“MUSIGRUNGE INDONESIA” Rayakan 30 Tahun Keliaran Grunge

Dirilisnya “Nevermind”, album milik grup rock Nirvana pada 24 September 1991 silam telah menyebabkan gelombang tsunami grunge yang berhasil melibas hampir semua sub-genre musik keras yang menguasai skena mainstream saat itu. Karya rekaman yang antara lain melejitkan single “Smells Like Teen Spirit”, “Come as You Are”, “Lithium” dan “In Bloom” tersebut menjadi salah satu album tersukses dan terlaris di era itu, dan bahkan sampai hari ini tercatat sudah terjual sebanyak lebih dari 30 juta keping di seluruh dunia.

Kini, 30 tahun kemudian, “Nevermind” kembali diperingati ‘kelahirannya’. Bahkan ada perilisan ulang album tersebut (reissue) oleh pihak labelnya, DGC Records. Dan aroma nostalgia grunge pun kembali merebak, tak terkecuali di Indonesia. Setelah perilisan album baru unit grunge asal Jakarta, Toiletsounds, kini ada peluncuran album kompilasi yang khusus meletupkan keliaran grunge.

Berketepatan dengan perayaan 30 tahun album “Nevermind”, momentum 24 September 2021 lalu juga dimanfaatkan oleh sebuah label indie bernama Dehema Records untuk melepas album kompilasi “Musigrunge Indonesia Volume One”. Di sini, dihadirkan sebanyak 19 band pengibar grunge Tanah Air.  Oleh pihak label, perilisan ini disebut-sebut sebagai bukti eksistensi dan kecintaan para pecinta musik grunge di Indonesia, yang sampai saat ini masih ada.

“Yang melatarbelakangi perilisan album kompilasi ini adalah karena kecintaan saya terhadap skena musik grunge,” seru Denni Henson Manurung, pendiri Dehema Records, menegaskan alasannya kepada MUSIKERAS.

Menurut pentolan grup Bissing ini, lewat Dehema ia mencoba membuat album kompilasi untuk menunjukkan bahwa eksistensi skena grunge di Tanah Air masih ada dan pandemi Covid-19 tidak bisa menghentikan agresi mereka, walau gaung grunge bisa dibilang kalah pamor jika dibandingkan dengan skena metal.

“Dibandingkan dengan skena lain seperti metal, musik grunge harus saya akui masih kalah pamor. Sampai saat ini tidak terlalu terdengar gaungnya tetapi kami masih ada dan masih terus tumbuh. Itu semua bisa dilihat dari animo para pecinta grunge dalam mengikuti kompilasi ini. Ada beberapa band ternama yang sempat kami ajak untuk ikut meramaikan kompilasi ini,  tetapi mereka tidak bisa.  Ketidakikutsertaan band-band ternama tersebut tidak menyurutkan langkah kami dalam merilis album kompilasi ini karena ternyata pengusung skena ini masih banyak. Itu terlihat dari puluhan band yang mengirimkan demonya untuk mengikuti kompilasi ini, yang pada akhirnya terpilihlah 19 band yang telah melewati proses seleksi,” urai Henson lebih lanjut. 

Lewat perilisan “Musigrunge” ini, Henson berharap animo pendengar musik grunge bisa bertambah banyak, dan juga diharapkan bisa pula diterima oleh seluruh pecinta musik dari skena-skena lainnya di Indonesia.

“Sehingga beranjak dari keberhasilan ini nanti label dapat merilis album kompilasi ‘Musigrunge Indonesia Volume Two’ dan ‘Volume Three’.

Harapan terbesar dari saya sendiri selaku pecinta skena grunge adalah bisa membuat sebuah festival musik untuk band-band grunge Indonesia berskala nasional atau bahkan internasional yang bertajuk ‘Indonesian Musigrunge Festival’.”

Oh ya, berikut judul-judul lagu yang termuat di “Musigrunge Indonesia Volume One”:

Hilang Ingatan (Morning Shine)

Fallen (Aberdeen)

Sweet Love (Koma Hitam)

I.D.C.W.Y.A (Emdisi)

Lingkaran Wina (Marlboros)

Narasinisme (Miss The Gigs)

Babi (Courbie)

Batas (Kompormelduk) 

Basa Basi Busuk (BasaxBasixBusuck)

Harapan Prematur (Shockbreaker)

Hadapi Saja (Bissing)

Lewong (Modarhome)

Sambat Marang Gusti (Centelan Grunge)

Grunge Never Dies (GND)

Grunge Sudah Mati (H.O.P.E)

Langit (Alinea)

Everything Its Gonna Be Alright (Morning Casablanca)

Rimba (Stop Down)

Seruan Terakhir (Cobain Stress)

Keseluruhan lagu kini sudah bisa dinikmati  via beberapa platform digital streaming seperti Spotify, Joox, Deezer, YouTube Music hingga Apple Music. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *