Tahun Ini, DEVORMITY Pertajam Paham Groove Death Metal

Deru mesin yang masih aktif bergolak dari penganut paham groove death metal asal Bandung ini sudah dibuktikan. Sebuah lagu rilisan tunggal terbaru mereka, “Otonom” telah dilampiaskan ke publik metal pada 10 Juli 2023 lalu. “Otonom” sendiri merupakan gerbang Devormity menuju pemuntahan album studio kedua mereka.

“Album kedua kami sudah masuk tahap pengeditan, selanjutnya kami akan fokus ke mixing dan mastering. Mengenai kapan perilisan album kami fokuskan (bisa) keluar tahun ini, atau awal 2024,” tutur pihak Devormity kepada MUSIKERAS, memberi bocoran.

“Otonom” sendiri bercerita tentang pemberontakan umat manusia untuk bertahan hidup, dimana liriknya dibuat lebih dahulu sebelum komposisi musiknya. Sebuah kebiasaan yang sudah sering diterapkan formasi Irvan Sandy (vokal) Ferry Lukman Hakim (gitar) Hilmi Harisandy (bass) dan Redda Junjunan Safari (dram) saat menggarap lagu. 

“Singkatnya, musik ‘Otonom’ adalah ekspresi dan implementasi dari liriknya. Cuma (kali ini) ‘berbeda’ dibanding lagu-lagu sebelumnya karena kami melibatkan Hilmi dalam proses pembuatannya. Jadi secara riff, mungkin jadi lebih variatif. Proses pembuatan ‘Otonom’ tidak begitu lama, (karena) yang pasti Covid-19 adalah alasan kenapa kami menunda peluncurannya.”

Proses rekaman panduan dram untuk “Otonom” dilakukan di Masterplan Studio Chamber, milik mantan gitaris Noah, Mohammad Kautsar Hikmat (Uki). Sementara yang menangani teknisnya dibantu oleh Zoteng (Forgotten). Lalu untuk proses perekaman gitar dan bass dieksekusi di Greylephant Studio dengan engineer Azah Sastra.

“Dalam proses perekaman sebenernya tidak ada kesulitan secara teknis, namun justru kesulitan terjadi karena faktor studio, yang (tadinya) kami rencanakan secara penuh dikerjakan di Masterplan. Namun ternyata studio tersebut tutup permanen. Jadi kamilah band terakhir yang rekaman (dram) di studio Uki tersebut. Akhirnya dengan berbagai referensi, kami memutuskan menggaet Azah untuk menyelesaikan sisanya, mempercayakan (pengerjaan) lagu ‘Otonom’ ini sepenuhnya, sampai proses mixing dan mastering,” urai Devormity lagi, memperjelas.

Dalam peracikan musiknya, konsep groove death metal semakin dipertajam oleh Devormity, melebihi lagu-lagu sebelumnya. Kali ini, dengan modal referensi dari band-band cadas dunia seperti Dying Fetus (AS), Dyscarnate (Inggris) dan Soils of Fate (Swedia), Devormity mengaku sangat fokus membangun aksen groovy, yang saat didengarkan membuat orang-orang tak akan tahan untuk tidak melakukan headbang.

“Itu sih sederhananya. Jadi jika dideskripsikan, lagu ini tidak terlalu banyak ornamen. Hanya fokus di groove headbanger, namun tetap elegan!”

Sebelum mengobarkan “Otonom”, Devormity yang mulai menggeliat sejak 2009 silam, sudah memiliki beberapa karya rekaman yang mengerikan, yaitu album mini (EP) “Suffering Inhuman the Impalement” (2011), album berbagi (split) “Apophis” (2012), album penuh “Revolusi dan Agresi” (2014) serta kemasan demo bertajuk “Satir” (2017). (mdy/MK01)..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Posts
no8
Read More

NO8: Nadin Amizah Versi Modern Metal?

Fenomena band atau solois rock berkedok dan merahasiakan identitas aslinya mulai menjalar ke Indonesia. Salah satunya diadopsi NO8 yang berasal dari Bandung.