NEWFLAG Semakin Panas dan Keras di Jalur Hardcore

Batang adalah sebuah daerah di Jawa Tengah dengan kondisi geografis serta kultur daerah pantai yang sangat panas dan keras. Di sinilah lahir Newflag, salah satu band hardcore berkarakter keras, khususnya dalam meneriakkan lirik-lirik bermuatan protes. Seperti yang sudah mereka lampiaskan lewat dua lagu rilisan tunggal pada 2020 dan 2021 lalu, bertajuk “Militansi” dan “Menolak Bungkam”.

Tahun ini, Newflag kembali hadir, berkoar lewat karya lagu baru berjudul “Passion”. Namun kali ini, tema lirik yang disuarakan cenderung lebih santai, yaitu tentang kehidupan yang mereka alami dan rasakan di seputaran lingkup sosial mereka. Penyemangat diri dari segala intervensi dan rasa benci untuk tetap bertahan hidup dan eksis dalam meramaikan skena musik hardcore dan  musik keras di Tanah Air.

Namun dari lini musik, keberingasan hardcore tetap menjadi amunisi utama. Digeber dengan tempo cepat dan rapat, sedikit bergaya lama (old school), tapi tak luput dari sentuhan nuansa metal modern yang disisipkan ke dalam “Passion”. Begitu pula di departemen ritmik yang dipacu lebih keras dan kasar plus teriakan vokal lugas dan tegas, yang seakan mencabik-cabik pendengaran.

“Di Newflag kami selalu menyisipkan kord-kord modern metal, biar pun cuma satu bar dan memang Newflag cenderung memainkan oldschool hardcore yang sering kami campur dengan musik-musik metal kekinian, untuk menciptakan sesuatu yang berbeda di aransamen Newflag. Dan ini menjadikan satu karakter yang bisa membedakan antara Newflag dengan band-band hardcore lainnya,” seru pihak band kepada MUSIKERAS meyakinkan.

Sebagai referensi, band bentukan sekitar akhir 2019 yang kini digerakkan formasi Irani Faza Ghani (vokal), Ergata ‘Ega’ Gilar Nanggala (gitar), Tegar Imanto (bass) serta Dyka Prasetyo Aji – dramer baru yang masuk menggantikan Deady Sukma – mengaku lebih banyak terpengaruh oleh band hardcore asal Jerman, Final Prayer serta dari Kanada, yakni Get The Shot. “Tapi secara keselurahan kami masih setia memainkan hardcore ala New York yang menjadi basic utama kami dalam memainkan musik hardcore.”

Penggarapan “Passion”, bagi Newflag, dieksekusi secara serius di Ghedhe Record, Pekalongan setelah vakum hampir setahun lamanya, imbas situasi pandemi yang berkepanjangan. Hampir satu bulan waktu yang mereka butuhkan untuk merampungkan materi “Passion”.

“Karena kami rekaman tidak langsung menghabiskan satu shift hari itu juga. Melainkan kami ambil per sesi yaitu dram sama bass dulu dan gitar sama vokal kami selesaikan minggu depannya. Kami cari jadwal yang pas buat para personel karena kebentur (urusan) sama kerja.”

Setelah “Passion”, Newflag berencana menggelar tur mini untuk mempromosikan lagu tersebut. Dan paralel dengan hajatan itu, mereka juga mengejar target perampungan album mini (EP) yang diproyeksikan bisa rilis dalam waktu dekat.

Lagu rilisan tunggal “Passion” diproduksi oleh Militansi Records serta Binban Project dan bakal resmi diluncurkan mulai 30 April 2023 mendatang, serentak di semua platform digital. (aug/MK02)

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.