“Obituarium”, Eksperimen HUMILIATION di Ranah Tiga Dimensi

Dengan konsep lebih segar dibanding rilisan terakhir, yakni album “Karnaval Genosida” (2018), kini unit cadas asal Bandung, Jawa Barat kembali menggeliat lewat lontaran satu karya rilisan tunggal terbaru bertajuk “Obituarium”.  Aransemen serta temanya masih memiliki benang merah dengan lagu-lagu di album sebelumnya, tapi teknik dan warna vokal di “Obituarium” lebih berat. 

“Progresi musiknya masih banyak mengacu pada album sebelumnya, namun dengan warna musik yang berbeda. Belum bisa dibilang mewakili konsep album berikutnya, namun layak kami sebut sebagai transisi dari album sebelumnya,” cetus pihak band kepada MUSIKERAS, menegaskan target dari konsep musikalitas terbarunya.

Lebih jauh, para personelnya yang diperkuat Adam Ardhandy (vokal), Hamzah Sastra (gitar), Firman Ananda (bass), Hinhin ‘Akew’ Agung Daryana (gitar) dan Luthfi Setyo (dram) menjelaskan bahwa ada proses bereksperimen saat penggarapan “Obituarium”. Antara lain, mereka bereksperimen dengan menerapkan banyak teknik rekaman, sejak memulai prosesnya pada pertengahan tahun lalu selama enam bulan di Greyelephant Studio. Juga di proses mixing dan mastering, yang mana di album sebelumnya dieksekusi oleh Mark Lewis, produser dan engineer metal veteran kelas dunia asal Florida, AS yang antara lain pernah menangani penggarapan album milik Chimaira, Trivium, DevilDriver, The Black Dahlia Murder hingga Megadeth. 

“Kali ini semuanya kami garap secara mandiri dari awal!”

.

.

“Obituarium” sendiri diperdengarkan secara luas tepat lima tahun sejak memproklamirkan “Karnaval Genosida”, atau bertepatan dengan 13 tahun Humiliation berkarya di skena musik ekstrim. Dirilis dalam bentuk video klip dengan format animasi 3D (tiga dimensi) yang dieksekusi sangat apik oleh JancukArt, animator yang telah aktif sejak 2019, dengan pengerjaan animasi selama satu bulan penuh. Dengan hadirnya video “Obituarium” berdurasi 4 menit 14 detik ini, Humiliation menjadi band death metal pertama di Indonesia yang menggunakan konsep animasi 3D di suguhan video musik.

Setelah perilisan “Obituarium”, direncanakan akan ada satu lagu baru lagi yang akan diluncurkan dalam waktu dekat. Dua lagu tersebut menjadi jembatan menuju album keempat Humiliation. Para personel band ini terus memompa semangat untuk melahirkan karya secara kontinyu, walau di skena semakin disesaki oleh pejuang-pejuang metal baru yang potensial.

“Masih banyak mimpi dan pencapaian yang belum kami raih. Lagipula Humiliation ini bukan tempat kami kerja, tapi rumah yang harus terjaga sirkulasinya lewat karya-karya yang kami buat sekarang dan nantinya,” seru mereka optimistis. 

Video klip “Obituarium” bisa disaksikan di halaman artikel ini. Sementara untuk versi audionya, bisa diakses via berbagai kanal musik digital format streaming seperti Spotify, Youtube Music, Deezer, Instagram Music hingga TikTok sejak 10 Februari 2023 lalu. (mdy/MK01)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts