Lepas Dua Lagu Sekaligus, A REVENGE FROM INSIDE Mulai Panaskan Album

Usai menandai kebangkitannya pada September 2021 lalu lewat lagu “Armageddon (Revamp)”, kini unit metalcore asal Bekasi ini melanjutkan misinya untuk mengubah wajah musik mereka. Kali ini dengan pendekatan konsep yang lebih segar dan kekinian dibanding karya-karya mereka di album mini (EP) “Towards The End” (2015).

Dua karya rekaman lagu baru telah diluncurkan A Revenge From Inside (ARFI) ke berbagai platform digital sebagai pemanasan sebelum meluncurkan album dengan konsep yang baru. Lagu tersebut adalah olahan cover “It’s My Life” milik band rock legendaris Bon Jovi, serta sebuah lagu sendiri bertajuk “On My Way”. 

Di garapan “It’s My Life” – sama halnya “Armageddon (Revamp)” – memperlihatkan arah baru musik ARFI, dimana metalcore kembali menjadi acuan utama aransemennya. Sangat berbeda dibanding formula musik ARFI era 2014-2016 silam.

“Bisa dibilang, musik kami yang dulu terdengar monoton. Terdengar ‘kurang’ jika dibawakan di tahun sekarang. Untuk itu, kami ubah arasemen lagu-lagu yang dulunya digarap gitaris Restu Octavian. Sekarang kami berlima yang ambil alih untuk menciptakan lagu atau musik ARFI itu sendiri. Kami mengubah lagu andalan kami, seperti ‘Armageddon’, untuk kami revisi seperti adanya (tambahan) melodi-melodi gitar yang menjiwai dari kedua gitaris kami dan adanya tambahan kata di lirik reff agar tidak monoton. Tidak lupa kami sedikit tambahkan feel-feel baru di musik ‘Armageddon’ tersebut,” urai pihak band kepada MUSIKERAS, menjelaskan lebih detail.

.

.

Sedikit berbeda di lagu “On My Way”, karena masih merupakan hasil garapan formasi sebelumnya. Isian bass dan vokal scream dieksekusi oleh Rizky ‘Iki’ Yomaeko, gitar ritem dan lead masing-masing diisi oleh bassis Yoga ‘Gondes’ Al’Syambahari dan Agung Sedayu Kurestu. Sementara untuk vokal masih diemban oleh Ricky Haryan. Keseluruhan konsep musiknya cenderung ke genre screamo/rock. “On My Way” direkam di Rostels Record pada awal 2021 lalu, saat dua personel ARFI saat ini, yakni gitaris Restu Octavian dan dramer Aldo Febriansyah Putra belum bergabung.

“Lagu kedua kami kerjakan di saat personel sekarang belum berkumpul. Saat itu Iki memang ingin sekali mengubah total genre ARFI untuk memberikan suasana yang berbeda. Saat itu lebih fokus pada vokal clean dan musiknya terinspirasi oleh Saosin, Alesana, Bring Me the Horizon dan Killing Me Inside.”

Saat ini, para personel ARFI terus menggenjot penggodokan album baru yang sudah mencapai sekitar 45% dari keseluruhan produksi. Penggarapannya sempat terhenti lantaran sulitnya membagi waktu antar personel.

“Kami ingin tetap terus terekspos oleh skena metal. Insya Allah (kami) akan memulai rekaman sesudah lebaran atau pertengahan tahun.” (aug/MK02)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.