Resensi: Mempertahankan ‘Kesuraman’ yang Eksploratif

(Artis) Interpol – (Album) The Other Side of Make-Believe – (Prod.) 2022 Matador Records

.

Gaya pelampiasan lagu yang di banyak kesempatan terdengar ‘kasar’, namun dibalut dengan elemen atmosfirik yang menghipnotis membuat trio rock asal New York, AS ini sekali lagi mampu mempertahankan posisinya, sebagai pejuang kebangkitan post-punk yang selalu layak diperhitungkan hingga hari ini.

Pandemi bisa jadi adalah solusi yang melatari alasan untuk terus menggeliat, ketimbang tenggelam dalam keterbatasan dan memberi kepasrahan, ruang untuk menguasai alam pikiran. Album terbaru Interpol, “The Other Side of Make-Believe” yang telah dilepasliarkan via Matador Records secara resmi sejak kemarin (15/7) lahir dari kondisi perlawanan tersebut.

Mulai dikonsep dan ditulis selama musim panas 2020 lalu, dalam kondisi dimana mereka – Paul Banks (vokal/gitar/bass), Daniel Kessler (gitar/piano/vokal latar) dan Sam Fogarino (dram/perkusi) – harus tunduk pada dominasi internet di masa pandemi. Lagu per lagu hingga terkumpul sebanyak 11 trek hampir keseluruhan digarap secara daring, sebelum akhirnya setahun kemudian memutuskan bertatap muka dan mengeksekusinya hingga rampung. Ya, kali ini tanpa kehadiran bassis Carlos Dengler yang memutuskan mundur pada 2010.

.

.

“The Other Side Of Make-Believe” melanjutkan formula yang membuat Interpol disegani sejak kita mendengarkan album debut mereka, “Turn On the Bright Lights” (2002). Tentunya kini makin dewasa, dengan lirik yang tetap ekspresif, namun dengan energi yang sama. Menggelorakan nada ‘gelap’ yang mengarah suram tetap dieksplorasi menjadi magnet yang menggetarkan pendengarnya, seperti yang sedikit banyak tercurah di lagu rilisan tunggal terbarunya, “Gran Hotel”, atau di lagu lainnya seperti “Big Shot City” hingga “Go Easy (Palermo)”.

Dari album yang berjarak sekitar empat tahun dari karya kolektif Interpol sebelumnya, mereka juga telah memperdengarkan rilisan tunggal berjudul “Toni”, “Something Changed” dan “Fables”, sebelum memutuskan untuk melepasnya dengan kekuatan penuh dalam sebuah kemasan album.

Sejak terbentuk pada 1997 silam, sejauh ini Interpol telah merilis tujuh album studio, yaini “Turn On the Bright Lights”, “Antics” (2004), “Our Love to Admire” (2007), “Interpol” (2010), “El Pintor” (2014), “Marauder” (2018) dan “The Other Side of Make-Believe”. (aug/MK02)

.

Kredit foto: Ebru Yildiz

.

Jika Anda - para pembaca Musikeras - menyukai tulisan-tulisan kami dan ingin membantu / peduli akan kelangsungan karir media kami, dengan senang hati kami menerima donasi dari Anda secara sukarela. Bantuan dana bisa dikirimkan (transfer) via aplikasi OVO Musikeras 083822872349. Berapa pun bantuan Anda sangat berharga buat kami. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *