Konser “DREAMER: Tahta Hitam”, Semangat yang ‘SpektaKiller’!

Walau tadinya tanpa terdorong niat untuk merilis album, rupanya rangkaian keriuhan di kubu Dreamer terus bergulir. Paling tidak, sampai semalam (17/7), kobaran api unit metal berhawa gothic asal Jakarta ini masih menyala, dan bahkan akhirnya sukses menggelar konser tunggal di M Bloc Live House, Jakarta Selatan. 

Pertunjukan itu sendiri bertitel “Tahta Hitam”, dan diembel-embeli kalimat ‘konser spektakuler’. Digelar atas kerja sama Cerberus Productions dengan M Bloc Space sebagai rangkaian promosi album terbaru Dreamer yang juga bertajuk “Tahta Hitam”.

Tapi sebaiknya abaikan dulu kalimat ‘konser spektakuler’, agar ekspektasi tidak terlalu tinggi. Karena kenyataannya, suguhan Dreamer semalam secara menyeluruh masih berskala kecil dan dengan dukungan teknis pernak-pernik pertunjukan panggung yang biasa saja. Selain para personelnya, yakni Windy Saraswati (vokal), Doni Herdaru Tona (vokal), Handayani Woke (gitar), Budi Gede Arya (bass), Triwibowo (kibord), Totok Kusdaryanto (dram) serta gitaris tambahan, Zethria Okka dari Holykillers, hanya ada imbuhan ornamen grafis multimedia sebagai pemeriah di latar panggung. Ruang panggung bahkan terlihat sesak.

Namun jika ingin meluaskan maknanya, bisa jadi usaha yang ditempuh Dreamer sendiri untuk terus mempertahankan karirnya tergolong ke kategori spektakuler tadi. Sejak terbentuk pada 1998 silam, langkah mereka tidak terlalu mulus. Proses gonta-ganti personel kerap terjadi, dan bahkan sempat pula didera kevakuman. Terkesan hidup segan mati tak mau. Sejauh ini, mereka bahkan baru melahirkan (EP) “Emperor of the Fading Sun” (2001) serta dua album penuh berjudul “Bait Suci” (2008) dan “Tahta Hitam” (2022).

“Jadi selama 23 tahun Dreamer tuh ngapain aja sih,” seloroh Doni Herdaru setengah bercanda dari atas panggung, yang langsung disambut tawa riuh penonton. Doni sendiri baru bergabung di formasi Dreamer saat penggarapan “Tahta Hitam”. Sebelumnya, ia juga tercatat sebagai musisi metal veteran di skena ‘bawah tanah’ Tanah Air yang ia bangun lewat band Funeral Inception serta yang terbaru, Vox Mortis.

Bisa jadi Dreamer memang dihuni oleh musisi-musisi pemimpi. Dan impian adalah bentuk astral dari cita-cita. Semangat hidup akan terus berkobar jika ada mimpi dan cita-cita. Tidak perlu muluk-muluk. Menggeber distorsi metal di depan para penggemar dan sahabat-sahabat yang selalu mendukung sudah terbilang sebagai kepuasan yang tak tertandingi. Dan bagi Dreamer, mungkin justru itulah impian terbesar mereka; menghibur dan bersenang-senang di jalan metal. Maka apa yang terjadi di konser mereka semalam, bagi mereka adalah momen yang spektakuler.

Selama lebih dari satu jam, Dreamer menggasak panggung membawakan sekujur album “Tahta Hitam” dengan totalitas stamina, kostum hingga intensitas musik yang tinggi. Seluruh lini instrumentasi dan vokal terdengar maksimal dan berhasil mengunci konsernya secara klimaks lewat lagu “Tirani” yang menghadirkan bintang tamu, gitaris John Paul Ivan (eks Boomerang/Take Over) serta “Panah Kematian”. Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, Doni menyebut hajatan semalam sebagai ‘Konser SpektaKiller’, yang akhirnya berhasil dieksekusi Dreamer setelah menjalani persiapan intensif selama berbulan-bulan.  

Konser semalam, di sisi lain, juga menjadi perayaan kebebasan bagi sebagian besar penonton yang hadir. Setelah terkekang selama lebih dari dua tahun dalam belenggu pandemi. Wajah-wajah sumringah dan interaksi silaturahim menjadi warna tersendiri di setiap sudut. “Gue bener-bener baru malam ini keluar nonton konser kayak gini lagi,” ujar seorang penonton, dengan senyum lebar.

Usai perayaan konser “Tahta Hitam”, Dreamer belum mau beristirahat. Sejumlah rencana telah disusun untuk meneruskan momentum. “Kalau nggak ada aral melintang, kami akan tur di September-Oktober. Nanti akan diumumkan,” ujar Yani kepada MUSIKERAS, memberi bocoran. 

“Tahta Hitam” telah dirilis sejak 25 Maret 2022 lalu. Selain diedarkan dalam format digital, juga terkemas sebagai rilisan fisik (CD) yang bisa didapatkan di berbagai gerai Demajors Records di seluruh Indonesia. (mdy/MK01)

.

.

Jika Anda - para pembaca Musikeras - menyukai tulisan-tulisan kami dan ingin membantu / peduli akan kelangsungan karir media kami, dengan senang hati kami menerima donasi dari Anda secara sukarela. Bantuan dana bisa dikirimkan (transfer) via aplikasi OVO Musikeras 083822872349. Berapa pun bantuan Anda sangat berharga buat kami. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *