Band cadas crossover asal Malang, Jawa Timur ini sebenarnya sudah malang-melintang sejak 2013 silam. Awalnya bernama Our Chance. Namun tujuh tahun kemudian, mereka sepakat mendaur ulang identitas, dengan mengganti nama menjadi Osborn. Dan sebagai penegas wajah barunya, Osborn pun melepas karya rekaman berformat album mini (EP) debut bertajuk “The Gray Chapter” sebagai langkah awal.
Sebelumnya, Osborn tercatat telah melepas beberapa lagu rilisan tunggal yang masing-masing berjudul “Kriegserklarung” (2013), “Trust Peace” (2015), “Self Disorder” (2017) dan “Won’t Surcease” (2020). Dua lagu terakhir dihadirkan kembali di EP “The Gray Chapter”, bersama tiga lagu baru lainnya, yakni “Losing Hope”, “Innefectual” dan “Delusion”.
Forma Gema Diputra (vokal), Malindra Agasta Pradana (gitar), Shaffudin Daffa (gitar), Haris Fajar Nugroho (bass), dan Hikam Putra Abdillah (drum) menggodok rekaman hingga mastering “The Gray Chapter” selama setahun. Tepatnya dimulai pada Desember 2019 hingga Maret 2020. Lalu berlanjut untuk tahapan pasca produksi hingga Agustus 2021. Eksekusi rekamannya sendiri dilakukan di Monev Studio untuk isian dram, sementara untuk vokal, bass dan gitar dirampungkan di Rama Project Studio.
Karena digarap dalam suasana pandemi, proses kreatif terpaksa harus dijalani dalam keterbatasan. Sebagian besar proses dilakukan secara daring, antara lain dengan memaksimalkan komunikasi lewat aplikasi Zoom.
.
.
Yang menarik, Osborn memilih judul EP yang sangat mewakili racikan musik mereka di situ. Mereka mencoba menyatukan karakter metal yang berbeda-beda sehingga muncul kesan Osborn memasuki wilayah ‘abu-abu’ atau gray area. Dari situlah ide judul “The Gray Chapter” mengemuka, untuk menggambarkan bab pertama dari perjalanan karir Osborn yang dimulai dari warna abu-abu.
“Konsep crossover yang kami maksud adalah sebuah pengabunggan riff-riff dari beberapa genre musik yang berbeda, mulai dari thrash metal, hardcore sampai metalcore. Bahkan beberapa part di materi ‘The Gray Chapter’ (juga) terinspirasi dari riff-riff death metal. Digabungkannya riff-riff yang berbeda ini diharapkan dapat menciptakan spektrum musik Osborn yang lebih luas untuk ke depannya,” urai pihak Osborn kepada MUSIKERAS mempertegas visinya.
Osborn menyebut beberapa band yang menjadi referensi utama saat menggarap “The Gray Chapter”, di antaranya dari band-band metalcore, thrash, hardcore atau yang crossover asal AS seperti Unearth, Slayer, Sworn Enemy, As I Lay Dying, Morning Again serta xMaroonx (Jerman) dan Reprisal (Italia).
“The Gray Chapter” sudah bisa dinikmati dalam bentuk fisik (CD) serta di layanan digital streaming sejak 20 Mei 2022 lalu. (mdy/MK01)
1 comment