DEKSURA Tegaskan Semangat Heavy Rock di EP “Moron”

Tak butuh waktu lama, atau tepatnya beberapa bulan setelah melepas lagu rilisan tunggal “Jargon Moron”, band heavy rock/metal Deksura sudah kembali berkoar. Dan kali ini, langsung merilis karya album mini (EP) debut bertajuk “Moron”. 

EP tersebut beramunisikan tujuh lagu, yang masing masing berjudul “Introduksi”, “Kidung Kadung”, “Demagog”, “Timur Samsara”, “Gubah Bual”, “Jerembap” serta tentu saja, “Jargon Moron”. Di karya-karya rekaman tersebut, Deksura secara gamblang mengumbar berbagai tema; tentang hal-hal yang mereka sukai dan sebaliknya, atau mempertanyakan ulang segalanya, menggugat hidup, bagaimana menjaga api, menyerapahi bualan hingga ode tongkrongan. 

Keseluruhan materi yang menyesaki “Moron” direkam formasi Sulaeman (vokal), Kahfi Yustami (gitar), Dify Gumala (gitar), Gerry Febrianto (bass) dan Luthfi Ramadhan (dram) di Plug Studio, Cibubur. Termasuk untuk tahapan penataan serta pelarasan suaranya (mixing dan mastering).

“Kami mempersiapkan materi EP ‘Moron’ ini tentunya tentunya di studio latihan terlebih dahulu, untuk menjahit part-part musik dan vokalnya. Banyak pendapat yang diutarakan atau masukan dari setiap personel. Prosesnya juga ada revisi materi ketika kami memasuki studio rekaman, walaupun tidak banyak. Keseluruhan memakan waktu tiga bulan hingga mixing dan mastering,” urai pihak Deksura kepada MUSIKERAS mengungkap tahapan produksinya.

Dari segi musikal, Dekstura mengaku rada sulit mendeskripsikan konsep heavy rock dan metal yang mereka terapkan di EP “Moron”. Namun memang lingkupnya ada di seputaran rock dan metal, dengan karakteristik yang lebih berat (heavy).

.

.

“Jadi konsep kami pada dasarnya membuat lagu dengan riff dasar pentatonic minor dengan suara distorsi dan dram yang powerful, dengan vokal yang berteriak keras. Pada umumnya, mungkin beberapa band di heavy metal memiliki vokal clean atau tinggi. Namun dari segi vokal kami berbeda. (Tentunya) Kami bukan satu satunya, sudah ada band-band terdahulu seperti ini yang menginspirasi kami.” 

Nah, saat meracik komposisi dan aransemen lagu-lagunya, Deksura antara lain menyebut band-band seperti Motorhead, Metallica hingga Black Sabbath sebagai sumber inspirasi. Namun di luar itu, juga ada band-band lokal yang turut andil menyuntikkan pengaruh. Sebutlah seperti Komunal, Seringai dan masih banyak lainnya. 

“Terkadang entakan dari genre musik keras lainnya kami masukkan ke dalam materi. Ada beberapa setlist band referensi kami yang berpengaruh pada EP kami. Kami juga memasukkan beberapa musik akustik ke dalam EP kami. Karena band referensi kami juga memiliki beberapa lagu akustik andalannya,” ujar pihak band lagi berusaha memperjelas gambaran konsepnya. 

Jika harus memilih, Deksura lalu memilih salah satu lagunya yang berjudul “Timur Samsara” sebagai komposisi yang tersulit secara teknis saat mengeksekusinya dalam proses rekaman. Karena terapan riff yang kompleks dalam tempo yang cepat.

“Jadi kami harus konsentrasi dengan ketukannya dan fokus pada perpindahan kord atau riff yang kami mainkan. Pada proses lagu ini juga memakan waktu yang cukup banyak, karena beberapa kali salah dalam perpindahan riff atau kord di lagu ini.”

EP “Moron” sendiri telah dirilis sejak 9 April 2023 lalu, dan bisa didengarkan via berbagai gerai digital streaming. (aug/MK02) 

.

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
lurruh
Read More

LURRUH: Wajah Lama, Kebrutalan Baru

Manifestasi kegagalan manusia dimuntahkan Lurruh di karya debutnya, “Heresi” yang mengeksplorasi formula metalik hardcore yang modern dan brutal.
repton
Read More

REPTON: Ingatkan Tragedi Kelam Mei ’98

Menyambut perilisan sebuah album split, Repton menyuarakan trauma kolektif dari Tragedi Mei 1998 silam dalam kobaran slam metal berbalut rap/DJ.
carousels
Read More

CAROUSELS: Metalcore, Synth, Saksofon!

Gagasan lama yang muncul di 2019 silam, akhirnya diwujudkan Carousels di lagu terbarunya. Mengombinasikan synthwave, metalcore dan saksofon!
rahasia intelijen
Read More

RAHASIA INTELIJEN: Berharap Bisa Merilis EP

Unit metal alternatif Jakarta, Rahasia Intelijen akhirnya menguak kasus baru lagi, lewat lagu berlirik tajam, tentang narasi religius yang berlumuran darah.