Salah satu unit hardcore potensial asal kota Medan, Sumatera Utara ini terus menggeliatkan kreativitasnya. Target Disobey adalah eksplorasi tanpa batas. Saat ini, band yang dihuni formasi Rio Teguh Prasetyo (dram), Karina Zulkarnaen Harahap (vokal), Kurniawan Pratama (gitar), Suryadi (gitar) dan Muhammad Dwi Phorbia (bass) ini tengah bersiap-siap meletupkan karya rilisan tunggal terbarunya yang bertajuk “Lantang Menantang”. Rencananya ditebarliarkan pada 11 November 2022 mendatang.
Sebelumnya, band ini tercatat sudah pernah melahirkan tiga karya rekaman kolektif dalam format album mini (EP) serta dua album penuh. Ketiganya diedarkan dalam format fisik, yakni CD dan kaset pita dan sukses menjajal pasar musik di Indonesia. Bahkan hingga ke negara tetangga Malaysia.
Di unggahan akun Instagram resmi Disobey, gelagat penghunusan single sudah ditunjukkan. Sekadar informasi, Disobey sendiri belum pernah melepas lagu rilisan tunggal sebelumnya. Jadi “Lantang Menantang” bakal menjadi karya perdana, yang rencananya langsung dilepasliarkan bersamaan dengan video klip resminya.
Dengan beberapa komposisi yang baru, konsep musik yang diterapkan Disobey kali ini lebih menonjolkan nuansa atau aroma melodic yang epik serta sound yang lebih menusuk. Mereka mengadaptasi lalu mengembangkannya dari beberapa materi di EP “Dedikasi”.
“Dua album sebelumnya, ‘Momentum’ dan ‘Ambil Alih’, aransemen Disobey memadukan elemen hardcore dan thrash metal. Sementara di single ini, kami kembali ke EP ‘Dedikasi’, dimana elemen melodic hardcore berasa lebih kental dipadukan dengan elemen metal modern saat ini,” papar Disobey kepada MUSIKERAS menegaskan.
Namun pada saat proses penggarapan rekaman yang dieksekusi di Showbox Record, Medan selama hampir sebulan, para personel Disobey harus menyesuaikan sekaligus menambah beberapa aransemen baru yang ada di dalam materi ini, tapi tanpa mengubah ciri khas dari Disobey sebelumnya.
Salah satu keunikan dari rilisan “Lantang Menantang” ini adalah, tidak dirilis dalam album. Melainkan hanya dijajakan di beberapa platform musik digital dan YouTube dalam bentuk video musik. Tapi ada dua versi yang bakal diproduksi. Versi pertama dalam bentuk band utuh, dan yang kedua dalam format instrumental. Tapi justru versi kedua itulah yang akan dimasukkan ke dalam album.
Apa alasannya? “Eksplorasi tanpa batas, dimana kali ini kami ingin memberikan perspektif yang berbeda dengan membuat versi instrumentalnya.”
Disobey terbentuk pada akhir 2011, yang dimotori oleh vokalis Karin dan dramer Rio. Setahun kemudian mereka langsung mengeluarkan EP “Dedikasi” yang memuntahkan enam lagu. Sempat terjadi pergantian personel, sebelum akhirnya berhasil merampungkan materi album “Momentum” yang memuat 11 track sarat amarah, via Fun Records, Medan. Pada 2016, Pooks Records Jakarta juga merilis kembali “Momentum” dalam format kaset. Pada pertengahan November 2018, Disobey meluncurkan “Ambil Alih”. Sedikit banyak, referensi musik mereka cukup variatif, antara lain disari dari geberan band-band dunia macam Slayer, Obituary, Converge, Throwdown hingga Get the Shot. (aug/MK02)
.
.
.