Diilhami Radiohead, SUNLOTUS Lanjutkan Pergerakan Shoegaze

Bak raungan distorsi yang belum kelar, Sunlotus kembali menggeber kancah musik Tanah Air lewat lagu rilisan tunggal terbarunya, “Jar Of Spells”. Berbeda dibanding karya-karya mereka sebelumnya, kali ini pelantang kebisingan shoegaze asal Blora/Yogyakarta, Jawa Tengah ini merilisnya dalam format sebuah video musik.

Para personelnya, yakni Made Dharma (gitar/vokal), Dzul Fawaid Ahmad (gitar), Sinergy Aditya (bass) dan Bagus Pratama (dram) berkolaborasi dengan rumah produksi asal Yogyakarta, 7daysoff untuk mewujudkan video “Jar of Spells”. Disutradarai oleh sineas Gilang Rabbani, video musik berdurasi lima menit delapan detik tersebut menceritakan kisah asmara antara pekerja seks komersial (PSK) dengan seorang pelanggan, yang dibalut dengan nuansa melankolis sekaligus menegangkan. Keduanya dikisahkan memiliki latar belakang kehidupan yang buruk dan tengah mencari pelarian.

Seperti yang dituturkan Made Dharma kepada MUSIKERAS, proses penulisan “Jar of Spells” telah dimulai sejak akhir 2020, bersamaan ketika ia mengaransemen ulang lagu “Last Night I Dreamt …” dari The Smiths. Aransemen awal lagu tersebut dimulai sebagai spinoff dari lagu “Creep” milik Radiohead.

“Prosesnya lumayan lama, karena saya sempat meninggalkan proyek lagu ini untuk membentuk personel inti Sunlotus yang terbentuk sekarang ini. Proyek ini dimulai kembali dengan serius di awal tahun 2022 dengan hasil aransemen saat ini. Kami merekam lagu ini di studio Watchtower, lokasi workshop yang sama ketika dulu kami merekam album pertama kami.”

Dibanding lagu-lagu Sunlotus sebelumnya – khususnya jika dibandingkan dengan album “This Old House” yang dirilis pada 8 Mei 2019 silam – Sunlotus kini lebih berusaha menciptakan ambience yang lebih ‘airy’. Made menyebut, musik-musik pop punk yang pernah menginspirasinya ketika remaja terasa kental memberi pengaruh di lagu ini.

.

.

“Bisa dirasakan pada entakan palm mute gitar pada bagian verse. Selain itu juga, kami juga merasa tertantang untuk membuat aransemen musik yang tidak selalu mengedepankan elemen distorsi, serta banyak bermain sound design pada modulasi. Sunlotus goes pop, teman-teman bilang.”

Namun tetap saja, cetus Made lagi, referensi musik utama Sunlotus saat meracik “Jar Of Spells” adalah band rock eksperimental asal Inggris, Radiohead.

Sedikit menengok ke belakang, kelahiran Sunlotus diinisiasi Made pertama kali ketika ia harus pulang kampung ke Blora, Jawa Tengah pada 2018. Musisi yang sempat pula berkarya dalam unit Warmouth, Deadly Weapon, serta LKTDOV ini lalu mengajak Dzul untuk mengisi gitar yang disusul dengan membuat sejumlah lima lagu. Made mencoba menggandeng kawan lama dari label independen asal bali, HÉMA yang lantas tertarik untuk merilis proyek album pertama, “This Old House”. Keseluruhan proses penulisan lagu, sejak awal sampai selesai rekaman dikerjakan dengan cepat dan sangat natural. “Kalau tidak salah ingat hanya memakan waktu sekitar 5-6 bulan saja,” cetus Made meyakinkan.

Memasuki 2020, Made kembali menetap di Yogyakarta, dan berpikir untuk memboyong serta proyek Sunlotus. Akhirnya ia pun mencari pengisi instrumen bass dan dram, dan menemukan Sinergy Aditya serta Bagus Pratama untuk memperkuat formasi. Sebelum merilis “Jar of Spells”, Sunlotus sempat merampungkan agenda anjangsana ke kota-kota di selingkar Jawa Timur dan Pulau Bali, dalam sebuah paket petualangan berjudul “Deafening This Old House Tour”. Di dua kota di Jawa Timur, yakni Malang dan Surabaya, Sunlotus berduet dengan Enola. Sementara di Bali, Sunlotus tampil di Bangli, Canggu, Munggu, Denpasar serta sebuah secret gig bersama Chaos X Musica. 

Rencana berikutnya, Sunlotus akan memasukkan “Jar of Spells” di rilisan mendatang, berupa sebuah album berbagi (split) bersama grup musik asal Bali, Milledenials. Band ini juga berada di pusaran shoegaze, dan tahun lalu sukses mencuri perhatian lewat album mini (EP) bertitel “5 Stages of Doomed Romance” rilisan Skullism Records. Bersama Sunlotus, mereka juga ikut menebar suara bising se-antero Bali dalam rangkaian “Deafening This Old House Tour”. Agenda lainnya, adalah penggarapan EP yang kemungkinan besar bakal diluncurkan via label Greedy Dust. (mdy/MK01)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
darksovls
Read More

DARKSOVLS: Energi Baru Usai Coki Hengkang

Sebagai lanjutan dari rilisan “Frustrasi Kolosal”, Darksovls kini melontarkan “Spektrum Kedap Cahaya”, menandai era baru yang lebih depresif.
dottland
Read More

DOTTLAND: Bukan D-Beat / Crust Punk yang Pakem

Unit d-beat crust punk Dottland (atau ditulis Döttland) akhirnya merilis album debutnya, “Negara Mati” sebagai ungkapan jujur dalam melihat realita saat ini.