ELIMINATOR Hujat Kebencian Lewat Semburan Metalcore

Penyebar kebencian di era digital menjadi titik sentral semburan lirik dari unit metalcore asal Malang, Jawa Timur ini. Di mata Eliminator, era saat ini, banyak sekali yang menyalahgunakan media sosial untuk menyebarkan berita palsu atau hoax dan lain sebagainya. Itulah yang melatari penciptaan single bertajuk “Hatred” yang baru saja mereka lontarkan ke skena musik keras.

Para personelnya yang kini diperkuat formasi baru, yakni Ferdian Mahendra (vokal), Muhammad Ilham Baihaqi a.k.a. Haki (gitar), Stevanus Adimas (gitar), Yudis Ahmat (bass) dan Daniel Febryano Kris Setya (dram) menegaskan, single “Hatred” memang ditujukan bagi mereka yang selalu menyalahgunakan media sosial hanya untuk kepentingan mereka semata.

Dan agar mendapatkan terjangan yang maksimal dari lirik tersebut, Eliminator yang lahir di tengah komunitas musik ‘bawah tanah’ kota Malang menggebernya dengan keseruan entakan metalcore yang tegas. 

“Referensi musik kami dari As Blood Runs Black sama Thy Art Is Murder,” cetus Eliminator kepada MUSIKERAS, terus-terang.

.

.

Metalcore sendiri mereka pilih sebagai ungkapan ekspresi awal para personel Eliminator menuju kematangan dalam bermusik. Khususnya di skena metal. “Karena metal bagi kami itu sebuah hal baru yang ingin kami pelajari dan kami masih ingin mengerti lebih mendalam tentang musik metal,” seru mereka.

Perekaman single “Hatred” sendiri, termasuk pengolahan tata mixing dan mastering, dieksekusi Eliminator di RF studio yang berlokasi di kota Malang. 

Setelah “Hatred” ini, Eliminator yang mengambil namanya dari kata ‘eliminate,’ yang berarti menghapuskan atau menyingkirkan masa lalu yang kelam, bakal segera menyiapkan penggodokan materi untuk album mini (EP) yang dicanangkan rilis tahun depan. Sejauh ini, perkembangannya sudah mencapai 40% dari proses keseluruhan. Oh ya, sebelum “Hatred”, Eliminator juga sudah merilis single “Keparat” yang dilepas akhir tahun lalu. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
repture
Read More

REPTURE: Satu Dekade Sang Penakluk

Perjalanan satu dekade dirangkum Repture dalam sebuah album yang membawa gagasan sejarah serta semangat dan pendekatan kreatif yang mandiri.
dwikarta
Read More

DWIKARTA: Ruwatan Megah di “Sudamala”

Dengan jubah baru bernama Dwikarta, unit heavy metal asal Yogyakarta ini akhirnya geber karya baru yang melebur distorsi dan kemegahan simfonik yang emosional.
end of summer
Read More

END OF SUMMER: Belum Berakhir

Agresivitas post-hardcore era awal 2000-an kembali dipanaskan End of Summer lewat lagu rilisan tunggal terbarunya, “Kilas” yang juga dibaluri elemen post-rock.