Makin Mencekam, KREMATIST Bangkitkan ‘Kebuasan dari Perut Bumi’

Asap gelap dari formulasi musikal yang mengombinasikan kebarbaran death metal dengan manuver progresif yang mencekam kembali dihembuskan oleh unit cadas asal Jakarta ini. Krematist baru saja merilis sebuah karya rekaman lagu tunggal bertajuk “Rise of the Dabbatul Ardh” yang diperdengarkan ke publik metal Tanah Air dan dunia via label Maxima Music Pro. Lagu tersebut merupakan menu pemanasan sebelum menghadapi keganasan album terbaru Krematist yang bakal diberi judul “Mahapralaya”.

Proses awal penggarapan “Rise of the Dabbatul Ardh” dimulai dari ‘keisengan’ jemari gitaris Suharyono Herlambang a.k.a. Benk di saat pandemi. Saat itu ia terus berusaha membuat materi lagu yang catchy, yang lantas diimplementasikan dan dikembangkan lewat proses latihan bersama para personel Krematist lainnya, yakni vokalis Hamdan Prasetyo Saputra a.k.a. Phuput, gitaris Ferdy Fristian dan dramer Fajar Arya. 

“Kami memberi warna gelap, blasting drum dan ritem gitar dengan nada-nada downstroke sinis, masif, memorable tone dan melodius, tanpa menimbulkan kesan tragis di sisi partitur barbar yang terkesan sadis. Ditambah lagi dengan lirik yang terinspirasi dari momentum akhir zaman yang memberi kesan depresi vertikal di setiap part instrumen yang ditampilkan,” seru pihak Krematist kepada MUSIKERAS, merinci konsep aransemennya.

Dan masih dari segi musikal, lebih jauh Krematist menyebut “Rise of the Dabbatul Ardh” yang direkam di Apache Studio tersebut lebih mengedepankan kekuatan harmoni diminish untuk menciptakan nuansa yang lebih gelap agar menyatu dengan kandungan lirik lagu tersebut.

.

.

“Penambahan unsur kibord di lagu sebagai background juga kami gunakan untuk memperkaya komposisi struktural yang dinamis, gloomy, (namun) tanpa meninggalkan jejak progresif yang menjadi benang merah lagu-lagu kami. Di sini kami juga berkolaborasi dengan Sofyan Hadi dari (unit death metal legendaris asal Yogyakarta) Death Vomit yang menambah chaotical anger pada komposisi musik kami.”

“Rise of the Dabbatul Ardh” sendiri merupakan karya lagu terbaru Krematist sejak meluncurkan album studio ketiga, “Disaster Begins” via Tanjidor Production pada 2019 lalu. Sebelumnya, band ‘pembakar mayat’ yang terbentuk atas kesepakatan Phuput dan Benk pada Juli 2011 silam ini juga sudah melahirkan album “Krematology”(2014) via Sick Fanatic Record, “Bangkai Bumi” (2016) via Moonrat Production serta beberapa lagu yang terserak di berbagai proyek kompilasi.

Langkah selanjutnya setelah perilisan “Rise of the Dabbatul Ardh”, Krematist bakal segera merampungkan sentuhan akhir album studio keempat mereka, “Mahapralaya”. Sejauh ini progresnya sudah sampai pada tahap mixing dan mastering, dan dipastikan bakal menggeber tujuh amunisi bengis di dalamnya. Layak ditunggu! (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.