Lepas Single “Patience”, DIA Lampiaskan Rasa dalam Keterbatasan

Unit rock yang didirikan di Bandung pada 1999 lalu ini sempat vakum beberapa tahun karena kesibukan masing-masing personelnya, yang menjalani sejumlah aktivitas di luar band. Vokalis Brotowibowo alias N’Don aktif di salah satu sanggar kesenian di Bali, menekuni seni peran dan seni grafis. Sementara bassis Dudi Hasanuddin Fahmi a.k.a. Dudeefahmi, selain kerap terlibat sebagai session player di beberapa proyek musik, ia juga menekuni bidang di luar seni musik. Tepatnya bekerja di salah satu perusahaan asing.  

Sejak 2019 lalu, DIA – nama duo tersebut – akhirnya kembali menggeliat. Mereka telah merilis sebuah single rock bertajuk “Patience” yang dilepas via Noise Garage untuk menumpahkan unek-unek tentang perasaan mereka menjalani pandemi. Lagu tersebut mewakili perasaan akan ruang gerak yang terkunci (lockdown) di berbagai sendi kehidupan. 

“Karena hidup terus berlangsung, bukan sekadar menunggu kepastian dan (itu) memerlukan energi kesabaran. Lagu ‘Patience’ dibuat pas Indonesia mengalami lockdown pertama dan diberlakukannya PSBB pertama. Pengerjaan rekaman memakan waktu lebih dari tiga bulan di studio,” ujar Dudeefahmi yang menulis liriknya kepada MUSIKERAS.

.

.

Tentang konsep musiknya, DIA menegaskan tak ada acuan khusus dalam proses kreatifnya. Dalam menjelaskan khayalan dan dituangkan dalam sebuah karya musik, mereka membebaskan ide dituangkan ke dalam masing-masing instrumen yang berperan dalam sebuah komposisi, sesuai tanggungjawab masing masing musisi yang dilibatkan.

Influence musik kami dari berbagai musik yang berakar rock. Karena musik itu sebuah selera dan rasa. Kami serahkan yang menilai dan memutuskan musik kami adalah pendengar. Kami hanya menyajikan dan berusaha membuat karya musik yang baik dan indah serta layak diperdengarkan,” seru DIA meyakinkan. 

N’Don dan Dudeefahmi tidak hanya berdua dalam menggarap “Patience”. Untuk mengeksekusi pengisian instrumentasi, keduanya dibantu oleh Rivan Durasi untuk pengisian dram serta Rory Verniata untuk gitar. 

Agar tak kehilangan momentum, saat ini DIA juga sudah memulai proses penyiapan untuk peluncuran single kedua serta proyeksi penggarapan album. Tapi khusus pembuatan album, DIA tak ingin terburu buru mengerjakannya. “Proses pemilihan materi lagu menjadi pertimbangan dan dalam proses pemilihan materi serta pembuat artwork.”

Untk mendengarkan “Patience”, silakan mengaksesnya di platform digital streaming seperti Spotify, Apple Music, Amazon Music, Deezer hingga Resso. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.