HUMANIMAL Panaskan “Mercy”, dengan Menggelar Orasi “Rakjat”

Atas nama misi untuk saling mengisi dan menyuarakan aspirasi, unit hardcore berunsur dasar hiphop, Humanimal menggandeng orator yang aktif di YouTube, yakni Peri Sandi Huizche untuk berkolaborasi. Kedua pihak saling bersinergi di lagu rilisan tunggal terbaru Humanimal yang bertajuk “Rakjat”.

Sekadar informasi, Peri Sandi Huizche – atau yang akrab disapa Sandi – merupakan seorang penyair dan pembaca puisi yang pernah viral beberapa tahun lalu. Kala itu, dia dengan lantang membacakan hasil karyanya yang berjudul “Mata Luka Sengkon Karta” pada 2017 lalu.

Menurut penuturan Humanimal kepada MUSIKERAS, proses tektokan dengan Sandi lumayan sulit lantaran penyocokan waktu antara keduanya sulit dipertemukan. Dan kenapa mereka memilih Sandi untuk berkolaborasi?

“Karena beliau orang yang sudah pasti expert di puisi atau pun orasi. Beliau juga yang membuat lagu ‘Rakjat’ mempunyai pesan yang begitu dalam di orasinya, sehingga lagu tersebut mempunyai karisma lebih atas nama pergerakan yang baik (pastinya),” seru Humanimal semangat.

Humanimal yang masih diperkuat Mahesa Agni (vokal), Iqbal ‘Kubil’ Darwin (gitar), Andika ‘Dika’ Reska (bass) dan Muhammad ‘Upi’ Luthfi (dram) sebelumnya sudah pernah merilis album debut pada 2018 yang bertajuk “Injusticia” dan album berbagi (split) bersama Outrage yang berjudul “Humanrage” (2021). Tahun ini, Humanimal yang sudah menggeliat di skena sejak 30 April 2016 silam bersiap-siap melepasliarkan album penuh terbaru mereka, yang diberi titel “Mercy”. Dan “Rakjat” merupakan bagian dari woro-woro menuju pelepasan resminya.

.

.

Sejauh ini, menurut bocoran Humanimal yang disampaikan kepada MUSIKERAS, penggarapan “Mercy” sudah rampung sebanyak 95% dari keseluruhan tahapan produksi, dan dicanangkan sudah bisa beredar di pasaran pada 30 September 2022 via Samstrong Records.

Dari sisi musik, sebenarnya benang merahnya tetep sama seperti album pertama. Tetap ada unsur metalcore walaupun terbilang sangat tipis. Tapi Kubil kali ini lumayan banyak mengeksplorasi terapan riff gitar.

“Mungkin ini agak lebih dark aja kali ya dari album sebelumnya. Nggak cuma metalcore doang, thrash metalnya ada, punknya juga ada, nu metalnya pun juga ada. Dan kami emang selalu bikin satu lagu yang musiknya benar-benar nyebrang dari semua lagu yang ada di dalam album. Jadi menurut kami sih, materi di album ‘Mercy’ ini istimewa, soalnya nggak cuma musik hardcore, tapi hampir semua unsur genre musik ada di sini,” seru Kubil meyakinkan.

Makanya, untuk referensi, seluruh personel band asal Bekasi ini tidak hanya mendengarkan jenis musik tertentu saja. Tapi Kubil menyebut, beberapa referensi band cadas asal AS sering mereka dengarkan saat proses pengerjaan “Mercy”, di antaranya seperti Down, Eyehategod, Incendiary, Municipal Waste hingga Slayer.

Rencananya, “Mercy” nantinya bakal diluncurkan dalam format fisik (CD) serta tentunya, via berbagai platform digital. (mdy/MK01)

.

.

Jika Anda - para pembaca Musikeras - menyukai tulisan-tulisan kami dan ingin membantu / peduli akan kelangsungan karir media kami, dengan senang hati kami menerima donasi dari Anda secara sukarela. Bantuan dana bisa dikirimkan (transfer) via aplikasi OVO Musikeras 083822872349. Berapa pun bantuan Anda sangat berharga buat kami. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *