KIDS NEXT DOOR Hidup Lagi, Tuntaskan “Bleeding Ballerina” Versi Baru

Berawal dari kepulangan sang dramer Fariz Angga Oktavian dari perantauannya, akhirnya Kids Next Door (KND) menggelora lagi. Tanpa buang waktu, band bentukan 2002 silam yang disebut-sebut sebagai founding father skena emo di Malang, Jawa Timur ini langsung gerak cepat, bangkit dari kevakuman. Mereka lantas masuk dapur rekaman, dan kemudian melepas video musik ‘penggoda’ dari lagu “Bleeding Ballerina” yang telah dipermak.

“Bleeding Ballerina” adalah salah satu nomor andalan KND yang kerap dibawakan di berbagai perhelatan musik. Dengan mengambil footage dari event Emo Night 2020 di Malang, “Bleeding Ballerina” kali ini dihadirkan dengan segala kenikmatan audio terkini. Andrean Giovanni (vokal), Boni Sutanto (bass/vokal), Cahaya Satya Andhyka (gitar/vokal), Erwin Satya Cahyo Adi (gitar) dan Fariz merekamnya di studio AA bersama engineer Gege Praseta pada 2019 lalu. 

“Bleeding Ballerina” ini juga dinamai “Bleeding Ballerina 2.0” oleh KND lantaran perlakuan mixing dan mastering berbeda dibanding video single tersebut, yang sudah sempat dirilis pada 12 September 2019 lalu. Versi lama adalah hasil rekaman era awal 2000an.

Keputusan merekam ulang “Bleeding Ballerina” sendiri dilakukan sebagai tindak lanjut dari keinginan KND untuk meneruskan proyek rekaman album mini (EP) mereka yang terbengkalai. Pasalnya, CD master rekaman EP yang digarap pada periode 2006/2007 silam hilang. Jadi mau tak mau mereka harus mencoba mengeksekusi rekaman ulang dengan tambahan aransemen baru, sambil tetap menjaga orisinalitas lagu lamanya.

“Ya, awalnya kami mau meneruskan project EP kami yang tertunda. Paling tidak kalau kami sudah nggak ada waktu buat ngeband lagi, masih ada rilisan fisik buat diceritain ke anak cucu,” seloroh pihak band kepada MUSIKERAS, sedikit bercanda.

.

.

Di materi EP mereka yang lama, sebenarnya sudah ada enam lagu yang disiapkan. Sayangnya, para personel KND sekarang sudah tidak ingat persis aransemen aslinya. Jadi mau tak mau, perlahan mereka harus mengaransemen ulang lagu-lagu tersebut. KND memulai proses rekaman pada akhir November 2018 dengan menggarap lagu “Bleeding Ballerina”, lalu lanjut lagu “Bang! You’re Dead” pada 10 Januari 2019 dan lagu “Beautifoul” pada 29 April 2019.

“Karena ada kesibukan lain, project ini jadi tertunda lagi sampai Covid-19 datang. Akhirnya kami rilis saja sebagai single. Untuk lagu yang sudah beredar sebenarnya hanya ada ‘Bleeding Ballerina’ dan ‘City Light’ saja. Lagu lainnya hanya dibawakan waktu live. Kalau ditanya kenapa merekam ulang, ya mungkin karena kami merasa punya ‘utang’ ke teman-teman yang dulu menikmati musik kami dan belum bisa ngasih rekaman yang proper. Dan mungkin setelah dirilis sekarang bisa dijadikan nostalgia emo dad sambil headbang sama anaknya, hahaha.”

Dari segi musikal, KND tentunya masih berpijak pada ‘darah’ emo. Terutama di single “Bleeding Ballerina”. Namun karena influence tiap personel berbeda-beda, formula leburan emo/screamo/post hardcore yang mereka mainkan sedikit banyak juga mendapat sentuhan punk, hardcore, ska dan bahkan pop.

“Jadinya KND ‘tidak selayaknya’ band emo pada umumnya. Ya udah, jalani aja senyamannya kami. Referensi musik di ‘Bleeding Ballerina’ (banyak berasal) dari musik era 2000an awal. Waktu itu kami lagi doyan mendengarkan From First to Last, The Used, AFI, Keepsake, Thursday, Protest The Hero.”

KND yang terbentuk pada September 2003 merupakan powerhouse post-hardcore angkatan pertama skena emo pada awal dekade 2000an di kota Malang. Nama mereka bersanding dengan ‘pejuang-pejuang’ lainnya seperti Merry Go Round, Ceremonial Victory, Jingle From Jekyll, Son of Sundance, Mocking My Friend, Kill My Hero, Evil by Envy dan Ballad for Romantic. KND juga pernah berpartisipasi menyumbangkan single “City Light” dalam kompilasi historis “Cadas Tanpa Batas” (2006) bersama Screaming Factor, Siksa Kubur, Kuro!, ExDx dan Komunal. (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *