ROCKMANTIC Tanggalkan Pop Rock, Kini Rambah Alternative Grunge

Kelompok rock asal Surabaya, Jawa Timur ini sempat berada di jalur industri ‘arus utama’ pada 2015 silam, atau tepatnya sekitar setahun setelah terbentuk. Saat itu, Rockmantic dinaungi label rekaman Warner Music Indonesia dan sempat menelurkan lagu rilisan tunggal berjudul “Melupakanmu”. 

Kini, konsep musikal yang diterapkan band bentukan 10 November 2013 tersebut mengalami pergeseran. Corak pop rock perlahan dilebarkan ke arah yang lebih ‘kotor’. Di karya rekaman terbaru mereka yang berformat album mini (EP), bertajuk “Something from Nothing”, racikan terbaru itu diterapkan. Latar belakang musikal serta selera yang berbeda dari para personelnya menggiring band ini untuk merambah eksplorasi baru.

Kepada MUSIKERAS, Rockmantic yang kini digerakkan oleh Adika Dewanto (vokal/gitar), David Wiliy (gitar), Dwi Prastyo (gitar), Farug Hidayatullah (bass) dan Dendy Wijaya (dram) mengakui banyak terpengaruh rock dari era 1980 hingga 1990-an, serta beberapa sentuhan musik Top 40.

“Di lagu ‘Sweet Baby’, kami memadukan musik-musik tersebut jadi satu konsep alternatif grunge yang akhirnya menjadi identitas baru band dan musik kami,” ujar pihak band memberi contoh.

.

.

“Sweet Baby” adalah salah satu komposisi yang termuat di EP mereka. Lagu lainnya ada “Coming Back”, “Something from Nothing”, “Better Than Ever”, “Grunge Sampai Mati”, “Omong Kosong”, “Ilusi” dan “Hidden Man”.

“Sweet Baby” sendiri diciptakan saat pandemi melanda di seluruh dunia, yang membuat semua kegiatan dibatasi, termasuk panggung-panggung musik yang seakan hilang begitu saja. Hal itu membuat Rockmantic berfikir lebih kreatif untuk menghindari kebuntuan saat itu. 

“Dengan peralatan yang terbilang masih sederhana, kami mulai membuat studio mini di rumah untuk rekaman secara mandiri. Selama hampir dua tahun tidak ada acara musik, akhirnya kami bisa merekam beberapa lagu yang akhirnya dirilis di album mini ‘Something from Nothing’.”

Para personel Rockmantic menganggap, band bukan hanya sekadar nama, melainkan juga sebuah tempat untuk menggapai impian dan cita-cita mereka bersama dalam hal bermusik. “Totalitas dan kesungguhan harga mati bagi kami, untuk menjadikan sekumpulan karya dalam musik yang nyata agar bisa diakui dan dinikmati oleh semua masyarakat di Indonesia.”

Kini, sekujur EP “Something from Nothing” sudah bisa dinikmati via berbagai platform digital seperti Spotify, Joox dan lainnya. (aug/MK02)

.

3 comments
    1. Materi lagunya lumayan enak, karakter vocal OK semoga bisa survive di belantika musik indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.