpuhkan sektor-sektor kehidupan. 

.

.

Bagi Phazr, sudah saatnya kita semua bangkit bersama-sama, sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang harus terus digaungkan ke seantero negeri. Ragam budaya, bahasa, suku bangsa, ras dan agama merupakan suatu anugerah, meskipun beranekaragam tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap merupakan satu kesatuan. Kekuatan inilah yang harus dijadikan sebagai modal semangat untuk melawan disintegrasi bangsa dan sebagai momentum untuk segera terlepas dari kekangan pandemi.

“Idenya adalah menangkap gejala degradasi kesadaran terhadap falsafah bangsa, Bhineka Tunggal Ika. Puncaknya saat carut-marut pandemi terjadi. Lewat single ‘Bangkit’, kami ingin membangkitkan kembali kesadaran kita tentang konsep Bhineka Tunggal Ika yang begitu luhur. Kami ingin mengajak orang untuk bangkit dari keterpurukan melalui kesadaran ‘kita berbeda, tapi satu jua adanya’,” urai Phazr kepada MUSIKERAS memperjelas maksudnya.

Single “Bangkit” sendiri sebenarnya sudah jadi demo lagu sejak Juni 2020 dan proses kreatif penggarapannya, menurut Phazr, lumayan penuh liku dan tantangan. Sempat mengendap selama setahun karena kendala internal personel, namun justru memicu semangat mereka berlipat ganda untuk segera merealisasikan lagu “Bangkit” tersebut. Pada Juni 2021, rekamannya pun dieksekusi di studio Vamoz 31, Malang dan kemudian berhasil dilepasliarkan di berbagai platform digital pada awal Agustus 2021 lalu.

Dari segi konsep musikal, Phazr mendeskripsikan musiknya lebih mengacu ke kedinamisan rock era ‘90an. Tepatnya berkiblat pada band-band dunia seperti Van Halen dan Extreme atau jagoan lokal, Edane. 

“(Tapi) dengan progresi dan dinamika modern sound seperti Atreyu, Billy Talent dengan sedikit sentuhan sound techno a la Carpark North, The Chemical Brothers dan lain-lain. Kadang kami oke juga disebut beberapa orang sebagai band metal,” seru pihak Phazr lagi. 

Pada 30 Sept 2021 mendatang, video musik untuk lagu “Bangkit” bakal mulai ditayangkan di kanal YouTube. Setelah itu, mereka akan melanjutnya produksi single-single berikutnya, yang nantinya bakal bermuara di album atau EP. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *