Daur Ulang Lagu Lama, ATTACK THE HEADLINE Terlahir Kembali

Tujuh tahun terdiam tanpa melahirkan satu pun karya lagu rekaman nyaris mengubur karir band rock/screamo/post-hardcore asal Yogyakarta ini. Kesibukan masing-masing personel adalah faktor utama, dimana mereka mulai memasuki fase dewasa setelah lepas ikatan kuliah, dan mulai meniti karir, bisnis dan berkeluarga. “Sehingga prioritas utama personel bukan lagi band,” ujar pihak Attack the Headline kepada MUSIKERAS mengungkapkan alasannya. 

Tapi untunglah, memasuki 2022, masa-masa hiatus itu berhasil akhirnya berhasil dihentikan. Diperkuat formasi Robby Verdian (vokal/scream), Aninsesa (bass/vokal), Arief Suryo (gitar/vokal) dan Bima Aditya (gitar), Attack the Headline pun memulai kebangkitannya dengan melepas sebuah lagu tunggal bertajuk “Terlahir Sampah Part II” pada 12 Maret 2022 lalu.

Dirilisnya lagu tersebut menjadi sinyal baru bagi Attack the Headline untuk segera merilis karya lainnya tahun ini. Dengan masuknya beberapa anggota baru dan kembalinya anggota lama, mereka siap untuk kembali bermusik dengan solid dan bahkan bertekad mengeluarkan album rekaman baru tahun ini juga.

Oh ya, seperti yang tersirat dari judulnya, “Terlahir Sampah Part II” memang bukan materi lagu yang benar-benar baru. Melainkan sebuah proyek daur ulang dari lagu berjudul “Terlahir Sampah” yang termuat di album mini (EP) “Living The Line of Jealousy” (2010).  Lagu itu dipilih untuk dipermak ulang karena mempunyai makna yang sangat personal bagi anggota band ini, serta juga menjadi alasan terbesar bagi Attack the Headline untuk kembali.

.

.

Proses kreatif penggarapan “Terlahir Sampah Part II” sendiri dilakukan secara daring dan tatap muka. Salah satu alasannya karena salah satu gitaris band ini tidak berdomisili di Yogyakarta. “Proses rekaman ini bisa dikatakan sangat cepat, jika ditotal hanya dua minggu karena dikejar timeline produksi video klip kami dengan salah satu clothing brand Yogya yang mendukung kami.”

Eksekusi rekaman dilakukan masing-masing personel dengan memaksimalkan perangkat rekaman pribadi secara mandiri. Sementara untuk pemolesan mixing dan mastering dipercayakan kepada Chandra Erin (vokalis dan gitaris unit emo Sunrise) dari Jejak Digital Records.

Lalu dari sisi konsep musikal, apa yang membedakan “Terlahir Sampah Part II” dengan versi awalnya? Menurut pihak band, tentunya, versi awal digarap saat mereka masih berusia belasan, tepatnya tak lama setelah terbentuk pada 2009 silam. Kini, mereka mengolah ulang aransemennya dengan pendekatan yang lebih dewasa.

“Yang membedakan tentunya suara synth yang sudah tidak mendominasi seperti versi lama dan suara dram yang juga lebih disesuaikan. Di lagu ini kami mencoba memasukkan eksplorasi sound yang akan mewakili karakter album kami yang baru.”

Tapi untuk referensi musik, mereka mengaku tak ada yang spesifik untuk dijadikan benchmark. Masing-masing personel cenderung mendengarkan musik dari berbagai genre dan berusaha membuatnya mengalir secara natural tanpa berusaha mengacu ke suatu band atau genre tertentu. “Yang penting masih on track, semua personel suka dan enjoy. Sekarang yang lebih penting untuk kami adalah gairah bermusik tetap tersalurkan dan bisa bikin kami happy.”

Sambil menggulirkan “Terlahir Sampah Part II” yang antara lain sudah bisa dinikmati di platform digital seperti Spotify, Apple Music dan YouTube, Attack the Headline juga semakin menggiatkan berkumpul dan bertukar pikiran untuk menyiapkan materi album penuh. Sejauh ini sudah ada beberapa lagu yang sedang proses penyelesaian akhir dan berharap bisa merilis albumnya tahun ini. (mdy/MK01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.