Kelompok pelantun indie rock/punk asal Bandung, Jawa Barat ini diperkuat oleh gabungan musisi yang sebelumnya sudah berkiprah di beberapa band. Tepatnya dari Nudist Island, Savor of Filth, Noin Bullet dan Skarangska. Nah, ketika resmi terbentuk pada Juni 2021 lalu, dalam waktu yang kurang lebih bersamaan datang ajakan untuk merilis sebuah album split (dua band dalam satu album) dari band asal Bekasi, My Gosh. Singkatnya, album bertajuk “Has Been” itu pun berhasil dirilis via dua label lintas kota, yaitu Anxydad Records (Bekasi) dan Fightfall Records (Bandung) pada 5 Maret 2022 lalu.
Ide awal untuk berpasangan di album “Has Been” itu sendiri datang dari obrolan antara vokalis dan gitaris Minodrama, Sugeng Priyatno aka Ugenx dengan Gesit Mutiarta dari My Gosh, sekitar dua tahun lalu ketika keduanya bertemu di sebuah hajatan “Acoustic Tribute to Fat Wreck Chords” di Bandung.
Perkenalan itu berlanjut menjadi pertemanan, saling mendukung kegiatan masing-masing. Dan saat Minodrama yang juga diperkuat formasi Hayat Ichlas Firmansyah aka Firman (bass), Sugih Budiman aka Ugih (dram) dan Rasidan Raufi Jamal aka Rasid (gitar/vokal latar) telah merampungkan tiga lagu awalnya untuk promo, ide album split pun menjadi kenyataan. My Gosh juga menyumbangkan tiga lagu.
Jadi bisa dibilang, proses keseluruhan dimulai ketika materi Minodrama direkam pada Agustus hingga Desember 2021, lalu merampungkan mastering pada pertengahan Februari 2022. Untuk lagu Minodrama sendiri direkam di beberapa tempat berbeda. Isian dram dan bass dieksekusi di Studio AVA Goodline, gitar di rumah Firman, vokal di Escape Studio, sementara syntensizer di rumah Rasid. Semuanya berlokasi di kota Bandung.
.
.
Karena masih terhitung band baru, menjadi alasan utama kenapa Minodrama akhirnya memutuskan untuk merilis album split sebagai gebrakan awalnya.
“Kami sangat memmbutuhkan exposure yang besar dan split album dengan lintas kota merupakan pilihan yang paling bijak bagi kami, sehingga semua promo dan exposure seharusnya lebih maksimal, baik bagi My Gosh maupun bagi Minodrama sendiri,” ujar pihak Minodrama kepada MUSIKERAS, mengungkapkan.
Bauran kental indie rock bernuansa punk membalut materi-materi lagu Minodrama di “Has Been” keseluruhan. Termasuk di lagu “Sampai Nanti” yang menjadi andalannya. Tepatnya sekitar 80%, dengan tambahan 20% sentuhan alternative rock dan emo.
“Lagu ‘Sampai Nanti’ yang menjadi hit single Minodrama sendiri merupakan lagu transisi dimana terasa ada sedikit unsur perubahan dari pop punk indie rock menjadi alternative rock emo. Referensi musik kami (dari band-band indie rock/punk asal AS) Jimmy Eat World, Mae, Copeland, Sherwood, MXPX, The Ataris, The Maine dan Green Day.”
Usai perilisan “Has Been”, Minodrama selanjutnya merencanakan bakal melakukan serangkaian tur ke beberapa titik, baik di Bandung maupun daerah sekitarnya. Rencananya bakal dilakukan bersama sebuah band Bandung bernama Captivate. Sambil menjalani tur mini tersebut, mereka juga akan mengeksekusi rekaman untuk kebutuhan album mini (EP) debut yang dicanangkan berisi enam lagu untuk jadwal perilisan pada 2023 mendatang.
Oh ya, album split “Has Been” yang sudah beredar sementara ini dikemas dalam format kaset pita dengan jumlah terbatas. Pihak label hanya memproduksi sebanyak 50 keping yang terbagi dalam dua paket, yaitu 25 unit dijual seharga Rp. 55.000,-, sementara 25 lagi sisanya dipaketkan bersama t-shirt, totebag, pin, poster dan stiker dengan bandrol harga sebesar Rp. 175.000,-. Lalu pada 5 Mei mendatang, “Has Been” baru akan tersedia di berbagai platform digital. (aug/MK02)